Wasiat Salaf Tentang Iblis

27 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Wasiat Salaf Tentang Iblis

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Tak henti-hentinya Iblis dan bala tentaranya menggoda anak keturunan Adam ‘alaishissalam. Bahkan dia telah bersumpah kepada Allah ‘Azza wa Jalla akan berusaha sekuat kemampuannya untuk menggoda manusia. Allah Tabaroka wa Ta’ala mengabadikannya dalam Firman Nya,

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (39) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (40

“Iblis berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Mu yang mukhlis di antara mereka”. (QS. Al Hijr [15] : 39-40).

Diantara senjata iblis dan bala tentaranya untuk menggoda manusia adalah dengan tablis dan ghurur. Apa makna keduanya ? Simak penuturan Ibnul Jauziy Rohimahullah,

Wasiat Salaf Tentang Iblis 1

Talbis adalah menampakkan kebatilan dalam bentuk/potret kebenaran. Sedangkan ghurur adalah bentuk kejahilan/kebodohan yang membuat pemiliknya menyakini sebuah kerusakan sebagai kebenaran dan suatu yang buruk diyakini baik. Sebabnya adalah adanya syubhat yang menjadikan demikian”[1].

Lantas bagaimana kok bisa jadi begitu ? Bagaimana solusinya ?

Beliau melanjutkan,

Wasiat Salaf Tentang Iblis 2

Sesungguhnya iblis hanya dapat masuk kepada manusia sekadar kemampuan yang mengungkinkannya. Kemungkinan/kadar tersebut akan bertambah atau berkurang sesuai kadar [1] kewaspadaan manusia, [2] kelalalain mereka, [3] kejahilan/kebodohan mereka dan [4] ilmu (agama –pen) mereka[2].

Lantas bagaimana prosesinya ?

Kemudian beliau memberikan gambaran bagaimana proses iblis menggoda manusia.

Wasiat Salaf Tentang Iblis 3

“Ketahuilah bahwa hati laksana benteng. Pada benteng itu terdapat pagar. Pagar ini memiliki pintu-pintu. Penghuni benteng ini adalah akal/hati. Malaikat datang dan pergi dari benteng. Disamping benteng ini ada tempat untuk hawa nafsu. Sedangkan syaithon silih berganti menuju tempat hawa nafsu tanpa ada penghalang. Perang akan terjadi antara penghuni benteng dengan syaithon penghuni tempat hawa nafsu. Syaithon terus menerus mengililingi benteng untu mencari saat dimana penjaga benteng lengah dan menyusup diantara celah yang ada di pagarnya. Maka penjaga harus mengenal seluruh pintu-pintu yang ada pada benteng yang dia ditugasi menjaganya. Demikian juga seluruh celah yang ada di pagarnya tempat musuh menyusup. Penjaga benteng juga jangan pernah lengah sekedip mata pun karena musuh selalu mengintai[3].

Mengapa kita harus terjaga dan jangan pernah lengah ?? Karena inilah jawaban Al Hasan Al Bashriy Rohimahullah.

Wasiat Salaf Tentang Iblis 4

“Seorang lelaki bertanya kepada Al Hasan Al Bashriy, ‘Apakah iblis tidur ?’ Maka beliau Rohimahullah menjawab, “Seandainya dia (iblis) tidur maka tentulah kita bisa istirahat[4].

Ibnul Jauziy Rohimahullah melanjutkan[5] proses yang terjadi di benteng.

Wasiat Salaf Tentang Iblis 5

“Benteng ini akan bercahaya dengan dzikir[6], bersinar dengan iman[7]. Pada benteng ini terdapat cermin yang bersih dan bening. Setiap yang melewatinya akan terlihat. Perkara pertama yang dilakukan syaithon dari markasnya adalah memperbanyak asap agar dinding benteng menghitam dan cerminpun menjadi kotor. Kesempurnaan berfikir akan mampu mengusir asap ini sedangkan senantiasa berdzikir akan membuat cermin kembali bening”.

Wasiat Salaf Tentang Iblis 6

“Musuh memiliki pasukan. Terkedang menyerang, masuk ke benteng. Kemudian penjaga benteng mengusirnya dan dia keluar. Terkadang dia masuk kemudian merusa bahkan tak jarang sampai tinggal di sana karena penjaganya lalai. Terkadang angin yang seharusnya mengembus namun tidak berhembus hingga dinding menjadi hitam dan cermin menjadi kusam. Akibatnya syaithonpun melewatinya tanpa tertangkap oleh cermin. Terkadang penjaga dicederai karena dia lalai, kemudian ditawan dan mencari-cari cara untuk memperturutkan hawa nafsu dan membantunya. Terkadang dia malah seperti orang yang sangat mahir/fakih dalam keburukan”.

Wasiat Salaf Tentang Iblis 7

Sebagian salaf mengatakan, “Aku pernah melihat syaithon kemudian dia mengatakan, “Dahulu aku bertemu manusia maka aku ajari mereka. Namun sekarang aku bertemu mereka bahkan mereka yang mengajari aku”.

Wasiat Salaf Tentang Iblis 8

Ikatan paling kuat untuk mengikat tawanan adalah jahl/kebodohan, ikatan yang kuatnya sedang adalah dorongan hawa nafsu. Sedangkan ikatan yang paling ringan adalah kelalailan. Namun selama seorang yang beriman memakai baju besi iman maka anak panah yang musuh tidak akan menembus bagian terpentingnya”.

Wasiat Salaf Tentang Iblis 9

Al Hasan bin Sholeh Rohimahullah mengatakan, “Sesungguhnya syaithon bena-benar akan membukakan 99 pintu kebaikan bagi seorang hamba namun dengan itu di baliknya syaithon ingin membuka 1 pintu keburukan”.

Wasiat Salaf Tentang Iblis 10

“Dari Al A’masy, dia berkata, “Seorang laki-laki mengabarkan kepadaku bahwa dia pernah berbicara dengan jin. Para jin mengatakan, “Tidak ada yang lebih berat bagi kami dari pada orang yang benar-benar mengikuti sunnah Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam. Sedangkan pengikut hawa nafsyu maka sesungguhnya kami benar-benar sedang mempermainkannya”.

 

Kesimpulannya :

  1. Cara terbaik untuk melepaskan diri dari gangguan syaithon adalah dengan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

  2. Cara agar kita dapat memberdakan talbis dan ghurur adalah dengan ilmu agama.

  3. Meningkatkan kewaspadaan terhadap dua cara iblis di atas dapat mempersempit jalan masuk iblis karena dia tidak tidur.

  4. Iblis dapat menipu kita dengan membiarkan kita mengamalkan sebuah hal yang terlihat baik namun target utamanya adalah kemaksiatan yang lebih besar.

 

Selesai Subuh, 8 Sya’ban 1436 H, 26 Mei 2015 M

Bersama Hudzaifah.

[1] Lihat Al Muntaqoo An Nafiis min Talbis Ibliis hal. 61-63 terbitan Dar Ibnul Jauziy, Riyadh, KSA.

[2] Idem.

[3] Idem hal. 61-62.

[4] Idem hal. 62.

[5] Idem.

[6] Tentang makna dzikir silakan lihat di sini.

[7] Tentang makna iman silakan lihat di sini.

Tulisan Terkait

Leave a Reply