Siapa Bilang Pacaran Haram ??

2 Oct

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Siapa Bilang Pacaran Haram ??

Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Hanya kepadaNya kita memuji, meminta tolong, memohon ampunan, bertaubat dan memohon perlindungan atas kejelekan-kejelekan diri dan amal-amal yang buruk. Barangsiapa yang diberi Allah petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesesatkannya dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberikannya hidayah taufik. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan tiada sekutu baginya. Aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hambaNya dan UtusanNya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatnya ridwanulloh ‘alaihim jami’an.

Adalah suatu hal yang telah menyebar luas dikalangan masyarakat sebuah kebiasaan yang terlarang dalam islam namun sadar tak sadar telah menjadi suatu hal yang sangat sering kita lihat bahkan sebahagian orang menganggapnya adalah suatu hal yang boleh-boleh saja, kebiasan tersebut adalah apa yang disebut sebagai pacaran. Oleh karena itu maka penulis mencoba untuk memaparkan sedikit tinjauan islam tentang hal ini dengan harapan penulis dan pembaca sekalian dapat memahami bagaimana islam memandang pacaran serta kemudian dapat menjauhinya.

Pacaran yang dikenal secara umum adalah suatu jalinan hubungan cinta kasih antara dua orang yang berbeda jenis yang bukan mahrom dengan anggapan sebagai persiapan untuk saling mengenal sebelum akhirnya menikah[1].

Inilah mungkin definisi pacaran yang banyak tersebar dikalangan muda-mudi. Maka atas dasar inilah kebanyakan orang menganggap bahwa hal ini adalah suatu yang boleh-boleh saja, bahkan lebih parahnya lagi dianggap aneh kalau menikah tanpa pacaran terlebih dahulu –wal ‘iyyadzubillah –. Lalu jika demikian bagaimanakah tinjauan islam tentang hal ini? Berikut penulis coba jelaskan sedikit kepada pembaca –sesuai dengan ilmu yang sampai kepada penulis– bagaimana islam memandang pacaran.

Pacaran adalah suatu yang sudah jelas keharamannya dalam islam, dalil tentang hal ini banyak sekali diantaranya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla :

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan”. (Al Isra’ [17] : 32).

Ayat ini adalah dalil tegas yang menunjukkan haramnya pacaran.

Berkaitan dengan ayat ini seorang ahli tafsir Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah- mengatakan dalam tafsirnya,

Larangan mendekati suatu perbuatan nilainya lebih daripada semata-mata larangan melakukan suatu perbuatan karena larangan mendekati suatu perbuatan mencakup larangan seluruh hal yang dapat menjadi pembuka/jalan dan dorongan untuk melakukan perbuatan yang dilarang”.

Kemudian Beliau –rahimahullah- menambahkan sebuah kaidah yang penting dalam hal ini,

Barangsiapa yang mendekati suatu perbuatan yang terlarang maka dikhawatirkan dia terjatuh pada suatu yang dilarang[2].

Hal senada juga sebelumnya dikatakan penulis Tafsir Jalalain demikian juga Asy Syaukanirahimahullah- namun Beliau menambahkan, “Jika suatu yang haram itu telah dilarang maka jalan menuju keharaman tersebut juga dilarang dengan melihat maksud pembicaran[3]. Bahkan diakatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaiminrahimahullah-,termasuk dalam ayat ini larangan melihat wanita yang bukan istrinya (yang tidak halal baginya, pen.), mendengarkan suaranya, menyentuhnya, sama saja apakah ketika itu dia sengaja untuk bersenang-senang dengannya ataupun tidak”[4]. Dari penjelasan para ulama ini jelaslah bahwa pacaran dalam islam hukumnya haram karena pacaran termasuk dalam perkara menuju zina yang Allah haramkan ummat nabiNya untuk mendekatinya.

Jika ada yang mengatakan bahwa pacaran belumlah dapat dikatakan sebagai perbuatan menuju zina, maka kita katakan kepadanya bukankah orang yang paling tahu tentang perkara yang dapat mendekatkan ummatnya ke surga dan menjauhkannya dari api neraka telah mengatakan :

وَ احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ وَ غَضُّوْا أَبْصَارَكُمْ وَ كَفُّوْا أَيْدِيَكُمْ

Jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan-pandangan kalian dan tahanlah tangan-tangan kalian”.[5]

Dalam hadits yang mulia ini terdapat perintah untuk menundukkan pandangan dan

hukum asal dari suatu perintah baik itu perintah Allah ‘Azza wa Jalla ataupun perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib dan adanya tunututan untuk melaksanakan apa yang diperintahkan dengan segera[6].

Maka jelaslah bahwa pacaran adalah suatu yang diharamkan dalam islam.

Kemudian jika ada yang mengatakan kalau seandainya pacaran tidak dibolehkan maka bagaimanakah dua orang insan bisa menikah padahal mereka belum saling kenal?

Maka kita katakan pada orang yang beralasan demikian dengan jawaban yang singkat namun tegas bukankah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik petunjuk? Bukankah Beliau adalah orang yang paling kasih kepada ummatnya tidak memberikan petunjuk yang demikian? Firman Allah ‘Azza wa Jalla,

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, amt berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. (At Taubah [9] : 128).

Kata حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ pada ayat di atas ditafsirkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’dirahimahullah- berarti bahwa, “Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang mencintai kebaikan kepada kita ummatnya, mengerahkan seluruh kesungguhannya dalam rangka menyampaikan kebaikan kepada mereka, bersemangat untuk dapat memberikan hidayah (irsyad, pent.) berupa iman kepada mereka, tidak suka jika kejelekan menimpa mereka dan menegerahkan seluruh usahanya untuk menjauhkan mereka dari kejelekan[7]. Dengan demikian ayat di atas jelas menunjukkan bahwa Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling kasih pada ummatnya dan paling menginginkan kebaikan untuk mereka namun Beliau tidaklah mengajarkan kepada ummatnya yang demikian. Simak pula sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ

Sesungguhnya tidak ada Nabi sebelumku kecuali wajib baginya menunjukkan kepada umatnya kebaikan yang dia ketahui untuk umatnya, dan mengingatkan semua kejelekan yang dia ketahui bagi umatnya…”.[8]

Maka hendak kemanakah lari orang yang berpendapat kalau seandainya pacaran tidak dibolehkan maka bagaimanakah dua orang insan bisa menikah padahal mereka belum saling kenal? Bukankah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan dan mempraktekkan bagaimana tatacara menuju pernikahan? Apakah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan kepada kita  cara mencari pasangan hidup dengan pacaran? Wahai pengikut hawa nafsu hendak kemanakah lagi engkau palingkan sesuatu yang telah jelas dan gamblang ini ??!!!

Kalau seandainya yang demikian dapat mengantarkan kepada kebaikan tentulah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkannya kepada kita.

Sebagai penutup kami nukilkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang posisi shaf laki-laki dan perempuan dalam sholat, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan :

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama, sejelek-jeleknya adalah yang paling akhir dan Sebaik-baik shaf perempuan adalah yang paling akhir, sejelek-jeleknya adalah adalah yang paling awal”.[9]

Maka renungkan wahai saudaraku

apakah lebih layak orang –bukan suami istri­­– yang tidak sedang dalam keadaan beribadah kepada Allah untuk berdekatan, berdua-duan dan bermesra-mesraan serta merasa aman dari perbuatan menuju zina padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia mengatakan yang demikian !!!??

Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyatakan :

ما نَهَيتُكُمْ عَنْهُ ، فاجْتَنِبوهُ

“Semua perkara yang aku larang maka jauhilah[10]

Allahu Ta’ala a’lam bish showaab, mudah-mudahan yang sedikit ini dapat menjadi renungan bagi orang-orang yang masih melakukannya dan bagi kita yang tidak mudah-mudahan Allah jaga anak keturunan kita darinya.

Menjelang malam, 17 Jumadi Tsaniyah 1430/11 Juni 2009.

Abu Halim Budi bin Usman As Sigambali

Yang selalu mengharap ampunan Robbnya


[1] Jika tujuannya seperti ini saja terlarang bagaimana jika tidak dengan tujuan yang demikian semisal hanya ingin berbagi rasa duka dan bahagia ??!! Tentulah hukumnya lebih layak untuk dikatakan haram.

[2] Lihat Taisir Karimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan hal. 431 terbitan Dar Ibnu Hazm Beirut, Libanon.

[3] Lihat Fathul Qodhir hal. 258, terbitan Maktabah Syamilah.

[4] Lihat Syarh Al Kabair hal. 60 terbitan Darul Kutub Al Ilmiyah, Beirut, Lebanon.

[5] HR. Ibnu Khuzaimah no. 91/III, Ibnu Hibban no. 107, Al Hakim no. 358-359/IV, Ahmad no. 323/V, Thobroni no. 49/I dan Baihaqi no. 47/II, dan dihasankan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1525.

[6] Lihat Ushul Min Ilmi Ushul oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin –rahimahullah– hal. 24 terbitan Darul Aqidah Iskandariyah, Mesir.

[7] Lihat Taisir Karimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan hal. 334 terbitan Dar Ibnu Hazm Beirut, Libanon.

[8] HR. Muslim no. 1844 dari jalan Ibnu Amr radhiyallahu ‘anhu.

[9] HR. Muslim no. 132 dan lain-lain.

[10] HR. Bukhori no. 7288, Muslim no. 1337.

Tulisan Terkait

542 Comments ( ikut berdiskusi? )

  1. Mia O
    Feb 13, 2016 @ 09:16:26

    Assalamualaikum
    Terimakasih tulisan,y sgt bermanfaat sekali.
    Jujur sy adalh org yg sangat pemilih maka dr itu sy belum pernah berpacaran.
    Seperti yg sudah dijelaskan diatas, jelas bahwa dlm Islam pacaran itu haram tp knp orang islam sendiri byk dan bahkan sy memiliki sebagian teman pdhl mereka *maaf “Santri” ya bisa dibilang lumayan mengerti lah dlm hal agama tp mereka berpacaran dan menganggap itu hanya hasrat manusia, mereka sebenarny tau tp knp mereka melakukan’y?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Feb 14, 2016 @ 21:45:00

      Alaikumussalam.
      Itulah ilmu yg ada pada mereka hanya sebatas wawasan saja tidak membuahkan rasa takut melanggar aturan Allah. Allahu a’lam

      Reply

    • Alfattah
      Jul 14, 2016 @ 10:09:38

      siip i like it…

      syukron atas penjelasannya

      Reply

  2. kiroman syam
    Feb 18, 2016 @ 07:16:51

    kalou sudah jelas kenapa ente bilang dengan judul siapa bilang pacaran haram.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Feb 18, 2016 @ 08:04:08

      Saudara kami Kiroman Syam… silakan baca komen di atas.. Di sana sudah ada penjelasannya. Syukron

      Reply

    • yazid
      Jun 18, 2016 @ 06:28:02

      siapa bilang pacaran haram? yg bilang adalah Allah SWT, rasul Muhammad, beserta penjelasan2 diatas

      Reply

  3. Ridlwan
    Feb 21, 2016 @ 05:35:45

    MaasyaaAllah, luar biasa

    Reply

  4. mega ramadhani
    Feb 21, 2016 @ 14:24:05

    Assalamu’alaikum.. ustadz, saya mau bertanya. Kalau kita baru putus sama pacar pastinyakan sakit hati. Kira2 ada gak surah buat ngatasin sakit hati karena putus cinta. Terimakasih..

    Reply

    • Aditya Budiman
      Feb 21, 2016 @ 14:34:09

      Alaikumussalam
      Cintai Dzat Yang Menciptakan Rasa Cinta

      Reply

  5. Hardiansyah
    Feb 25, 2016 @ 23:07:36

    Sy jga tdk setuju dgn pacaran, mnurut sy jka ingin saling mngenal dgn sungguh2, satu mnggupun ckup utk saling terbuka dan jujur satu sama lain. Jka tkut salah mmilih pasangan itu mngkin krn kta terlalu bergantung kpd mnusia, bsa kah kta mengandalkn Allah utk mmilihkan kta jodoh yg baik utk kta? Knp kta lupa bahwa ada Allah yg maha mengatur, maha tahu, dan maha mampu? Apakah kta ragu dg kemampuan Allah shingga kta hrus tunduk pda perkataan manusia dan berpura2 tuli akan larangan Allah? Pilih mna, pacaran dgn tunduk pda sistem manusia atau ta’aruf dgn tunduk pda sistem Allah? Bijaklah!

    Reply

  6. BOY
    Mar 25, 2016 @ 06:29:41

    dulu saya pernah berniat akan melamar gadis 2x, tp dia cuma teman bukan pacar. ternyata saya ditolak oleh mereka. gadis pertama bilang dia sdh punya pacar. gadis ke2 bilang krn saya bukan pacar dia.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Mar 25, 2016 @ 06:36:47

      Alhamdulillah, mungkin Allah pilihkan buat anda istri yg tidak pacaran

      Reply

  7. Maeni safitri
    Mar 26, 2016 @ 16:39:19

    Stlh menyimak artikel diatas,timbul rasa ing!n tau yg lbih dlm, Bagaimana jika kita tlah mlakukan(pacaran),
    Apa yg hrus kita lakukan, apakah hrz dihentikan?
    Dan Bagaimana caranya, agar tdk menyakiti salah satu pihak?

    Reply

  8. widyanti kusumo wati
    Mar 26, 2016 @ 23:19:21

    Assalamualaikum wr.wb.
    Saya mau tanya nih gmn kalo misalnya kita pacaran menurut syariat agama islam apakah itu diperbolehkan dan.apakah tdk berdosa??
    Sekian pertanyaan dri saya
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

    • Aditya Budiman
      Mar 27, 2016 @ 12:56:13

      Alaikumussalam wa rohmatullah wa barokatuh
      Silakan baca artikel ini

      Reply

  9. Fitri
    Apr 08, 2016 @ 17:32:20

    Terima kasih atas ilmunya. Jomblo adalah prinsip bukan nasib. So, lebih baik jomblo jika memang belum siap menikah. 🙂

    Reply

  10. novitaasr
    Apr 09, 2016 @ 13:17:29

    Assalamualaikum…
    pak uztad saya mau cerita sedikit, jadi ada teman dekat saya seorang perempuan juga, dia disekolah sebangku dengan laki2, semenjak dia sebangku dengan laki2 itu dia jadi berubah, krna mereka berdua (teman saya dan teman lelakinya) sering bermesraan bahkan jika tidak ada guru dikelas, si lelaki itu sering tidur dipaha teman perempuan saya. dan menurut saya itu sudah keterlaluan. saya ingin menasehati dia tapi saya takut dia membenci saya. lalu saya harus bagaimana?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Apr 09, 2016 @ 13:36:26

      Alaikumussalam
      Do’akan dulu agar dia dpt hidayah. Mungkin bs konsul dengan guru konseling di sekolah. Kirim atau berikan artikel ini kepadanya

      Reply

      • novitaasr
        Apr 09, 2016 @ 13:57:30

        Baik kalau begitu. terimakasih uztad

        Reply

  11. nafisah
    Apr 28, 2016 @ 07:56:40

    assalamualaikum.wr.wb

    saya mau tanya pak ustad saya selama ini sama sekali tidak pernah pacran,,dan skrang ini saya dalam keadaan yg bingung,,ada anak yg mengajak saya pacaran bahkan dia sngat yakin dengan saya

    bgaimana cara saya menolaknya supya tidak menyakiti hatinya pak ??

    Reply

    • Aditya Budiman
      Apr 28, 2016 @ 10:53:26

      Alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh,
      Alhamdulillah anda dilindungi Allah dari fitnah pacaran, yang di zaman kita hidup sekarang ini sudah mulai jarang muda-mudi yang tidak demikian. Tolak baik-baik, katakan padanya saya muslimah yang insya Allah ingin menata kehidupan saya dengan ajaran Islam. Sedangkan pacaran sebelum nikah merupakan sesuatu yang di luar ajaran Islam. Maka saya tidak mau paracan. Jangan terbuai bisikan syaithon ‘dia akan sakit hati’ karena dia tidak akan menolong anda jika anda telah terjebak dalam zina.
      Allahu a’lam

      #sayabukanustadz

      Reply

  12. hatsumiki
    Apr 30, 2016 @ 12:44:38

    Assalamualaikum … hehehe, temen saya (cowok) selalu ceramah kalo pacaran itu dilarang … eh, dia sendiri pacaran 3 tahun lamanya. Duh … sy bingung dengan anak SMP.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Apr 30, 2016 @ 12:53:41

      Alaikumussalam… Alhamdulillah saya sudah menikah…

      Reply

  13. IZAH
    May 12, 2016 @ 15:38:47

    Alaikumussalam

    saya sudah baca artikel diatas
    yang ingin saya tanya kan adalah kalau hanya sekedar bbm atau sms dengan lawan jenis tidak dalam setatus apapun apakah termasuk zinah

    Reply

    • Aditya Budiman
      May 12, 2016 @ 17:59:56

      Bisa jadi jalan menuju zina. Godaan syaithon senantiasa menyambar2

      Reply

      • agus
        Jul 10, 2016 @ 13:50:58

        Kalau begitu terus tidak sampai pacaran gimana ?

        Reply

  14. sahabat PMII
    May 13, 2016 @ 11:25:11

    saya sepakat dengan dalil maupun hadist tersebut, tapi jika boleh saling mengingatkan, menurut saya pacaran hanyalah sebuah status, dan yang sebenarnya lebih ditekankan adalah sikap dari setiap insan, karena faktanya juga banyak orang melakukan zina tanpa ada status pcar, ada juga banyak orang yang bertaaruf “sesuai ajaran islam” yang setelah itu menikah dan alhamdulillah mereka terjaga olehNya sehingga trhindar dari zina. Bukankah faktanya yang menjadi awal kunci pintu zina adalah mata? bagaimana jika mereka bertaaruf “pacaran” sesuai dengan ajaran islam? maaf bukannya saya tidak sepakat dengan statement anda, saya cuma ingin share hakekatnya dari larangan” agama islam. Sama halnya dengan sunnah rasul terkait pintu rejeki salah satunya adalah berdagang, tapi kenyataannya banyak orang mengamalkan sunnahnya secara status tapi meninggalkan hakekat dari berdagang,

    Reply

    • Aditya Budiman
      May 13, 2016 @ 20:44:01

      Org yg gak pernah pacaran sama sekali sangat sangat kecil kemungkinannya terjatuh dlm zina. Pacaran islami tidak ada kecuali setelah nikah.

      Reply

  15. Maulana suga
    May 23, 2016 @ 13:43:02

    maaf pak, saya juga sangat setuju dengan artikel ini.. saya selalu ingin mengingatkan kepada teman-teman saya tetapi pernah terbesit pertanyaan sebenarnya yang haram itu apakah statusnya? atau hubungannya?
    mungkin bisa dicerna pak mengenai pertanyaan saya ,terima kasih

    Reply

    • Aditya Budiman
      May 23, 2016 @ 19:34:34

      Status menunjukkan hubungan kan? Kalo cuma status tok kan gak mungkin. Makanya sama aja. Allahu a’lam

      Reply

  16. kgs Alfiansyah
    May 24, 2016 @ 10:26:11

    Menjalan kan hidup beragama islam ini tergantung pada manusia nya sendiri bagaimana ia menentukan nya dan bagaimana pemikiran nya yg maha kuasa memberikan manusia itu sebuah otak untuk berfikir dngn baik agar bisa mengimbangi kehidupan ini. Setiap manusia itu selalu ada dosa dosa mata dosa lisan dosa telinga dosa perbuatan dan prilaku. Itu la kenapa yg maha membeikan kita otak dan akal agar kita bisa berfikir deganbaik dan bisa mengimbangi kehidupan ini dengan benar. Contoh nya ada yg bilang barang barang buatan orang non islam di larang umat islam untuk memakai nya. begitu pun pacaran jika kita dilarang agama dalam pacaran tidak bisa bertekatan dan yg lain nya turuti ikuti tapi jika kita ingin mengetaui sifat dan perbuatan prilaku dan yg lain nya dari pasangan kita kita bisa bertanya kepda ke 2 orang tua nya atau sanak famili nya atau teman teman nya atau yg lain nya. Hidup bergama islam ini harus berimbang karna islam itu tak menyusah kan umat nya

    Reply

    • Aditya Budiman
      May 24, 2016 @ 10:48:52

      Saudaraku Alfiansyah…
      Otak, akal dan fikiran itu harus mengikuti apa yang ada di Al Qur’an dan Hadits Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Kalaulah akal, pikiran yang jadi tolak ukur kebenaran beragama untuk apa ada Al Qur’an dan diuutusnya Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam ? Siapa bilang cara untuk mengenali calon harus dengan pacaran ?

      Reply

    • ady
      Jun 10, 2016 @ 03:13:10

      sy sangat setuju dengan artikel ini

      Reply

      • ady
        Jun 10, 2016 @ 03:21:31

        2 Golongan yg Terhalang dari Telaga Nabi Muhammad saw (al-Haud)

        سنن النسائي ٤١٣٦: أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَاصِمٍ الْعَدَوِيِّ عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ
        خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ تِسْعَةٌ فَقَالَ إِنَّهُ سَتَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ مَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الْحَوْضَ وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَهُوَ وَارِدٌ عَلَيَّ الْحَوْضَ

        Sunan Nasa’i 4136: Telah mengabarkan kepada kami ‘Amr bin Ali, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan dari Abu Hashin dari Asy Sya’bi dari ‘Ashim Al ‘Adawi dari Ka’ab bin ‘Ujrah ia berkatal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menemui kami, ketika itu kami sembilan orang, lalu beliau bersabda:

        “Sesungguhnya akan ada setelahku para penguasa, barang siapa yang mempercayai kedustaan mereka dan membantu kezhaliman mereka, maka ia bukan termasuk golonganku dan aku bukan darinya, ia tidak akan menemuiku di telaga, dan barangsiapa yang tidak mempercayai kedustaan mereka dan tidak membantu kezhaliman mereka maka ia adalah termasuk golonganku dan aku bagian darinya, ia akan datang menemuiku di telaga.”

        Telaga Rasulullah shalallahu’alaihi wassalam adalah Telaga al-Kautsar sebagaimana dijelaskan dlm hadits lain. Kaum Muslimin minum darinya saat kehausan di Padang Mahsyar. Manusia berada di Padang Mahsyar selama 50.000 tahun berdasar hadits shahih.

        “Telagaku (panjang dan lebarnya) satu bulan perjalanan. Airnya lebih putih daripada susu, aromanya lebih harum daripada minyak kesturi, bejananya sebanyak bintang di langit. Barangsiapa yang minum darinya, ia tidak akan haus lagi selamanya.” al-Bukhari, no. 6093 dan Muslim, no. 4294).

        “Wahai Rasulullah, apakah pada hari itu Anda mengenali kami?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ya. Kalian punya tanda yang tidak dimiliki oleh seorangpun dari umat lain. Kalian datang kepadaku dengan dahi dan kaki bercahaya putih karena wudhu.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 364)

        Maka nabi pun mengenali umatnya yg datang ke telaganya. Semuanya kalau bisa minum, karena nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat sayang pada umatnya. Namun ada sejumlah orang Islam, umat nabi yang diusir dan tidak dapat mendekat ke telaga tersebut. Apalagi minum. Siapakah mereka?

        “Aku adalah pendahulu kalian menuju telaga. Siapa saja yang melewatinya, pasti akan meminumnya. Dan barangsiapa meminumnya, niscaya tidak akan haus selamanya. Nanti akan lewat beberapa orang yang melewati diriku, aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku, namun mereka terhalangi menemui diriku.” (Bukhari, no. 6528 dan Muslim, no. 4243)”

        SIAPAKAH UMAT Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang TERHALANG DARI TELAGA?

        “Aku berkata: “Mereka termasuk umatku!” Namun muncul jawaban: “Engkau tidak mengetahui perkara yang mereka ada-adakan (dalam agama ini) sepeninggalmu.” Akupun berkata: “Menjauhlah, menjauhlah, bagi orang yang mengubah (ajaran agama) setelahku.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6097)

        Jadi 2 GOLONGAN MANUSIA YANG TERHALANG DARI MENDATANGI AL-HAUD:

        1) Orang yg membantu penguasa zhalim (HADITS PERTAMA)
        2) Orang yg membuat-buat / mengubah-ubah agama Islam sepeninggal Nabi. Dan mereka adalah orang-orang Islam, dikenali dari bekas wudhunya. Karena mengubah agama ini sama saja tidak berpegang teguh kepada 2 warisan utama Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam: Kitabullah wa Sunnati.

        Sedangkan al-Qur’an dan as-Sunnah keduanya baru akan berpisah di telaga tsb.

        “Aku tinggalkan 2 perkara yang kalian TIDAK AKAN TERSESAT SELAMANYA jika kalian berpegang teguh kepada keduanya: Kitabullah wa Sunnati. Keduanya tidak akan berpisah hingga bertemu di telagaku.” HR Hakim, shahih

        Demikianlah agar kita berhati-hati

        Reply

  17. heri
    May 28, 2016 @ 16:35:53

    Terimakasih atas infonya gan, sangat bermanfaat.

    Reply

  18. RahmaYulia
    May 31, 2016 @ 22:38:17

    Assalamu’alaikum terimakasih
    saya sangat sependapat dgn artikel ini 🙂
    saya dulu pernah pacaran tapi itu jg pacaran masih smp bisa dikatakan ”cinta monyet” padahal dulu saya sudah dilarang keluarga utk pacaran
    terakhir waktu tahun 2013 sampai saat ini saya tidak pernah lagi pacaran. Saya tahu dulu saya pernah sejahiliyah itu,sekarang saya menyesal jika mengingatnya
    tapi saya sekarang sudah bertekad utk menjaga hati saya utk tidak akan berpacaran selain setelah menikah nanti,pacaran itu jalan menuju zina mendekatinya saja dilarang!
    ya rab istiqamahkan lah diriku

    Reply

  19. Octavia
    Jun 10, 2016 @ 10:58:50

    Assalamualaikum.
    Pak ustadz? Saya ingin bertanya..
    Sebelumnya saya ingin bercerita.
    saya orang islam, tetapi saya sadar diri bahwa saya belum begitu beriman, dalam arti kata belum menjadi wanita Yg benar2 shalehah.
    tetapi saya tahu bahwa pacaran itu memang haram. Kebetulan dan Alhamdulillah saya diberi fisik yg cukup sempurna dan otak yg cukup cerdas, tak sedikit lelaki yang kagum dengan saya. Dan berujung mengajak pacaran. sedangkan saya berfikir bahwa pacaran itu haram, bagaimana saya menolak mereka dengan alasan ajaran islam yg saya sendiri belum terlalu beriman? Mereka pasti beranggapan saya saja tidak terlalu beriman, tetapi tidak ingin pacaran karena dari agama saya. Bagaimana saya harus menyikapi itu,pak? Terima kasih. Wasalamualikum.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 13, 2016 @ 09:52:31

      Alaikumussalam… Alhamdulillah atas anugrah Allah kepada anda. Juga Alhamdulillah atas hidayah Allah atas anda karena telah menyadari hukum pacaran dalam Islam. Kalaulah ketika ingin mengatakan yang benar atau menolak kemungkaran kita harus memiliki iman yang sempurna seperti imannya para Nabi ‘Alaihimussalam tentu tidak ada yang sanggup mengemban tugas dakwah. Namun Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,
      بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
      “Sampaikanlah dari ku (Nabi) walaupun satu ayat”. HR. Bukhori.
      Saudariku, Octavia janganlah malu untuk menyampaikan kebenaran. Mudah-mudahan dengan itu menjadi jalan bagi anda untuk menjadi wanita yang benar-benar sholehah. Amin.

      Reply

  20. Eman
    Jun 11, 2016 @ 14:43:17

    Assalamualaikum ..
    Terimaksih pemaparan yg anda jelaskan sangat membantu.
    Tapi yg msih saya pikirkan bnyak jga anak muda yg mreka katakan pacaran hanya sbagai penyemangat,apakah itu boleh ??

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 13, 2016 @ 09:55:26

      Alaikumussalam… Jawabannya ringkas tidak boleh. Penyemangat belajar ? Jadikan senyuman dan membanggakan kedua orang tua anda sebagai motivasi anda dalam meningkatkan prestasi. Ini jauh lebih kuat dan bernilai pahala Insya Allah.

      Reply

  21. Eman
    Jun 11, 2016 @ 14:47:42

    Assalamualaikum
    apakah boleh pacaran dalam islam hanya sebagai penyemangat belajar ??

    Reply

  22. Salsabila
    Jun 14, 2016 @ 22:57:28

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Pak ustad saya mau tanya, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa orang tersebut adalah jodoh kita? Dan kan di surga nanti seorang laki2 pasti akan diberi bidadari2 dan akan ditemani istri nya, kalau misalkan suaminya telah meninggal dan istrinya menikah kembali, istrinya itu akan di surga bersama suami pertama atau kedua? Dan apabila bercerai bagaimana? Dan apabila suminya mempunyai lebih dari satu istri bagaimana? Syukron katsir, wassalamu’alaikum wr. wb

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 16, 2016 @ 12:31:57

      Alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh. Kami blm paham apa yg saudari maksud dgn mengetahui jodoh. Sedangkan pertanyaan selebihnya Allahu a’lam. Saat ini kami blm mampu menjawabnya.

      Reply

  23. HarrisVanCruise
    Jun 15, 2016 @ 15:32:34

    assalamualaikum pak ustd , Dalam islam memang tidak di perbolehkan pacaran, karena takut adanya perzinahan , tapi jika pacaran Jarak jauh hanya via sms/bbm/whatsapp , apakah itu di perbolehkan ?,

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 15, 2016 @ 22:05:10

      Alaikumussalam sama sama tidak boleh. Itu hanya muqoddimah. Dan zamam sekarang ini muqoddimah itu sangat berbahaya dibandingkan zaman sms. Allahu a’lam

      Reply

  24. Dimas
    Jun 19, 2016 @ 16:15:56

    saya setuju dengan artikel ini dan keraguan saya dalam mempertahankan status “belum pernah pacaran” semakin bertambah.

    saya mau tanya nih. temen saya ada yang menyukai seorang tokoh fiksi perempuan. apakah menyukai sesuatu yang tidak nyata itu dilarang islam? apakah hukumnya?

    Reply

  25. fajar
    Jun 20, 2016 @ 09:53:39

    Assalamu’alaikum wr wb,
    Terimakasih atas artikelnya saya baca sangat menyentuh sekali dan memang saya setuju sekali.
    Saya mau tanya pak ustadz, Saya tahu soal hal ini yang dilarang ddemikian, tapi sya melakukan pacaran juga, tapi sayapun sebenarnya sadar bahwa ini slah, tlah lmyan berlangsung lma, nah dan setiap dlam jalinan ini sya selalu bilang dalam hati bahwa pacaran ini slah, saya berniat untuk menghentikannya, saya tidak melakukan apapun tapi dlam pcaran ini, nah saya ingin sbnarnya berniat menghentikan karena saya merasa selalu dihantui akan rasa bersalah,. Syaa mau tanya saya harus bagaimana, cara sayaa menghentikannya bagaimana pdhal sya tidak mau menyakiti salah satu pihak, dan sayapun sekarang ibaratnya sudah bergantung banget karena rasa yg kuat, tp saya selalu takut bahwa ini slah dan berniat menghentikannya. Saya harus bagaimana pak ustadz? Terimakasih pak.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 20, 2016 @ 22:02:42

      Itulah tipu daya syaithon. Stop pacaran. Coba renungkan, perintah siapa yang anda langgar ketika pacaran ? Apakah anda lebih mengutamakan pacar dibanding Allah ? Hati hati syirik dlm masalah mahabbah/cinta….
      Mudah-mudahan Allah Ta’ala menjaga kita dari tipu daya syaithon…

      Reply

  26. Muhammad Arsy
    Jun 21, 2016 @ 14:13:44

    Assalamu’alaikum wr wb,

    Pak Ustadz saya mau bertanya,
    pada bln Ramadhan ini saya sudah memutuskan pacar saya,
    setelah setahun lebih saya berpacaran dengan nya
    krna saya baru sadar sekarang kalau pacaran itu haram hukum nya,
    dngan apa yg sudah lakukan pada saat pacaran yaitu sudah pasti zina,
    bagaimana saran dari pak ustadz setelah saya melalakukan perbuatan yang dilarang itu,
    dan apakah dosa Zina dapat di Ampuni Allah Swt.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 21, 2016 @ 18:31:21

      Alaikumussalam
      Yang harus anda lakukan adalah bertaubat dengan melaksanakan syarat2nya yaitu
      Menyesali perbuatan dosa tersebut, meninggalkannya dan bertekad kuat untuk tidak mengulangi. Saran kami segeralah anda menikah dengan wanita yang benar2 sholehah. Allahu a’lam.

      Reply

  27. tio permana
    Jun 22, 2016 @ 02:28:23

    Assalamualaikum”
    Ingin bertanya.. ?
    Apa kah memberikan perhatian kepada seorang wanita yang bukan mahrom nya itu salah.. ?
    Dan saya belum menikah,

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 22, 2016 @ 04:06:31

      Alaikumussalam.. Perhatian bagaimana maksudnya ?

