Antara Tujuan Penciptaan Manusia dan Kenyataan

21 Nov

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Antara Tujuan Penciptaan Manusia dan Kenyataan

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

[Al Qur’an adalah Kitab yang Tiada Keraguan Padanya]

Al Qur’an adalah sebuah mu’jizat teragung yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dan diwariskan kepada seluruh ummatnya. Bahkan ia adalah mu’jizat yang kekal abadi, tidak sebagaimana mu’jizat yang Allah ‘Azza wa Jalla turunkan kepada Nabi-Nabi terdahulu. Lihatlah kenyataannya, apakah mu’jizat yang demikian banyak yang Allah berikan kepada Nabi Musa ‘alaihissalam masih dapat kita saksikan ?! Namun Al Qur’an adalah mu’jizat yang akan senantiasa ada dan dapat kita saksikan bersama kapan pun, di belahan bumi manapun.

Demikian juga Al Qur’an adalah kitab suci yang tiada keraguan di dalamnya. Hal ini Allah Subhanahu wa Ta’ala tegaskan pada awal-awal surat Al Baqoroh yang merupakan surat kedua di dalam Al Qur’an.

ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

“Ini adalah kitab yang tiada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa”. ( QS. Al Baqoroh [2] : 2).

Maka lihatlah saudaraku, betapa Allah telah memulai Al Qur’an dengan sebuah pernyataan sekaligus tantangan yang tidak akan kita dapatkan di selain Al Qur’an.

[Tujuan Penciptaan dan Kenyataan Manusia]

Diantara hal yang mungkin kita pikirkan atau terbersit di dalam hati salah seorang dari kita, “Tidak Allah menciptakan seluruh manusia dan jin melainkan hanya untuk menyembahNya/beribadah hanya kepadanya[1]” namun di satu sisi kita temukan bahwa ada manusia yang kufur demikian juga jin.

Nah penjelasan mengenai hal ini dapat dengan mudah kita temukan di dalam Al Qur’an yaitu pada firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dia (Allah) yang menciptakan kalian, diantara kalian ada yang kafir dan ada yang beriman. Allah adalah Dzat Yang Maha Melihat atas apa yang kalian kerjakan”. ( QS. At Taghobun [64] : 2).

Al Imam Abul Fida’ ‘Isam’il bin ‘Umar bin Katsir Ad Dimasyqiy atau yang terkenal dengan Ibnu Katsir rohimahullah mengatakan berkaitan dengan ayat ini,

وَقَوْلُهُ: { هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ } أَيْ: هُوَ الْخَالِقُ لَكُمْ عَلَى هَذِهِ الصِّفَةِ، وَأَرَادَ مِنْكُمْ ذَلِكَ، فَلَا بُدَّ مِنْ وُجُوْدِ مُؤْمِنٍ وَكَافِرٍ، وَهُوَ الْبَصِيْرُ بِمَنْ يَسْتَحِقُّ الْهِدَايَةَ مِمَّنْ يَسْتَحِقُّ الْضَّلَالَ، وَهُوَ شَهِيْدٌ عَلَى أَعْمَالِ عِبَادِهِ، وَسَيَجْزِيهِمْ بِهَا أَتَمَّ الْجَزَاءُ؛ وَلِهَذَا قاَلَ: { وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ }

“Firman Allah (هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ) maksudnya bahwa Allah adalah Pencipta kalian dalam keadaan yang demikian, Dia jugalah yang menginginkan hal itu. Maka dijumpai ada (diantara ciptaanNya) yang beriman dan kafir. Namun Dia adalah Dzat Yang Maha Mengetahui siapa diantara mereka yang layak mendapatkan hidayah (iman) dan siapa diantara mereka yang layak mendapatkan kesesatan (kufur). Demikian juga dia adalah Dzat Yang Menyaksikan perbuatan hamba-hambanya dan Dia akan membalas mereka atas perbuatan mereka dengan balasan yang sempurna oleh karena itu Allah berfirman (وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِير)” [2].

Maka dengan demikian terjawablah pertanyaan di atas. Mudah-mudahan bermanfaat.

Sigambal, Setelah Isya’ 24 Dzul Hijjah 1432 H / 20 Nopember 2011

 

 

Aditya Budiman bin Usman

 


[1] Lihat penjelasan mengenai hal ini di tulisan kami yang berjudul “Allah Menciptakan Seluruh Mahluk agar Mereka Mentauhidkan-Nya Semata dalam Seluruh Ibadah”

[2] Lihat Shohih Tafsir Ibnu Katsir oleh Syaikh Musthofa Al Adawiy hafidzahullah hal. 456/IV terbitan Dar Ibnu Rojab, Kairo Mesir.

Tulisan Terkait

Leave a Reply