Tholibul Ilmi Jangan Begini Ya…

13 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tholibul Ilmi Jangan Begini Ya…

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Langsung sajalah ya… Seorang tholibul ilmi (penuntut ilmu syar’i) harusnya laksana ghoits hujan yang bermanfaat. Dimana saja dia ada akan memberikan manfaat pada tempat dia menetap. Tempat menetap seorang tholibul ilmu setelah mesjid dan madrasah adalah rumahnya. Sedangkan teman akrab seorang tholibul ilmi seharusnya adalah anak-anak dan istrinya.

Namun kadang kenyataan berbanding terbalik dengan teori ini. Sebuah kesalahan dalam adab dan akhlak sering membuat orang yang seharusnya memiliki hak besar atas diri seorang tholibul ilmu malah terabaikan. Wahai saudaraku, ketahuilah Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”.

(QS. At Tahrim [66] : 6)

Demikian seharusnya. Sulit memang mendakwahi keluarga sendiri, terutama bila dahulunya kita mantan pelaku maksiat. Namun itulah tantangannya. Di keluarga kita lebih dituntut dengan da’wah bil haal atau dakwah dengan sikap nyata. Sikap nyata ini lebih menjurus kepada akhlak yang mulia. Ini jauh lebih efektif daripada ceramah.

Terkait dengan judul di atas, ada sebuah nasihat yang bagi kita para tholibul ilmi dari seorang tabi’in. Beliau adalah Abu Hazim Rohimahullah. Beliau mengatakan sebagaimana yang diriwayatkan dari Ya’qub bin Abdur Rohman,

Tholibul Ilmi Jangan Begini Ya 1

“Orang yang buruk akhlaknya adalah orang yang paling celaka dari seluruh manusia (dengan buruknya akhlaknya -pen) padahal dirinya adalah sosok yang berada di antara dua lambungnya sendiri. Dirinya sendiri akan mendapatkan dampak yang buruk dari akhlaknya tersebut. Kemudian setelah itu istrinya lalu anaknya. Sampai-sampai ketika dia masuk rumahnya, sesungguhnya (semula) istri dan anaknya sedang dalam keadaan senang, ceria, riang gembira. Lantas ketika mereka mendengar suara anda masuk serta merta mereka pun lari (masuk kamar mungkin) karena takut akhlak buruk anda. Sampai-sampai hewan yang ada di rumahnya pun menghindar darinya karena sering dilempari batu olehnya. Demikian pula anjing (pemburunya mungkin –pen) lompat tembok karena takut akhlak buruknya juga. Bahkan kucingnya pun lari tunggang langgang karena takut dengan keburukan akhlaknya”[1].

Jangan sampai gitu ya…

Dicuplik dari Ma’alim fi i Thoriq Tholabil Ilmi hal. 115-116 cet Darul ‘Ashomah, Riyadh, KSA

 

Setelah Isya, 22 Robi’ul Awwal 1437 H, 1 Januari 2016 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] As Siyar A’lam An Nubala hal. 99/VI.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply