Trik dari Salaf dalam Meresapi Ayat Al Qur’an

22 Jun

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Trik dari Salaf dalam Meresapi Ayat Al Qur’an

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Bulan dimana Al Qur’an diturunkan telah datang. Bulan penuh kemuliaan. Bulan yang penuh keberkahan.

Para shahabat Rodhiyallahu ‘anhum merupakan sebaik-baik generasi ummat Islam. Kemudian generasi setelah mereka dari kalangan Tabi’in. Kemudian generasi setelah mereka yaitu tabi’ut tabi’in. Merekalah yang benar-benar mempelajari dan mengamalkan Al Qur’an Al Karim. Kedalaman pemahaman dan keluasan pengetahuan mereka tentang Al Qur’an merupakan sebuah hal yang tidak perlu diragukan lagi.

Namun yang jadi pertanyaan, ‘bagaimana mereka mampu meresapi makna ayat Al Qur’an kemudian mengamalkannya ??’

Maka simak apa yang dituturkan Imam Nawawiy Rohimahullah,

 فصل في استحباب ترديد الآية للتدبر

وقد بينا في الفصل قبله الحث على التدبر وبيان موقعه وتأثر السلف به

“Fasal dianjurkannya mengulang-ulang ayat untuk mentadabburinya

Telah kami kemukakan pada fasal sebelumnya anjuran untuk mentadabburi ayat (Al Qur’an) dan penjelasan kejadian dan pengaruh mendatabburi (Al Qur’an) pada diri para salaf[1]”.

وعن تميم الداري رضي الله عنه أنه كرر هذه الآية حتى أصبح :

(أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ)

‘Dari Tamim Ad Daariy Rodhiyallahu ‘anhu, “Bahwa sesungguhnya dia mengulang-ulang ayat ini hingga subuh :

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ

“Apakah orang-orang yang membuat keburukan/kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh”. (QS. Al Jaatsiyah [45] : 21)[2]

Kemudian Imam An Nawawiy Rohimahullah menukil riwayat lainnya.

عن عبادة بن حمزة قال دخلت على أسماء رضي الله عنها وهي تقرأ :

(فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ)

فوقفت عندها فجعلت تعيدها وتدعو فطال علي ذلك فذهبت إلى السوق فقضيت حاجتي ثم رجعت وهي تعيدها وتدعو ورويت هذه القصة عن عائشة رضي الله تعالى عنها

‘Dari ‘Ubadah bin Hamzah, dia berkata, “Aku menungunjuni Asma’ Rodhiyallahu ‘anha dan dia sedang membaca firman Allah Ta’ala,

فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ

“Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka”. (QS. Ath Thuur [45] : 21)

Dia berhenti pada ayat itu, mengulang-ulangnya dan berdo’a. Hal itu berlangsung sangat lama lantas akupun menuju pasar untuk menunaikan keperluanku. Lalu aku kembali ingin menemuinya sedangkan dia masih mengulang-ulang ayat itu dan berdo’a. Kisah ini kami riwayatkan dari ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘anha”.

وردد ابن مسعود رضي الله عنه : رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu mengulang-ulang firman Allah Ta’ala,

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

“Wahai Robbku, tambahkanlah kepadaku ilmu”. (QS. Thoohaa [20] : 114)

وردد سعيد بن جبير : وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ.

وررد أيضا : فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (70) إِذِ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ. الآية

وررد أيضا : مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ.

Sa’id bin Jubair Rodhiyallahu ‘anhu mengulang-ulang firman Allah Ta’ala,

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ.

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah”. (QS. Al Baqoroh [2] : 281)

Beliau juga mengulang-ulang firman Allah ‘Azza wa Jalla,

فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (70) إِذِ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ

“Kelak mereka akan mengetahui. Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka”. (QS. Mukmin [40] : 70-71)

Beliau juga mengulang-ulang firman Allah ‘Azza wa Jalla,

مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ

“Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah”. (QS. Al Infithor [82] : 6)

وكان الضحاك إذا تلا قوله تعالى : لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ . رددها إلى السحر

Adh Dhohak biasanya ketika membaca firman Allah Ta’ala,

مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ

Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api)”. (QS. Az Zumar [39] : 16)

Beliau mengulang-ulangnya hingga tiba waktu sahur (sepertiga malam akhir menjelang subuh)”.

[Sekian kutipan dari Kitab At Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an oleh An Nawawiy Rohimahullah hal. 88-89 terbitan Maktabah Ibnu ‘Abbas, Kairo, Mesir]

Mari berusaha memperbanyak membaca Al Qur’an sembari mendatabburi makna dan kandungannya serta mengamalkannya.

 

Malam Kamis, Selesai Tarawih, 1 Romadhon 1436 H, 17 Juni 2015 M

 

 

Al Faaqir ilaa Maghfiroti Robbihi

Aditya Budiman bin Usman.

[1] Untuk meninjau fasal yang dimaksudkan beliau silakan rujuk tulisan kami di sini.(https://alhijroh.com/adab-akhlak/bukan-hanya-sekedar-membaca/)

[2] HR. Ibnu Abu Syaibah (362/II) dengan sanad yang shohih. Allahu a’lam.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply