Apakah Kita Harus Menganggap Orang Murtad Sebagai Orang Kafir ?

20 Jan

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Apakah Kita Harus Menganggap Orang Murtad Sebagai Orang Kafir ?

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Pertanyaan yang ada pada judul di atas mungkin sebuah pertanyaan sebagian kita kaum muslimin. Pertanyaan semisal ini menjadi amat penting bagi kita untuk mengetahui jawabannya dari ahlinya. Karena sedemikian gencarnya para musuh Islam menyuntikkan racun yang dapat melumpuhkan keislaman seseorang atau bahkan membatalkan keislamannya.

Pertanyaan,

Syaikh DR. Sholeh bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah pernah ditanya,

سؤال : هل تكفير الكافر خاص بالكافر الأصلي أم الكافر المرتد ؟

“Apakah mengkafirkan orang kafir hanya dikhususkan bagi orang yang memang sudah kafir sejak awal atau juga berlaku untuk orang yang murtad ?”

Jawaban,

جواب : نعم, تكفير الكفار عام في الكافر الأصلي و الكافر المرتد. فكلهم يعاملون معاملة واحدة, إلا أن الكافر المرتد يستتاب فإن تاب و إلا يقتل. و أما الكافر الأصلي فتجوز معاهدته, و أما المرتد فلا يترك لأنه أفسد العقيدة واعتدى عليها بعدما عرف الحق فيجب قتله لأنه أصبح عضوا فاسدا.

“Ya, pengkafiran orang kafir bersifat umum, mencakup orang kafir yang dari awal sudah kafir dan orang kafir karena murtad. Semuanya diperlakukan dengan muamalah yang sama. Namun orang yang kafir karena murtad diminta terlebih dahulu untuk bertaubat jika dia ingin bertaubat maka taubatnya diterima. Jika tidak maka dibunuh. Adapun orang yang memang sejak awal sudah kafir maka boleh mengikat perjanjian dengan mereka. Sedangkan orang yang kafir karena murtad maka tidak boleh bersikap lembut padanya karena keyakinan/aqidahnya lebih rusak dan telah melanggar kebenaran (Islam –pen.) setelah dia mengenalnya. Maka diwajibkan membunuhnya karena dia akan memunculkan kedustaan yang rusak”.

 

[Lihat Syarh Nawaaqidul Islam oleh Syaikh DR. Sholeh Al Fauzan Hafidzahullah hal. 94 terbitan Maktabah Ar Rusyd, Riyadh, KSA]

 

 

 

 

Setelah ‘Isya 24 Shofar 1436 H/ 16 Desember 2014 M. Aditya Budiman bin Usman

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply