Tips Ulama Buat Menuntut Ilmu (1)

1 Jan

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tips Ulama Buat Menuntut Ilmu (1)

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Ilmu agama merupakan sebuah kemulian di dalam Islam. Dalilnya ?? Banyak sekali sulit untuk menghitung jumlahnya. Gak percaya coba aja sendiri. Cukuplah di kesempatan ini sebuah do’a yang sering dihaturkan Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam memohon kepada Penciptanya,

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ فِي دُبُرِ الْفَجْرِ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Dari Ummu Salamah Rodhiyallahu ‘anhu (salah satu istri beliau -pen), ‘Sesungguhnya Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam biasa mengucapkan do’a setelah selesai sholat subuh,

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima”[1].

Mungkinkah Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam sering meminta sesuatu yang tidak berguna atau kurang berguna ??!!!

Bagaimana cara,tips untuk meraih ilmu tersebut ?

Langsung saja, berikut kami nukilkan sebab-sebab yang dapat membantu mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah mengatakan[2],

“Sebab-sebab yang dapat membantu untuk menuntut ilmu itu banyak, berikut diantaranya :

Pertama : Taqwa

Dia merupakan wasiat Allah bagi hamba-hambanya terdahulu maupun yang setelah mereka. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا

“Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu, bertaqwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu ingkar maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya dan Maha Terpuji”. (QS. An Nisa [4] : 131).

Taqwa juga merupakan wasiat Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam untuk ummatnya. Diriwayatkan dari Abu Umamah Shudhay bin ‘Ajlan Al Baahili Rodhiyallahu ‘anhu. Dia mengatakan, ‘Aku pernah mendengar Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam berkhutbah pada haji wada’/perpisahan,

اتَّقُوا الله وَصلُّوا خَمْسَكُمْ ، وَصُومُوا شَهْرَكُمْ ، وَأَدُّوا زَكاةَ أَمْوَالِكُمْ ، وَأَطِيعُوا أُمَرَاءكُمْ تَدْخُلُوا جَنَّةَ رَبِّكُمْ

“Bertaqwalah kalian kepada Robb kalian, sholat 5 waktulah, puasalah di bulan kalian berpuasa, tunaikanlah zakat harta-harta kalian dan ta’atlah kalian kepada pemimpin kalian. Maka masuklah kalian ke surga Robb kalian”[3].

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah menjelaskan[4],

“Makna taqwa adalah seorang hamba menjadikan antara dirinya dan hal yang ditakutinya tameng yang menjadi pelindungnya. Taqwa seorang hamba kepada Robb nya adalah dia menjadikan antara dirinya dan Dzat yang dia takutinya kemurkaannya sebuah tameng yang digunakannya sebagai pelindung. Dengan melakukan keta’atan kepada Nya dan menjauhi perbuatan maksiat terhadap Nya”.

Dalil yang dijadikan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah sebagai pendukung sebab ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا

 “Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqon”. (QS. Al Anfal [8] : 29).

Beliau menjelaskan pendalilannya[5],

“Firman Allah (يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا) ‘Kami akan memberikan kepadamu Furqon’ yaitu menjadikan pembeda untuk kalian antara kebenaran dan kebathilan serta sesuatu yang berbahaya dan bermanfaat. Termasuk dalam hal ini ilmu yang bermanfaat dari sisi pandang bahwa Allah tidak membukan ilmu ini bagi seluruh orang. Sesungguhnya ketakwaan terlaksana dengan adanya penambahan hidayah dan tambahan ilmu serta hafalan”.

diriwayatkan bahwa Imam Syafi’i Rohimahullah pernah menyebutkan,

 

Aku mengadu kepada Waqi’ tentang buruknya hafalanku…

Maka dia memberikanku petunjuk untuk meninggalkan maksiat…

Beliau mengatakan,

                Ketahuilah sesungguhnya ilmu itu cahaya….  

                Dan Cahaya Allah tidak dia berikan untuk orang yang bermaksiat…..”.

 

“Tidak diragukan bahwasanya seseorang semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula kemampuannya untuk membedakan antara kebenaran dan kebathilan, hal yang berbahaya dan yang bermanfaat. Demikian pula termasuk dalam hal ini, Allah akan membukakan bagi seorang tersebut pintu pemahaman. Karena ketaqwaan merupakan sebab pemahaman yang kokoh/bagus. Pemahaman yang kokoh/bagus akan menghasilkan tambahan ilmu.

Anda dapat melihat dua orang lelaki yang keduanya sama-sama menghafal ayat Al Qur’an. Salah seorang hanya mampu memetik 3 faidah dari ayat tersebut. Sedangkan yang satunya mampu memetik lebih dari itu tergantung kemampuan memahami yang Allah berikan kepadanya. Karena ketaqwaan merupakan sebab bertambahnya pemahaman”.

 

Ringkasnya :

Ilmu agama merupakan cahaya yang dengannya seseoran mampu membedakan mana kebenaran dan kebathilan. Cahaya ini hanya Allah berikan kepada orang-orang yang bertaqwa.

 

 

 

Allahu a’lam.

28 Robi’ul Awwal 1438 H | 28 Desember 2016,

 

Aditya Budiman bin Usman

[1] HR. Ibnu Majah no. 925, hadits ini dinyatakan shohih oleh Al Albani Rohimahullah.

[2] Lihat Kitabul Ilmi oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah hal. 56 terbitan Dar Tsuroya, Riyadh, KSA.

[3] HR. Abu Dawud no. 1955, Tirmidzi no. 616. Hadits ini dinilai shohih oleh Al Albani Rohimahullah.

[4] Lihat Kitabul Ilmi hal. 56

[5] Idem hal. 58.

Tulisan Terkait

Leave a Reply