Keumumman Risalah Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam

22 Dec

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Keumumman Risalah Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Judul di atas kami anggap sangat relevan untuk kembali dikemukan di tengah-tengah kita untuk menyegarkan kembali ingatan kita dan menguatkan kembali keimanan kita di tengah hiruk pikuk perayaan sebuah kebohongan besar yaitu natal.

Sengaja tema yang kita naikkan ke permukaan bukanlah seputar mengucapkan selamat natal atau hal yang berhubungan dengan atribut natal. Namun judul di atas merupakan sebuah aqidah/keyakinan yang harus diimani setiap muslim. Terlebih di zaman yang demikian derasnya fitnah syubhat/kerancuan berfikir.

Para ulama tidaklah luput mencamtumkan dalam kitab mereka, menyampaikan dalam ceramah mereka apa yang kita jadikan sebagai judul di atas. Bahkan hal ini merupakan sebuah aqidah yang harus diyakini setiap muslim dimanapun dia berada.

Demikian banyak dalil di dalam Al Qur’an dan hadits Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam yang menunjukkan keumumman risalah beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam untuk seluruh manusia bahkan untuk seluruh jin. Berikut kita nukilkan beberapa diantara :

Pertama, Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا

Katakanlah (Muhammad), “Wahai seluruh manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua”. (QS. Al A’rof [7] : 158).

Ibnu Katsir Rohimallah mengatakan,

Keumumman Risalan Nabi Shollalahu 'alaihi wa sallam 1

Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi dan Rosul Nya, Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam (قُلْ) ‘Katakan’ Wahai Muhammad (يَا أَيُّهَا النَّاسُ) ‘Wahai seluruh manusia’ ini merupakan ajakan kepada orang yang berkulit merah dan hitam, orang arab dan non arab. (إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا) ‘sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua’ yaitu seluruh kalian. Hal ini merupakan sebuah kemuliaan dan keagungan bagi beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam. Sesungguhnya beliaulah penutup para nabi dan beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam diutus untuk seluruh manusia”[1].

Kedua, Firman Allah Ta’ala,

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا

“Dan Kami tidak mengutus kamu (Muhammad), melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan”. (QS. Saba’ [34] : 28).

Ketiga, Firman Allah Tabaroka wa Ta’ala,

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur’an. Maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan”. (QS. Al Ahqoof [46] : 29).

Keempat, Hadits Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam dari Shahabat yang mulia Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu,

وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِىٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam berada di Tangan Nya. Tidak seorang dari ummat dakwahku ini baik dari kalangan Yahudi, Nashrani/Kristen telah mendengarkan dakwahku kemudian dia meninggal dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku diutus untuknya, melainkan dia termasuk penghuni neraka”[2].

Al Imam An Nawawiy Asy Syafi’iy Rohimallah mengatakan,

وأما الحديث الثانى ففيه نسخ الملل كلها برسالة نبينا صلى الله عليه و سلم. وفى مفهومه دلالة على أن من لم تبلغه دعوة الإسلام فهو معذور وهذا جار على ما تقدم في الأصول أنه لا حكم قبل ورود الشرع على الصحيح والله أعلم.

وقوله صلى الله عليه و سلم لا يسمع بى أحد من هذه الامة أي من هو موجود فى زمنى وبعدى إلى يوم القيامة. فكلهم يجب عليهم الدخول فى طاعته وانما ذكر اليهودى والنصرانى تنبيها على من سواهما وذلك لأن اليهود النصارى لهم كتاب. فاذا كان هذا شأنهم مع أن لهم كتابا فغيرهم ممن لا كتاب له أولى, والله أعلم

“Adapun hadits yang kedua (hadits di atas –pen), maka padanya terdapat keterangan terhapusnya (masa berlaku –pen) syari’at agama terdahulu seluruhnya dengan adanya risalah Nabi kita, Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam. Diantara konsekwensinya adalah orang yang belum sampai kepadanya dakwah Islam maka dia adalah orang yang mendapatkan udzur. Ini merupakan fondasi yang telah disampaikan sebelumnya bahwa tidak ada kewajiban hukum bagi orang yang belum datang padanya dakwah Islam, berdasarkan pendapat yang lebih tepat, Allahu a’lam.

