Kiamat Sudah Dekat

7 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kiamat Sudah Dekat

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

Manusia adalah mahluk Allah yang takkan luput dari salah dan lupa. Sebagian kita terkadang lupa terhadap urusan agamanya terutama ketika urusan dunianya mendesaknya untuk menghabiskan waktunya untuk memikirkannya. Akibatnya tak sedikit pula dari kita yang ketika demikian maka imannya pun melemah terkadang sampai titik yang sangat mengkhawatirkan. Nah, untuk mencegah hal itu dalam agama islam ada metode yang diajarkan Al Qur’an dan As Sunnah yaitu, metode targhib (memberi dorongan) dan metode tarhib (memberi ancaman/menakut-nakuti). Masing-masing metode ini mempunyai manfaat sendiri.

Pada kesempatan kali ini kita akan mentarhib diri-diri kita dengan kabar akan dekatnya suatu hal yang amat besar dan sangat menentukan diri kita di kehidupan abadi yaitu kehidupan setelah hari dibangkitkannya kita oleh Allah. Barangsiapa yang takut menemuinya niscaya ia akan mencegah dirinya dan keluarganya untuk tidak melakukan tanda-tanda yang buruk akan dekatnya hari tersebut. Hari tersebut adalah hari kiamat.

Untuk itu marilah kita luangkan sejenak diantara sekian banyak waktu kita yang terbuang percuma untuk mengingatkan diri kita akan khabar dari Allah ‘Azza wa Jalla tentang dekatnya hari tersebut dengan kita. Sehingga setelah mendengarnya kita akan menjadi lebih giat lagi dalam beramal.

Ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam menunjukkan betapa hari kiamat itu sudah sangat dekat dengan kita. Tanda-tanda kiamat yang banyak muncul adalah tanda yang menunjukkan bahwa ia telah dekat dengan kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ

“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka (hari Kiamat)[1], sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)”.

[ QS. Al Anbiya’ (21) : 1]

Firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam ayat yang lain,

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

“Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya”.

[ QS. Al Ahzab (33) : 63]

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّهُمْ يَرَوْنَهُ بَعِيدًا. وَنَرَاهُ قَرِيبًا

“Sesungguhnya mereka memandang adzab itu jauh (mustahil). Sedangkan Kami memandangnya dekat”. [ QS. Al Ma’arij (70) : 6-7]

Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairiy mengatakan, “(maksudnya) Orang-orang musyrik menganggap adzab itu jauh (tidak mungkin pent.) karena mereka adalah orang-orang yang mendustakan adanya hari berbangkit (kiamat)”[2].

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

“Hari Kiamat telah dekat Telah dan telah terbelah bulan”. [ QS. Al Qomar (54) : 1]

Demikian seterusnya ayat-ayat Al Qur’an telah mengabarkan kepada kita bahwa akhir dunia ini telah dekat, hari dimana kita akan berpindah ke negeri akhirat telah demikian dekat, hari dimana setiap orang akan mendapatkan balasan atas apa yang dia kerjakan. Jika amalannya baik maka baik pula amalannya.

Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam bersabda,

بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ

“(jarak antara) diutusnya diriku dan hari kiamat seperti ini”[3]. Nabi shollallahu ‘alaihi was sallam mengisyaratkan dengan kedua jarinya.

Beliau shollallahu ‘alaihi was sallam juga mengatakan,

إِنَّمَا أَجَلُكُمْ فِى أَجَلِ مَنْ خَلاَ مِنَ الأُمَمِ كَمَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعَصْرِ وَمَغْرِبِ الشَّمْسِ

“(jarak antara) batas waktu kalian (kiamat) dengan batas waktu orang-orang yang sudah berlalu adalah sebagaimana jarak antara waktu sholat ‘ashar dan tenggelamnya matahari”[4].

Ayat-ayat dan hadits-hadits di atas adalah isyarat yang menunjukkan betapa dekatnya waktu dimana tidak akan bermanfaat anak, harta melainkan hanya hati yang selamat (islam). Allah Subahanahu wa Ta’ala,

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ . إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Hari dimana tidak bermanfaat lagi harta dan anak-anak. Kecuali orang yang datang dengan hati yang selamat (dari kemusyrikan dan kemunafikan yang itu adalah hati orang-orang yang beriman[5])”. [ QS. Asy Syu’aro (26) : 88-89]

Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat bagi kita semua sebagai bahan renungan yang akan melahirkan amal sehingga kita semakin giat memperbaiki diri dan amal kita.

[Terinspirasi dari Kitab Asyrotu as Sa’ah karya Syaikh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf al Wabil, MA hafidzahullah hal. 67-69 terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh, KSA]

Sigambal, Setelah ‘Isya 09 Dzul Qo’dah 1432 H / 06 Oktober 2011

 

 

Aditya Budiman bin Usman



[1] Lihat Tafsir Jalaalain Li Imamaini Al Jalilaini Muhammad bin Ahmad Al Mahalli dan Abdurrahman bin Abi Bakr As Suyuthi dengan ta’liq dari Syaikh Shofiyurrohman Al Mubarokfuri hafidzahullah hal. 333 cet. Darus Salam, Riyadh, KSA.

[2] Lihat lihat Aysar At Tafaasir oleh Syaikh Abu Bakr Jabir Al Jazairiy hafidzahullah hal. 335/V, Terbitan Maktabah Al ‘Ulum wal Hikaam, Madinah, KSA

[3] HR. Bukhori no. 6504

[4] HR. Bukhori no. 3459.

[5] Lihat Tafsir Jalaalain hal. 382.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply