Fir’aun Saja Tahu Allah Berada di Atas Langit

26 Nov

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Fir’aun Saja Tahu Allah Berada di Atas Langit

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Telah jelas dan gamblang bahwa salah satu keyakinan Ahlu Sunnah wal Jama’ah ialah Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit. Silakan search pada blog ini. Kali ini kami ingin sampaikan bahwa keyakinan kita ini juga sebenarnya diketahui oleh Fir’aun manusia yang merupakan simbol kekafiran dan pembangkangan di dunia ini. Ini sangat kontras dengan keyakinan sebagian kaum muslimin tentang dimana Allah ‘Azza wa Jalla. Mudah-mudahan beberapa nukilan berikut dapat membuka hati mereka untuk mau menerima aqidah yang benar ini.

Al Imam Abu Utsman Isma’il Ash Shobuni (wafat Tahun 449 H) Rohimahullah. Beliau adalah salah satu ulama salaf yang bermazhab Syafi’iyah. Beliau Rohimahullah mengatakan[1],

“Allah Subhana wa Ta’ala mengabarkan tentang Fir’aun seorang yang dilaknat, bahwsanya Fir’aun mengatakan kepada Hamaan,

وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ (36) أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا

 “Dan berkatalah Fir’aun, “Hai Haamaan, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu (jalan menuju). (yaitu) pintu-pintu (jalan menuju) langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta”.

(QS. Ghofir [40] : 36-37)

Syaikh DR. Robi’ bin Hadi Al Madhkholi Hafizhahullah mengatakan[2],

“Maksudnya dia (Fir’aun) telah mendustakan bahwa Nabi Musa merupakan utusan Allah ‘Azza wa Jalla. Termasuk dari beberapa hal yang Fir’aun dustakan adalah bahwasanya Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit. Dia mengatakan, (وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا) ‘dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta’. Ucapannya ini menunjukkan bahwa Nabi Musa ‘alaihissalam telah mengabarkan kepadanya bahwasanya Robbnya Musa berada di atas langit. Lalu Fir’aun mengatakan kepada Nabi Musa ‘alaihissalam, “Aku adalah Robbmu, dimana Robbmu ?” Lalu Nabi Musa ‘alaihissalam menjawab, “Robbku berada di atas langit. Lalu Fir’aun mengatakan, “Datangkanlah (Haamaan) kemari, (ابْنِ لِي صَرْحًا)  buatkanlah untukku sebuah banguan yang tinggi yaitu sebuah bangunan besar yang tinggi sehingga aku dapat naik ke atas langit untuk membuktikan kedustaan Musa. Aku (Fir’aun) memandangnya sebagai seorang pendusta yang mengatakan bahwasanya dia memiliki Robb di atas langit”.

Beliau melanjutkan,

“Maka ini menunjukkan bahwa Nabi Musa ‘alaihissalam telah berhadapan langsung dengannya dan mengabarkan bahwasanya Robb alam semesta ini berada di atas langit. Robbmu dan Robb seluruh makhluk ini berada di atas langit. Yaitu Robb Yang Maha Sempurna bukanlah seperti dirimu yang berada di bumi. Engkau hanyalah seorang hamba yang lemah dan miskin/ sangat butuh bantuan. Firman Allah Ta’ala,

فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَى أَنْ تَزَكَّى (18) وَأَهْدِيَكَ إِلَى رَبِّكَ فَتَخْشَى (19) فَأَرَاهُ الْآَيَةَ الْكُبْرَى (20) فَكَذَّبَ وَعَصَى (21) ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَى (22) فَحَشَرَ فَنَادَى (23) فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَى (24)

 “Dan katakanlah (kepada Fir’aun), “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan) Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya ? Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa) Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi”.

(QS. An Nazi’at [79] : 18-24)

“Zhohir ayat sesungguhnya Fir’aun menyakini bahwasanya Allah berada di atas langit. Dia benar-benar yakin bahwsanya Musa ‘alaihissalam merupakan utusan Allah. Oleh sebab itulah Allah Subhana wa Ta’ala berfirman tentang kondisi Fir’aun,

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا

 “Dan mereka mengingkarinya karena kezholiman dan kesombongan (mereka terhadap kebenaran) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya”.