Sedangkan sabda Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam (لا يسمع بى أحد من هذه الامة) ‘Tidak seorang dari ummat dakwah ini’ yaitu ummat yang ada di zamanku dan setelahku hingga hari qiyamat. Maka setiap ummat wajib menta’ati beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam. Susungguhnya penyebutan yahudi dan nashrani pada hadits ini sebagai bentuk tanbih/penjelasan bagi umat selain mereka. Karena yahudi dan nashrani, mereka memiliki kitab yang Allah ‘Azza wa Jalla turunkan. Jika mereka saja keadaannya demikian padahal mereka punya kitab suci maka ummat selain mereka yang tidak punya kitab suci yang Allah turunkan[3] tentu lebih utama lagi untuk mengikuti Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam, Allahu a’lam”[4].

Keempat dalil ini kami pikir cukup untuk menghujamkan keyakinan di hati kita bahwa risalah Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam bersifat umum, mencakup orang seluruh manusia dan jin. Mencakup bahwa orang yang beragama selain Islam wajib memeluk agama Islam setelah diutusnya beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam.

Nah, sekarang mari masuk ke sub tema yang bersesuaian dengan keadaan saat ini. Sebagian orang sekarang sedang gencar-gencarnya mempersiapkan diri untuk sebuah perayaan nyeleneh dan aneh yaitu natal. Mengapa kami sebut nyeleneh dan aneh karena landasan mereka tidak jelas, keyakinan mereka tentang kebenaran agama mereka pun tidak jelas apalagi dasar penetapan waktu perayaan ini juga lebih tidak jelas lagi. Makanya nyeleneh. Salah satu bukti kenyelenehan keyakinan mereka tentang agama mereka adalah agama yang mereka anut masih berlaku setelah diutusnya Nabi Kita Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam. Diantara ayat Al Qur’an yang mengisyaratkan secara jelas akan hal ini adalah Firman Allah ‘Azza wa Jalla,

إِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ (45) وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ (46) قَالَتْ رَبِّ أَنَّى يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ قَالَ كَذَلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (47) وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ (48) وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ.

“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata, “Wahai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) dari Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang dekat kepada Allah. Dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang sholeh. Maryam berkata, “Ya Robbku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril), “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya, “Jadilah”, lalu jadilah dia. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. Dan (sebagai) Rosul kepada Bani Israil”. (QS. Ali ‘Imroon [3] : 45-49).

Ibnu Katsir Rohimallah mengatakan,

Keumumman Risalan Nabi Shollalahu 'alaihi wa sallam 2

“Firman Allah Subhana wa Ta’ala (وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ.) ‘Dan (sebagai) Rosul kepada Bani Israil’ yaitu Allah Subhana wa Ta’ala menjadikan beliau ‘Isa ‘alaihissalam sebagai seorang rosul untuk Bani Isroil[5].

Demikian juga firman Allah Tabaroka wa Ta’ala,

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata, Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS. Ash Shof [61] : 6).

Ibnu Katsir Rohimallah mengatakan,

Keumumman Risalan Nabi Shollalahu 'alaihi wa sallam 3

Maka Nabi ‘Isa ‘alaihissalam merupakan penutup para Nabi Bani Isroil. Beliau telah meneggakkan dalil bagi kalangan Bani Isroil kabar tentang Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam. Bahwa beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam adalah Ahmad seorang penutup para Nabi dan Rosul yang tidak ada risalah dan kenabian setelahnya”[6].

Maka sungguh aneh jika kita bukan dari keturunan Bani Isroil dan hidup setelah diutusnya Nabi Muhammad Shollalahu ‘alaihi wa Sallam masih beragama dengan agama yang sudah expired (tidak berlaku lagi, kadaluarsa).

Maka renungkan betapa anehnya dan nyelenehnya mereka. Maka anda jangan ikut-ikutan nyeleneh, latah mengucapkan selamat pada mereka.

Sampaikan, sebarkan…

Hanya Allah ‘Azza wa Jalla yang memberi petunjuk.

 

 

Setelah ‘Isya 24 Shoffar 1436 H/ 17 Desember 2014 M. Aditya Budiman bin Usman

[1] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim oleh Ibnu Katsir hal. 489/III terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA.

[2] HR. Muslim no. 105.

[3] Misal budha, hindu dsb.

[4] Lihat Al Minhaaj Syarh Sohih Muslim hal. 365/I terbitan Darul Ma’rifah, Beirut, Lebanon.

[5] Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim hal. 44/II.

[6] Idem hal. 109/VIII.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply