Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim

13 Oct

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Kembali kita melanjutkan artikel seputar penjelasan ringkas makna dari Asma’ul Husna Allah ‘Azza wa Jalla. Pada kesempatan kali ini kita telah sampai pada makna Ar Rohman dan Ar Rohim. Kedua Nama ini merupakan nama yang banyak sekali disebutkan dalam Al Qur’an. Bahkan dengan kedua nama inilah Al Qur’an dibuka, lebih lagi penyebutan nama ini diulang dalam satu surat yang sama dan yang sangat mulia yaitu Al Fatihah.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (1) الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3)

 “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang ”. (QS. Al Fatihah [1] : 1-3)

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan,

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim 1

“Penyebutan kedua nama ini terdapat dalam banyak kesempatan di Al Qur’an. Setiap ayat tersebut merupakan dalil yang menujukkan penetapan shifat Rohmah sebagai salah satu shifat bagi Allah ‘Azza wa Jalla. Bahkan pada penyebutan keduanya secara bersamaan dalam satu kesempatan merupakan dalil penetapan shifat ini dan terlaksananya pengaruh, bekas dan keterkaitan shifat ini dengan hal yang berkaitan dengannya[1].

Beliau melanjutkan,

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim 2

“Sehingga Ar Rohman maknanya yang rohmah/pengasih/kasih merupakan shifat Nya. Sedangkan Ar Rohim maknanya yang penyayang kepada para hamba Nya. Oleh sebab itulah Allah Ta’ala berfirman,

وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

 “Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”. (QS. Al Ahzab [33] : 43)

Demikian juga,

إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sesungguhnya Dia Sangat Kasih dan Penyayang kepada mereka”.

(QS. At Taubah [9] : 117)

Namun tidak didapati dalam Al Qur’an penyebutaan (رَحْمَنُ بِعِبَادِهِ) ‘Maha Pengasih kepada para hamba Nya’ atau (رَحْمَنُ بِالْمُؤْمِنِيْنَ) ‘Maha Pengasih kepada orang-orang yang beriman”[2].

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah juga mengatakan,

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim 3

“Ar Rohman sesuai dengan wazan Fu’lan yang menunjukkan penetapan shifat yang terus menerus dan sempurna. Yaitu termasuk shifat Allah adalah shifat rohmah/kasih yang sempurna dan terus menerus. Sedangkan Ar Rohim menunjukkan terlaksananya/tertunaikannya shifat rohmah kepada orang-orang yang layak disayangi. Yaitu Dzat yang menyangi dengan perbuatan”[3].

 

Shifat Rohmah Allah ‘Azza wa Jalla mencakup 2 hal besar

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[4],

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim 3a

“Sepatutnya untuk diketahui bahwa shifat Rohmah/kasih yang disandarkan kepada Allah itu ada dua bagian. Pertama, Rohmah yang bersifat umum. Yaitu Rohmah/kasih yang dikaitkan dengan ilmu sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala,

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا

 “Ya Robb kami, Rohmah/kasih dan ilmu Mu meliputi segala sesuatu”.

(QS. Al Mukmin [40] : 7)

Sehingga setiap sesuatu yang sampai kepadanya ilmu Allah maka sampai pula rohmah/kasih Nya pada sesuatu tersebut. Karena Allah mengaitkan shifat rohmah ini dengan ilmu Nya. Rohmah ini meliputi seluruh makhluk bahkan orang-orang yang kafir. Rohmah ini merupakan rohmah pada jasad, fisik, keduniawiyaan, makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan yang semisal”.

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim 3b

“Kedua, Rohmah/sayang yang bersifat khusus. Allah khususkan bagi para hamba Nya yang beriman berupa kasih sayang yang berkaitan dengan keimanan, perkara keagamaan dan keduniaan, ukhrowi berupa taufik menuju keta’atan dan mudah melakukan berbagai kebaikan, tegar di atas keimanan, hidayah dan jalan yang lurus serta dimuliakan dengan masuk ke surga dan sukses terhindar dari neraka”.

 

Diantara faidah dari kedua nama ini

Pertama, Berbagai kemanfaatan dan terhindarnya dari berbagai keburukan

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[5],

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim 4

“Sesungguhnya kedua nama ini menunjukkan kesempurnaan dan keluasan rohmah/kasih sayang yang merupakan salah satu shifat Allah. Sehingga seluruh yang ada di alam baik  yang ada di langit maupun di bumi termasuk terlaksananya sesuatu yang bermanfaat, menyenangkan dan berbagai kebaikan merupakan atsar/tanda kasih sayang Nya. Sebagaimana terpalingkannya seluruh keburukan, kesedihan, ketakukan, kekhawatiran dan hal yang berbahaya merupakan atsar/tanda kasih sayang Nya. Tidaklah yang mendatangkan berbagai kebaikan melainkan Allah (Ar Rohman) dan tidaklah yang mampu mencegah berbagai keburukan melainkan Dia. Dialah Dzat Yang Maha Penyayang”.

Kedua, Insting hewan kepada anak-anaknya

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim 5

Rohmah/kasih sayang Allah Ta’ala mendahului kemarahannya bahkan mengalahkannya. Hal ini terlihat jelas dan tidak dapat dipungkiri. Bahkan shifat Rohmah Allah ini memenuhi seluruh penjuru langit dan bumi. Rohmah ini memenuhi, diletakkan di hati-hati dan tersebar diantara makhluk hingga rasa belas kasih sebagian makhluk dengan yang lainnya. Bahkan shifat ini memenuhi kalangan hewan yang mana mereka tidaklah mengharapkan manfaat, akibat dan ganjarannya dari anak-anaknya.

