Bolehkah Mendamaikan Suami Istri Dengan Bantuan Sihir ?

9 Feb

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bolehkah Mendamaikan Suami Istri Dengan Bantuan Sihir ?

Alhamdulillah wa S holatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Pertengkaran, percekcokan merupakan sebuah hal yang lumrah terjadi di rumah tangga. Penyebab terjadinyanya pun bermacam-macam. Boleh jadi karena hal-hal yang sepele hingga karena adanya pengaruh sihir. Tak jarang juga semua ini berakhir pada perceraian. Nah, sesuai judul di atas, bolehkah mendamaikan suami istri yang hendak bercerai dengan sihir ?

Pertanyaan :

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah pernah ditanya[1],

Bolehkah Mendamaikan Suami Istri Dengan Bantuan Sihir1

“Apa Hukumnya Mendamaikan Suami Istri Dengan Bantuan Sihir ?”

Jawab :

Beliau Rohimahullah menjawab,

Bolehkah Mendamaikan Suami Istri Dengan Bantuan Sihir2“Hal itu merupakan sesuatu yang haram dan tidak boleh dilakukan. Hal ini disebut Al Athfu (العَطْفُ). Sedangkan sihir yang digunakan untuk memisahkan suami istri disebut Ash Shorfu (الصَرْفُ), ini juga hukumnya haram. Bahkan hal hukumnya dapat menjadi bentuk kekufuran dan kemusyrikan. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

“Keduanya (Harut dan Marut) tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kufur”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin (kauniyah) Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya mereka telah mengetahui dan meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat”. (QS. Al Baqoroh [2] : 102).

 

[Diterjemahkan dari Fataawaa Arkaanil Islaam oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 153 terbitan Dar Tsuroyaa, Riyadh, KSA ]

 

Sigambal, Sebelum Subuh

 

 

 

12 Robi’uts Tsaniy 1436 H/ 2 Februari 2015 M.

Aditya Budiman bin Usman

[1] Lihat Fataawaa Arkaanil Islaam oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 165-166 Terbitan Dar Tsuroya, Riyadh, KSA.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply