Bolehkah Mengucapkan ‘Almarhum’ untuk Orang Yang Sudah Meninggal ?

14 Apr

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bolehkah Mengucapkan ‘Almarhum’ untuk Orang Yang Sudah Meninggal ?

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Pernahkah kita mengucapkan ucapan seperti judul di atas ? Pernah menulis di depan nama seseorang dengan gelar tersebut ? Temukan jawabannya di sini.

 

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya,

Mengucapkan ‘Almarhum’ untuk Orang Yang Sudah Meninggal 1

“Apa hukum ucapan ‘Fulan Al Marhum[1]’ , ‘Taghommadahullahu bi rohmatih[2]’ dan ‘Intaqola ilaa rohmatillah[3]’ ?”

Beliau Rohimahullah menjawab,

Mengucapkan ‘Almarhum’ untuk Orang Yang Sudah Meninggal 2

“Ucapan ‘Fulan Al Marhum’ atau ‘Taghommadahullahu bi rohmatih’ tidak mengapa diucapkan (boleh –pen). Karena ucapan sebagian kita ‘Al Marhum’ (maksudnya –pen) dalam konteks cita-cita dan harapan, bukanlah dalam konteks khobar/penetapan. Sehingga jika dalam konteks cita-cita dan harapan maka hukumnya tidak mengapa / boleh.

Adapun ucapan ‘Intaqola ilaa rohmatillah’ hukumnya juga demikian. Yang terlihat jelas bagi kami ucapan demikian termasuk dalam konteks harapan bukan dalam konteks khobar/penetapan. Karena khobar/penetapan hal yang demikian merupakan bagian perkara ghoib yang tidak dapat dipastikan. Demikian juga tidaklah dikatakan ‘Intaqola illaa ar Rofiiq al A’laa’ (Yang telah berpindah menuju Kekasih Yang Paling Tinggi / Allah -pen)”.

Kesimpulan dari fatwa di atas :

Boleh mengucapkan ucapan Si Fulan Al Marhum atau Al Marhum Si Fulan asalkan dalam konteks harapan dan cita-cita kita buat si Fulan tersebut. Namun jika konteksnya penetapan / khobar maka tidak boleh. Namun kalau sangat mungkin dihindari lebih selamat jika mengucapkan Rohimahullah. Allahu a’lam.

Sebelum Subuh, 20 Jumadits Tsaniy 1436 H, 10 April 2015 M

Aditya Budiman bin Usman bin Jubir

[1] Maknanya kira-kira ‘Yang mendapat rahmat Allah’.

[2] Maknanya kira-kira ‘Yang Allah melimpahkan rahmat kepadanya’.

[3] Maknanya kira-kira ‘Yang telah berpindah menuju rahmat Allah’.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply