Ini Rumah Atau Kuburan ?

18 May

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ini Rumah Atau Kuburan ?

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Pernah dengar ungkapan seperti ini, ‘Ini Rumah Apa Rumah ?’ ‘Ini Mobil Apa Mobil ?’

Orang sekarang menggunakan ungkapan semisal di atas untuk menggambarkan kepada lawan bicaranya bahwa hal yang dilihat atau dihadapkan pada dirinya merupakan sesuatu yang sangat tidak pantas atau di luar batas layak atau sangat tidak sesuai dengan harapan.

Nah, demikian juga hal yang terkait dengan judul artikel kita kali ini. Judul ini merupakan sebuah saduran dari apa yang disebutkan Rosulullah Shollalahu ‘alaihi wa Sallam dalam sebuah haditsnya melalui shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu,

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا وَلاَ تَجْعَلُوا قَبْرِى عِيدًا وَصَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ تَبْلُغُنِى حَيْثُ كُنْتُمْ

Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan dan janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai ‘ied. Berdo’alah/bersholawatlah kalian untukku karena do’a/sholawat kalian akan sampai untukku dimanapun kalian berada”[1].

Hafidz bin Ahmad Hakami Rohimahullah menukil sebuah riwayat,

عَنْ عَلِيِّ بْنِ الحُسَيْنِ رَضَيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ رَأَى رَجُلًا يَجِيْءُ إِلَى فَرْجَةٍ عِنْدَ قَبْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَيَدْخُلُ فَيَدْعُو فِيْهَا فَقَالَ أَلَا أُحَدِّثُكُمْ حَدِيْثًا سَمِعْتُهُ عَنْ أَبِيْ عَنْ جَدِّيْ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ لَا تَتَّخِذُوْا قَبْرِيْ عِيْدًا وَلَا بُيُوْتَكُمْ قُبُوْرًا فَإِنَّ تَسْلِيْمَكُمْ يَبْلُغُنِيْ أَيْنَمَا كُنْتُمْ

‘Dari ‘Ali bin Al Husain Rodhiyallahu ‘anhuma, sesungguhnya dia melihat ada seorang laki-laki yang mendatangi sela-sela di kuburan Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam. Kemudian dia memasukinya dan berdo’a di sana. Maka beliau Rodhiyallahu ‘anhuma mengatakan, ‘Maukah engkau aku bacakan sebuah hadits yang aku mendengarnya dari ayahku dari kakekku dari Rosulullah Shollalahu ‘alaihi wa Sallam beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai ‘ied, jangan pula kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Karena sesungguhnya ucapan salam/do’a kalian untukku akan sampai untukku dimanapun kalian berada”[2].

Syaikhul Islam Ahmad bin ‘Abdul Halim Rohimahullah mengatakan tentang makan Sabda Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam (لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا)

Ini Rumah Atau Kuburan 1

“Maksudnya adalah janganlah kalian menelantarkan, mengosongkan, membuat sunyi rumah-rumah kalian dari sholat, do’a dan membaca Al Qur’an. Sehingga rumah kalian seperti layaknya kuburan. Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan (sebagian) ibadah dilaksanakan di rumah-rumah kalian dan beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam melarang melaksankan ibadah tersebut di kuburan. Hal ini berbeda dengan yang dilakukan orang-orang musyrik dan nashrani serta orang-orang yang menyerupai mereka”[3].

Penulis Kitab Muro’atul Mafaatih Syarh Misykatul Mashobih Rohimahullah (Wafat tahun 1414 H) mengatakan[4],

أي كالقبور في خلوها عن الصلاة والذكر والعبادة، بل اشغلوها بذلك

“Yaitu seperti kuburan yang steril/tidak dilaksanakan padanya (sebagian) sholat dan ibadah lainnya. Namun sibukkanlah rumah kalian dengan (sebagian) sholat dan ibadah”.

Beliau Rohimahullah melanjutkan[5],

والمعنى: أعطوا البيوت حظها من الصلاة والعبادة. ولا تجعلوها كالمقابر حيث لا يعبد ولا يصلي فيها

“Maknanya adalah berikanlah untuk rumah kalian haknya berupa dilaksanakan padanya sholat dan ibadah lainnya. Janganlah kalian menjadikannya seperti kuburan yang di sana tidak dilaksanakan ibadah dan tidak dilaksanakan sholat”.