      Reply

  28. ayu
    Jun 26, 2016 @ 01:10:23

    assalamualaikum wr wb
    saya ingin bertanya lalu bagaimana dengan seseorang yg sudah telanjur pacaran? Apakah Allah mau mengampuni ?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 26, 2016 @ 02:47:21

      Alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh… Ya harus taubat dahulu dari pacaran. Salah satu syarat taubat dari pacaram adalah tidak pacaran lagi.

      Reply

  29. Dani
    Jun 26, 2016 @ 13:34:51

    Assalamu’alaikumm.
    Di rumah uya bnyak yg minta permasalahannya di selesaikan dn permasalahannya pacaran
    Dan disitu ada ustadzah Umy
    Knpa Ustadzah Umy Tidak Melarang
    Dan Umy Melarangnya Untuk Tdak Bersentuhan.
    Tolong DiJawabb yya !!

    Reply

    • Dani
      Jun 26, 2016 @ 13:57:54

      Gmna Ustad ?

      Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 26, 2016 @ 17:04:20

      Saya tdk paham pertanyaannya

      Reply

  30. Dani
    Jun 26, 2016 @ 13:59:10

    Assalamu’alaikum…
    Knpa Di Rumah uya Ustadzah Umy Tidak Melarang Manusia Untuk Tidak Berpacaran.

    Reply

  31. Ahmad Alfariqi
    Jun 27, 2016 @ 09:09:47

    Assalamu’alaikum

    Mau tanya kalo dosa anak yang berpacaran apakah mengalir kepada orang tuanya?

    Reply

  32. Viona Eprillia Putri
    Jun 27, 2016 @ 21:47:48

    Assalamualaikum ustadz, saya mau nanya, saya adalah anak sma yang baru mau menginjak kelas 2 sma. 6 bulan yang lalu saya putus dengan pacar saya yang sudah menjalin hubungan selama 2 tahun karna alasan ortu pacar saya ingin dia lebih fokus dalam belajar, tapi jujur saya, saya susah melupakan, mengikhlaskan dia yang sudah bukan siapa2 saya lagi. Sebenernya saya juga kepikiran udah gak mau pacaran lagi karna saya mau menjauhi zina sedikit demi sedikit. biasanya setiap hari setiap saat saya selalu komunikasi, tapi sekarang berbeda sekali. Tolong berikan saya pencerahan lebih agar saya bisa terbiasa dengan keadaan sendiri dan mengikhlaskan mantan saya ustadz, trimakash sebelumnya.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 28, 2016 @ 13:36:46

      Saudariku viona, apakah yang antu inginkan dari pacaran ? Perhatian ? Org tua anda jauh jauh jauh lebih perhatian dengan anda dibandingkan dia.. Jodoh ? Jikalau anda benar2 ingin mendapatkan suami yg sholeh maka cara pertama yg harus anda lakukan adalah anda harus menjadi wanita sholehah dulu. Salah satu dari sekian banyak ciri wanita sholehah adalah yg mampu menjaga kemaluannya dari zina dan sarana menuju itu. Pacaran termasuk sarana yg sangat jelas mengarah ke sana. Allahu a’lam. Wallahu waliyut taufiq.

      Reply

  33. dian ayu
    Jun 28, 2016 @ 20:00:36

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…
    saya mau crta kisah sya yg sebenarx,,saya berumur 14thn saya sudah di bodohi oleh lelaki yang sudah saya pacari dia telah merusak saya*mksdx saya sudah melakukan zina yaitu dosa besar:'(*bgmna cara memulihkan dosa besar saya yg sdh sya lakukan*zina*

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 29, 2016 @ 11:17:25

      Alaikumussalam warohmatullah wa barakatuh.
      Caranya anda harus bertaubat. Search syarat taubat di blog ini.
      Kemudian anda harus menjauhi sarana yg memungkinkan anda terjatuh kembali ke sana. Hapus kenangan buruk tersebur dari diri anda dengan mendekatkan kepada Allah serta sibukkan waktu luang anda dengan hal hal positif. Allahu a’lam

      Reply

  34. Dian ayu
    Jun 28, 2016 @ 20:11:56

    Assalamualaikum…Uztadz bgmna dgn sya yang sudah melakukan zina bersma mantan pacar saya,berilah petunjuk dan do’a:'(

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 29, 2016 @ 11:20:58

      Alaikumussalam. Mudah2an Allah kuatkan tekad anda untuk bertaubat dan Allah tunjukkan jalan menuju keridhoan Nya. Amin

      Reply

  35. mustika
    Jun 30, 2016 @ 14:24:30

    Assalamu alaikum pak ustadz, artikel diatas sdh jlas bahwa pcran it haram. Dan sblumx sya mau bercrta, bahwa dlu sya pernah pacaran tpi setelah saya paham klau dlm islamit tdk ad yg nmax pcran n akhirx syapun memutuskan tdk pcran. Setelah lama2 sya jalani status tanpa pacaran, ada laki2 yg ajak sya untk pcran tapi sya bilang sama laki2 itu sesuai yg sya ketahui bahwa sesungguhnya pcran dlm islam it tdk ada. Tapi si laki2 ini mlah mrah sama sya n menganggap saya kecewain dia. Apkah tindkan sya slah pak?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 30, 2016 @ 19:27:19

      Alaikumussalam… Tidak, jangan merasa bersalah karena yang salag itu yg ngajak pacaran

      Reply

  36. putra
    Jul 02, 2016 @ 19:49:20

    Wah…artikel ini sngat brmanfaat…cma yng sya herankan skarang…knapa orang2 skarang mnertawakan orang yng jomblo…sperti tman2 sya…dia bilang sma sya knapa kmu ndg punya pacar…saya sih mnjawab…bwt apa pacaran…klw d dlm agama qta itu d larang…mndingan lngsung mnikah aja skalian…klw udh mmpu…

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jul 02, 2016 @ 19:59:37

      Begitulah sebagian masyarakat kita penilaiannya terbalik… Hanya kepada Allah kita memohon perlindugan.

