Keanehan Keyakinan Orang Kafir

10 Sep

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Keanehan Keyakinan Orang Kafir

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin yang telah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam, istri-istri Beliau, Keluarganya, para Sahabatnya dan ummat Beliau yang senantiasa meniti jalannya dengan baik hingga hari kiamat.

Pada edisi kali ini kita akan sedikit menilik keyakinan orang kafir. Keyakinan yang kami maksudkan adalah keyakinan mereka bahwa Allah ‘Azza wa Jalla memiliki anak.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا (4) مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِآَبَائِهِمْ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ إِنْ يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا

Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak”. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. (QS. Al Kahfi [18] : 4-5)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah mengatakan

Allah punya anak0

“Firman Allah Subhana wa Ta’ala (وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا) “Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata, ‘Allah memiliki anak’”. Seakan-akan menjelaskan hal yang samar pada ayat sebelumnya. Pada ayat ini adanya peringatan bagi orang-orang semisal orang nashrani/kristen yang mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya Al Masiih adalah anak laki-laki Allah’, orang-orang yahudi mengatakan, ‘Al ‘Uzair adalah anak laki-laki Allah’, atau orang-orang musyrik yang mengatakan, ‘Malaikat adalah anak perempuan Allah’. Al ‘Uzair bukanlah Nabi melainkan seorang laki-laki yang sholeh”[1].

Nah, yang menjadi sorotan kita kali ini adalah potongan firman Allah Subhana wa Ta’ala,

تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ

“……..yang keluar dari mulut mereka”. (QS. Al Kahfi [18] : 5)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah mengatakan,

Allah punya anak

“Firman Allah Subhana wa Ta’ala (تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ) ‘yang keluar dari mulut mereka’. Adakah yang dapat kita simpulkan dari potongan firman Allah Subhana wa Ta’ala ini ? Sesungguhnya mereka (orang nashrani, yahudi dan musyrikin -ed) mengatakan hal itu (bahwa Allah punya anak -ed) hanya dengan lisan mereka, bukan dengan apa yang ada di dalam hati mereka. Hati mereka tidak yakin bahwa Allah punya anak. Karena tidak ada seorang yang berakal akan mengatakan bahwa Allah punya anak. Bagaimana mungkin Allah punya anak yang mana anak ini merupakan manusia semisal kita. Butuh makan, minum pakaian, mengalami lapar dan haus, kepanasan dan kedinginan. Maka bagaimana mungkin yang demikian menjadi anak Allah Subhana wa Ta’ala. maka hal ini tidak mungkin”[2].

 

Maka jelaslah bagi kita betapa rusaknya agama mereka. Mari buktikan tanya kepada mereka !!!!

 

Setelah ‘Isya,

14 Dzul Qo’dah 1435 H/ 9 September 2014.

Aditya Budiman bin Usman

-yang mengharap ampunan Robbnya-

[1] Lihat Tafsir Surat Al Kahfi oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 13 terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh,KSA.

[2] Idem hal 14-15.

 

 

 

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply