Diantara Perbedaan Penciptaan Dan Dibangkitkannya Manusia

8 Dec

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Diantara Perbedaan Penciptaan Dan Dibangkitkannya Manusia

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman pada salah satu ayat wahyu pertama diturunkan kepada Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ . خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

“Bacalah dengan menyebut Nama Robbmu yang telah menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah”. (QS. Al ‘Alaq [96] : 1-2)

Pada ayat ini Allah ‘Azza wa Jalla menyebutkan bahwa proses penciptaan manusia melalui tahap gumpalan darah. Dalam ayat lain Dia menjelaskan lebih rinci.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ….

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi……..”. (QS. Al Hajj [22] : 5)

Pada kedua ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa penciptaan manusia melalui beberapa tahapan. Lantas apakah kebangkitan manusia kelak di hari qiyamat juga melalui proses ?

Maka Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘UtsaiminAl ‘Utsaimin Rohimahullah mengatakan[1],

Diantara Perbedaan Penciptaan Dan Dibangkitkannya Manusia 1

“Qudroh Allah ‘Azza wa Jalla sempurna. Hal tersebut dapat terlihat pada kebangkitan. Kebangkitan tidak sama dengan proses penciptaan yang melalui step by step. Anda mendapati bahwa pencipataan baik manusia dan selain manusia mulai dari kecil kemudian tumbuh berkembang hingga sempurna penciptaannya. Sedangkan kebangkitan, maka Dia akan membangkitkan mereka semua dengan sekejap mata. Bacalah firman Allah ‘Azza wa Jalla,

فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ . فَإِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِ

“Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja. Maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi”. (QS. Al Nazi’at [79] : 13-14)

Demikian pula firman Allah Ta’ala,

إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ

“Tiadalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami”. (QS. Yaasiin [36] : 53)

Juga firman Allah Tabaroka wa Ta’ala,

وَمَا أَمْرُنَا إِلَّا وَاحِدَةٌ كَلَمْحٍ بِالْبَصَرِ

“Dan perintah Kami (untuk membangkitkan) hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata”. (QS. Al Qomar [54] : 50)

Syaikh ‘Abdur Rohman As Sa’diy Rohimahullah mengatakan tentang tafsir surat Yaasiin ayat 53 di atas,

يَنْفَخُ فِيْهَا إِسْرَافِيْلُ فِيْ الصُّوْرِ، فَتَحْيَا الْأَجْسَادُ

“Malaikat Isrofiil meniup pada (terompetnya -pen) sekali tiup kemudian hiduplah jasad-jasad”[2].

 

Allahu a’lam.

Ketika Matahari mulai meninggi, 23 Shoffar 1437 H/ 5 Desember 2015 M

Aditya Budiman bin Usman.

[1] Lihat Tafsir Surat Al An’am hal. 196 terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh, KSA

[2] Lihat Taisir Karimir Rohman.

Tulisan Terkait

Leave a Reply