Ketiga, Kasih sayang Allah mencakup dalam syari’at dan perintah Nya

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim 6

“Demikian pula Rohmah Allah terlihat jelas dan terpampang di depan mata pada perintah dan syari’at Nya. Hal ini diketahui oleh orang-orang yang memiliki akal. Syari’at Nya adalah cahaya, rohmah dan hidayah/petunjuk. Dia telah menetapkan syari’at yang dipenuhi Rohmah/kasih sayang. Demikian pula juga merupakan suatu sarana menujuk puncak rohmah, kebahagiaan dan kesuksesan. Dia menetapkan berbagai kemudahan dan meniadakan berbagai kesulitan dan kesusahan. Tidaklah hal ini kecuali menunjukkan betapa luasnya Rohmah, kemudahan dan kemurahan Nya. Demikian juga berbagai larangan Nya merupakan Rohmah/kasih sayang. Karena larangan tersebut merupakan penjagaan terhadap agama, akal, kehormatan, badan, akhlak dan harta para hamba Nya dari berbagai keburukan dan hal yang membahayakan”.

Keempat, Kasih sayang Allah terhadap hamba Nya melebihi kasih sayang seorang ibu pada anaknya

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[6],

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim 7

Allah ‘Azza wa Jalla lebih sayang kepada para hamba Nya melebihi kasih sayang sesama mereka sebesar apapun itu. Terdapat dalam shohihain dari ‘Umar bin Al Khoththob Rodhiyallahu ‘anhu bahwasanya dia berkata,

قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِسَبْىٍ فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنَ السَّبْىِ تَبْتَغِى إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِى السَّبْىِ أَخَذَتْهُ فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَتَرَوْنَ هَذِهِ الْمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِى النَّارِ ». قُلْنَا لاَ وَاللَّهِ وَهِىَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لاَ تَطْرَحَهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا

“Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam memperoleh banyak tawanan perang. Tiba-tiba ada seorang perempuan dari mereka yang mencari bayinya dalam kelompok tawanan tersebut. Kemudian dia mengambil bayi itu, memeluknya kemudian menyusuinya. Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bertanya kepada kami, “Menurut kalian, apakah perempuan ini tega melemparkan anaknya itu ke api ?” Kamipun menjawab, “Demi Allah, tidak akan melemparkannya ke api selama dia masih mampu untuk tidak melemparnya”. Lalu Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Sungguh Allah lebih sayang kepada para hamba Nya melebihi kasih sayang perempuan ini terhadap anaknya[7].

Kelima, Kasih sayang terbesar Allah ada di akhirat nanti

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[8],

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim 8

Pada hari qiyamat Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkhususkan rohmah, keutamaan, kebaikan Nya untuk orang-orang yang beriman kepada Nya dan Rosul Nya. Allah Muliakan mereka dengan kemudahan, kemaafan, ampunan yang tidak dapat digambarkan oleh lisan dan pikiran. Disebutkan dalam sebuah hadits,

إِنَّ لِلَّهِ مِائَةَ رَحْمَةٍ أَنْزَلَ مِنْهَا رَحْمَةً وَاحِدَةً بَيْنَ الْجِنِّ وَالإِنْسِ وَالْبَهَائِمِ وَالْهَوَامِّ فَبِهَا يَتَعَاطَفُونَ وَبِهَا يَتَرَاحَمُونَ وَبِهَا تَعْطِفُ الْوَحْشُ عَلَى وَلَدِهَا وَأَخَّرَ اللَّهُ تِسْعًا وَتِسْعِينَ رَحْمَةً يَرْحَمُ بِهَا عِبَادَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya Allah memiliki 100 kasih sayang. Dia hanya menurunkan 1 saja diantara seluruh jin dan manusia, hewan yang jinak maupun yang buas. Dengan 1 rohmah tersebut mereka saling sayang demikian pula kasih sayang hewan buas terhadap anaknya. Namun Allah menangguhkan 99 rohmahnya lagi yang dengannya Dia akan menyangi para hamba Nya di hari Qiyamat[9].

Keenam, semakin besar keta’atan anda semakin besar pula kasih sayang Allah pada anda

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[10],

Makna Asmaul Husna, Ar Rohman dan Ar Rohim 9

Seorang hamba yang semakin besar keta’atannya, bertambah kedekatannya dan pendekatannya kepada Robbnya maka semakin besar pula peluangnya untuk mendapatkan kasih sayang Allah ini. Firman Allah Ta’ala,

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

 “Ini (Al Qur’an) adalah kitab yang Kami turunkan nan diberkahi, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu mendapatkan rohmah”. (QS. Al An’am [6] : 155)

 

[Diringkas dari Kitab Fiqh Asma’ul Husna oleh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq hal. 102-106 terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh]

 

Selepas ‘Isya, 11 Muharrom 1438 H, 11 Oktober 2016 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] Lihat Fiqh Asma’ul Husna oleh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq hal. 102  terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh

[2] Idem hal. 103.

[3] Idem.

[4] Idem hal. 105.

[5] Idem.

[6] Idem hal. 104-105.

[7] HR. Bukhori no. 5999, Muslim no. 2754.

[8] Idem hal. 104.

[9] HR. Bukhori no. 6469, Muslim no. 2752 dari jalur periwayatan Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu.

[10] Idem hal. 104.

 

Tulisan Terkait

One Comment ( ikut berdiskusi? )

Leave a Reply