(QS. An Naml [27] : 14)

Maka kebanyakan orang sebagaimana keadaan mereka bila dibandingkan dengan Fir’aun dalam hal ini, telah sangat melampaui batas (atas ketidaktahuan mereka -pen) bahwasanya Allah berada di atas langit. Oleh karena itu Allah berfirman (وَجَحَدُوا بِهَا) ‘mereka mengingkarinya’ termasuk hal yang diingkari oleh Fir’aun tentang apa yang dia dustakan dari khabar yang dibawa Nabi Musa ‘alaihissalam. Yaitu Pengingkaran bahwasanya Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit. Fir’aun memandang remeh pikiran kaumnya dan mengatakan, ‘Aku akan tunjukkan kepada kalian kedustaan Musa,

يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَبْلُغُ الْأَسْبَابَ (36) أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى

 “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu (jalan menuju langit). (yaitu) pintu-pintu (jalan menuju) langit, supaya aku dapat melihat Tuhannya Musa”. (QS. Ghofir [40] : 36-37)

Al Imam Abu Utsman Isma’il Ash Shobuni (wafat Tahun 449 H) Rohimahullah. Beliau mengatakan,

“(Fir’aun) hanyalah mengatakan yang demikian itu karena dia telah mendengarkan Nabi Musa ‘alaissalam. Nabi Musa pun telah mengingatkan dia bahwasanya Robbnya berada di atas langit. Tidakkah engkau melihat ucapan Fir’aun (yang diabadikan dalam Al Qur’an)

وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا

“Sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta”.

(QS. Ghofir [40] : 37)

Yaitu mendustakan ucapan Musa bahwa sesungguhnya di langit ada Tuhan. Para ulama ummat dan para pembesar imam-imam dari kalangan salaf Rohimahumullah tidak berbeda pendapat/ sepakat bahwasanya Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit beristiwa’ di atas ‘Arsy Nya dan ‘Arsy Nya berada di atas langit”[3].

Intinya Fir’aun yang merupakan orang yang dilaknat Allah, gembongnya orang-orang kafir, bahkan simbol kekufuran dari kalangan manusia sebenarnya menyakini bahwa Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit. Namun dia berusaha mengingkari dan hendak mendustakan apa yang didakwahkan Nabi Musa ‘alaihissalam dengan menyuruh  arsiteknya Haamaan untuk membangun sebuah bangunan yang tinggi untuk melihat ke langit dan membuktikan kedustaan Nabi Musa ‘alaihissalam. Namun malang, usahanya yang dilatarbelakangi kesombongan dan keengganannya menerima kebenaran yang nyata malah menunjukkan betapa dia sebenarnya sudah meyakini ajaran Nabi Musa ‘alaihissalam namun berusaha menutupi apa yang ada di hatinya dengan kekafiran.

 

Lantas apakah anda mau kalah dengan Fir’aun dalam masalah ini  ?

Apakah anda ingin melakukan apa yang dilakukan Fir’aun baru anda meyakini bahwa Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit beristiwa’ di atas ‘Arsy Nya ???!!!!

Jangan sampai keengganan dan kesombongan anda menghalangi anda untuk mengimani hal yang sudah sangat jelas ini menjadikan anda mirip dengan Fir’aun dalam masalah ini.

Ingatlah sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam tentang kesombongan,

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“(yang dimaksud dengan sombong adalah) menolak kebenaran dan merendahkan manusia”[4].

Sigambal,

11 Robi’ul Awwal 1438 H, 26 Nopember 2017 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] Lihat Aqidatus Salaf wa Ashabul Hadits hal. 176 terbitan Darul ‘Ashimah, Riyadh, KSA.

[2] Lihat ‘Aunul Baari bi Bayaan Maa Tadhommanahu Syarh Sunnah Lil Barbahaari hal. 94/I terbitan Dar Imam Ahmad, Kairo, Mesir.

[3] Lihat Aqidatus Salaf wa Ashabul Hadits hal. 176.

[4] HR. Muslim no. 91 dan Abu Dawud 4091.

Tulisan Terkait

Leave a Reply