Syaikh ‘Abdul Muhsin Al ‘Abbad Hafidzahullah menjelaskan,

(لا تجعلوا بيوتكم قبوراً) يحتمل معنيين وكل منهما صحيح: يعني: لا يدفنون الموتى فيها؛ لأن الدفن في البيت من خصائص النبي صلى الله عليه وسلم وغيره من الأنبياء عليهم الصلاة والسلام؛ لأن النبي عليه الصلاة والسلام قال: (الأنبياء يدفنون حيث يموتون) فدفن في بيته صلى الله عليه وسلم، والناس ليس لهم أن يدفنوا في بيوتهم وإنما يدفنون في المقابر. المعنى الثاني: أي: لا تجعلوها شبيهة بالمقابر التي هي ليست أماكن للصلاة، حيث تخلو من الصلاة ومن قراءة القرآن، والتعبد إلى الله عز وجل فيها، بل عليكم أن تأتوا بهذه العبادات فيها، وألا تجعلوها شبيهة بالمقابر التي ليست أماكن للصلاة.

“Sabda Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam (لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا) ‘Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan’ mengandung dua makna dan keduanya merupakan makna yang benar.

Pertama, janganlah kalian menguburkan orang yang wafat di rumah. Karena penguburan orang yang wafat di rumah merupakan kekhususan Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam dan selain beliau dari kalangan Nabi ‘alaihimush sholatu wa sallam. Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam pernah bersabda,

الأَنْبِيَاءُ يُدْفَنُوْنَ حَيْثُ يَمُوْتُوْنَ

“Para Nabi dikuburkan dimana mereka wafat”.

Maka Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam pun dikuburkan di tempat dimana beliau diwafatkan Allah yaitu di rumah beliau Shollalahu ‘alaihi wa Sallam.

Sedangkan orang selain para nabi tidak boleh dikuburkan di rumah mereka bahkan mereka dikuburkan di perkuburan.

Sedangkan makna kedua yaitu janganlah kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan yang bukan tempat sholat. Karena kuburan merupakan tempat disana tidak boleh sholat, membaca Al Qur’an dan beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Namun hendaklah kalian melaksanakan ibadah-ibadah ini di rumah-rumah kalian. Janganlah kalian menyerupakan rumah-rumah kalian seperti kuburan yang bukan merupakan tempat sholat”[6].

Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam juga pernah bersabda,

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ

“Yaa Allah janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah/diibadahi”[7].

Jika kuburan Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam saja tidak boleh dijadikan tempat ibadah maka bagaimana dengan selain beliau ???!!!!

Kesimpulannya :

  1. Janganlah kita menjadikan rumah kita kosong dari ibadah, semisal sholat wajib bagi wanita dan sholat sunnah bagi laki-laki. Demikian juga janganlah rumah kita kosong dari ibadah sunnah lainnya semisal membaca Al Qur’an dan berdo’a.

  2. Kuburan bukanlah tempat ibadah. Karena nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam melarang kita menjadikan kuburan beliau sebagai tempat ibadah.

  3. Orang-orang yang sering mendatangi kuburan dan melaksanakan ibadah merupakan orang-orang yang sebenarnya tidak mencintai Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam karena mereka telah melanggar larangan Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam.

Allahu a’lam

Selesai Subuh, 28 Rojab 1436 H, 17 Mei 2015 M/Aditya Budiman bin Usman.

[1] HR. Abu Dawud no. 2044, Ahmad no. 8790. Hadits ini dinilai shohih oleh Al Albani dan dinilai hasan oleh Syu’aib Al Arnauth rohimahumullah.

[2] Lihat Ma’arijul Qobul hal. 530/II terbitan Dar Ibnul Qoyyim, Dammam.

[3] Lihat Taisil Azizil Hamid hal. 295 terbitan Al Maktab Al Islamiy, Beirut, Lebanon.

[4] Hal. 274/III terbitan Benares India.

[5] Idem.

[6] Lihat Syarh Sunan Abu Dawud hal. 393/X via Syamilah.

[7] HR. Malik dalam Al Muwatho’ no. 593. Hadits ini dinilai shohih oleh Al Albani Rohimahumallah

Tulisan Terkait

Leave a Reply