Makna Asmaul Husna, Allah

13 Aug

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makna Asmaul Husna, Allah

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Keutamaan asmaul husna Allah telah disebutkan pada artikel sebelumnya (silakan klik di sini). Pernahkah anda berfikir apa makna lafazh Allah ? Atau masa saya tidak tahu makna nama Pencipta saya? Oleh sebab itu, paada kesempatan kali ini kita akan mengetengahkan makna lafazh Allah.

 

Syaikh DR. Sa’id Al Qohthoniy Hafizhahullah mengatakan,

Makna Asmaul Husna, Allah 1

“(Lafazh -pen) Allah maknanya adalah sesuatu yang disembah dan diibadahi, yang berhak disembah dan diibadahi oleh seluruh ciptaan Nya. Karena sesuatu yang disifati dengan sifat penyembahan yang mana sifat tersebut merupakan sifat kesempurnaan. Telah disampaikan bahwa nama ini (yaitu Allah) ini menjadi acuan dasar/pokok seluruh asmaul husna. Sehingga dikatakan bahwa Ar Rohman merupakan salah satu dari Nama Allah. Namun tidak disebut bahwa Allah merupakan salah satu nama dari Ar Rohman. Demikianlah juga seluruh asmaul husna. Nama Allah Ta’ala, Allah merupakan kata yang mengandung seluruh makna asmaul husna dan shifat-shifat yang mulia”[1].

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan,

Makna Asmaul Husna, Allah 2

“Adapun makna nama ini (Allah –pen) asalnya dari kata (الإِلَهُ) Al Ilah yang berarti Dzat Yang Disembah/Diibadahi. (الإِلَهُ) merupakan salah satu dari Nama Allah yang sempurna dan terdapat dalam Al Qur’an Al Karim.  Allah Ta’ala berfirman,

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

 “Dan Sesembahanmu adalah Sesembahan Yang Maha Esa, tidak ada Sesembahan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Baqoroh [2] : 163)

Allah Ta’ala juga berfirman,

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Padahal mereka hanya disuruh menyembah Sesembahan Yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”.(QS. At Taubah [9] : 31)

Allah Ta’ala juga berfirman,

قُلْ إِنَّمَا يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

 “Katakanlah, “Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah, “Bahwasanya Sesembahanmu adalah Sesembahan Yang Esa. Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada Nya)”.(QS. Al Anbiya’ [21] : 108)

Beliau juga mengatakan,

Makna Asmaul Husna, Allah 3

“Berikut merupakan makna yang paling menyeluruh tentang makna Lafazh Allah, makna tersebut diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Rodhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

اللهُ ذُوْ الْأُلُوْهِيَةِ وَالمَعْبُوْدِيَةِ عَلَى خَلْقِهِ أَجْمَعِيْنَ

Allah adalah Dzat Pemilik Shifat Ilahiyah dan Peribadatan atas seluruh ciptaan Nya”.

Atas ini diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsirnya”[2].

Makna Asmaul Husna, Allah 4

“Beliau mengumpulkan 2 kandungan melalui pengertian yang disampaikan:

Pertama : Shifat Allah yang terkait nama yang mulia ini, yaitu sifat penyembahan. Shifat inilah yang terkandung pada lafazh nama Allah ini. Hal ini sebagaimana shifat Maha Mengetahui yang merupakan kandungan lafazh Nama Allah Al ‘Alim. Demikian pula shifat Mulia yang terkandung dalam makna nama Allah Al ‘Aziz. Demikian pula shifat Maha Hikmah yang terkandung dalam makna nama Allah Al Hakim. Demikian pula  shifat rahmah/kasih sayang yang terkandung dalam nama Allah Ar Rohim. Demikian Asmaul Husna lainnya yang terkandung padanya makna shifat-shifat yang ditunjukkan oleh nama-nama itu sendiri”.

Makna Asmaul Husna, Allah 5

“Maka demikian pulalah nama Allah yang berarti Dzat Pemilik Shifat Uluhiyah/Keberhakan untuk disembah. Shifat Uluhiyah ini merupakan shifat yang agung yang menunjukkan keberhakan untuk dijadikan sesembahan. Bahkan berhak untuk tidak disekutukan pada shifat yang agung ini apapun bentuknya. Shifat Peribadatan/Penyembahan merupakan shifat yang terangkum padanya shifat-shifat kesempurnaan, kemuliaan, keagungan, keindahan, rohmah, kebaikan, kemuliaan dan penganugrahan.

………………………….. Maka Shifat Uluhiyah/Keberhakan untuk disembah terkandung padanya seluruh asmaul husna dan shifat-shifat mulia”.

Makna Asmaul Husna, Allah 6

Kedua, Pada nama ini terkandung shifat yang terkait dengan hamba yaitu ubudiyah (penyembahan). Maka para hamba Allah beribadah dan menyembah Nya. Allah Ta’ala berfirman,

وَهُوَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ إِلَهٌ وَفِي الْأَرْضِ إِلَهٌ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ

 “Dan Dialah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”.(QS. Az Zukhruf [43] : 84)

Yaitu para penghuni langit dan bumi menyembah Nya baik dalam keadaan suka maupun tidak suka. Semuanya tunduk merendahkan diri atas keagungan Nya, terlaksananya semua kehendak Nya, memohon pertolongan atas kemuliaan dan kekuasaan Nya. Para hamba Allah menghambakan diri dan beribadah kepada Nya, merendahkan diri kepada Nya baik berupa penghambaan hati, ruh dan perbuatan sesuai dengan keadaan dan tingkatan (kemampuan -pen) mereka. Allah Subhana wa Ta’ala mengumpulkan kedua makna ini dalam banyak tempat di Al Qur’an. Semisal dengan firman Allah Ta’ala,

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Sesembahan (yang benar) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”.(QS. Thoha [20] : 14)

Demikian pula pada firman Nya,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rosulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya, “Bahwasanya tidak ada Sesembahan (yang benar) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian Aku semata”.(QS. Al Anbiya’  [21] : 25)

Demikian pula pada firman Nya,

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

“Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan semua yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah) ?” (QS. Maryam [19] : 65)

 

[Diringkas dari Kitab Fiqh Asma’ul Husna oleh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq hal. 94-96 terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh]

 

Kesimpulannya :

  • Asmaul Husna yang paling agung yaitu Allah asalnya dari kata (الإِلَهُ) Al Ilah yang berarti Dzat Yang Disembah/Diibadahi.
  • Asmaul Husna Allah terkandung 2 makna : (1). Bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang layak dan benar disembah. (2). Para hamba hanya dibenarkan beribadah dan menghambakan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
  • Seluruh Asmaul Husna yang Allah miliki merupakan rincian dari nama ini (yaitu Allah).

 

Mudah-mudahan keterangan di atas dapat menambah kualitas peribadatan kita kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

 

2 Dzul Qo’dah 1437 H, 5 Agustus 2016 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] Lihat Syarh Asmaul Husna Fi Dhow’i Al Kitab wa As Sunnah hal. 180.

[2] Lihat Tafsir Ath Thobari hal. 123/I terbitan Mu’asasah Risalah, Beirut.

 

 

Tulisan Terkait

One Comment ( ikut berdiskusi? )

Leave a Reply