      Reply

  37. Ai Sofi
    Jul 08, 2016 @ 14:14:16

    Assalamu’alaikum pa ustadz..
    saya mau brtnya nih ,,,,
    ada teman saya yg pacaran (santri sama santriah),,tapi mereka pacaran menurut ajaran islam.misalnya tidak berzina,tidak berdua duan,,dll.apakah itu boleh hukum nya /tidak??
    Terimakasih,,wassalamu’alaikum

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jul 08, 2016 @ 19:08:01

      Alaikumussalam…
      Pacaran yg Islami hanya ada ketika sudah nikah.

      Reply

  38. agus
    Jul 10, 2016 @ 13:56:46

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Kalau cuma bbm saja, tidak pernah ketemuan, berduaan, pegangan tangan, boncengan pun tidak. Dan kita bbm annya juga saling mengingatkan untuk beribadah bagaimana ust, terimakasih mohon balasannya. Wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jul 10, 2016 @ 15:48:16

      Alaikumussalam warohmatullahi wa barokatuh..
      Itu ya pacaran juga namun terselubung. Itu tipuan syaithon.. Lama kelamaan dia akan menggiring anda untuk kirim foto, kemudian foto tanpa jilbab, dst hingga zina yang nyata. Waspadalah…

      Reply

  39. Nasrul
    Jul 10, 2016 @ 18:29:59

    Assalamualaikum ustadz, sy seorang yg sedang berpacaran namun sy sebenarnya tau bahwa pacaran itu haram. Sy tau keharaman pacaran jauh sebelum sy berniat pacaran, namun sy akui telah dikalahkan oleh hawa nafsu. Sekarang sy ingin pendapat ustadz, bagaimana caranya memberikan pengertian kepada wanita yg sedang berhubungan dgn sy ini untuk kami bisa berhenti melanjutkan hubungan yg haram ini. Mohon sarannya ustadz

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jul 10, 2016 @ 20:14:59

      Alaikumussalam. Sebenarnya penanya sudah tahu jawabannya. Ya katakan saja haram, saya takut melanggar larangan Allah titik. Tidak perlu berpikir gimana kalo dia sakit hati. Pacaran sebelum nikah itu maksiat. Coba seandainya anda punya teman peminum khomr, trus anda mau berhenti kan gak perlu mikirin dia sakit hati karena gak punya teman minum lagi

      Reply

  40. AXA
    Jul 13, 2016 @ 15:35:03

    PACARAN HARAM HUKUM NYA. apaagi zaman krng pacar dianggap spt suami atau isteri, shg bsa berbuat layaknya spt suami isteri.

    Reply

  41. AXA
    Jul 13, 2016 @ 15:40:01

    dulu gw 2x prnh melamar wanita yg bukan pacar gw, cuma teman. tp mrk menolak gw. alasan nya, gw bukan pacar dia. yg berhak melamar dia, cuma pacar dia.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jul 13, 2016 @ 17:47:48

      Sabar mas, mungkin Allah pilihkan buat anda yg lebih baik

      Reply

  42. AXA
    Jul 13, 2016 @ 15:44:59

    dlu saat gw merantau ke bdg. gw punya teman seorg santri dari jatim. dia bilang kpd gw, dia kalau pacaran cuma pegang pipi doank, gk lbh dari itu. pdhl dia santri tp kok dia tdk tau pacaran itu haram. meski cuma ngobrol, makan makan, jalan jalan tetap saja haram. krn bukan muhrim.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jul 13, 2016 @ 17:48:43

      Ya begitulah kalo hati sudah tertutup hawa nafsu. Kebenaran menjadi gelap

      Reply

  43. DINDA KAHRNITA
    Jul 16, 2016 @ 21:02:51

    Assalamu’alaikum Ustad Saya Mau Nanya Kalo misalnya baru kenal ni trs sama2 saling suka nah terus suka ngingetin udh makan blom? Lagi ngapain? Terus bisa jadi penyemangat tapi yg baru kenal dan sama2 saling suka Gak mau pacaran terus suka bilang “iya cantik” “iya ganteng” trs “aku akan selalu ada DiHati kamu” itu dosa Gak? Apa menuju jalan zina? Tapi dia blom sama sekali pacaran dan dia ngomong nya itu lewat BBM Gtu lah misal nya? Nah Terus Suka ada yg bilang “aku kangen kamu” pdhl blom pacaran itu hukum nya apa?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jul 18, 2016 @ 05:41:10

      Alaikumussalam. itulah awal terbukanya pintu maksiat yang lebih besar. Jangan tertipu dengan tipu daya syaithon.

      Reply

  44. Gusdar Wahyudin
    Jul 27, 2016 @ 15:09:44

    Asalkum….
    Makasiya z merasa sangat beruntung bisa menemui artikel ini ..

    Reply

  45. zhee tommy
    Jul 28, 2016 @ 22:43:45

    asalamualaikum.
    Terlebih dahulu saya izin tuk saran. Intinya islam melarang pacaran. Karena pacaran mengundang zina. Di dalam pacaran pasti mereka melakukan banyak zhina. Seperti saling bertatap wajah berpegangan tangan. Itu sudah jelas kalau itu mengundang maksiat.

    Reply

  46. sukiman
    Jul 29, 2016 @ 20:44:28

    Alhamdulillah… Terima kasih atas tulisannya yang bermanfaat

    Reply

  47. arnilla
    Jul 30, 2016 @ 12:29:49

    assalamu’alaikum saya mau nanya pa ustad kalo misal nya pacaran cuma sekedar chatingan tanpa pegangan tangan atau tatap-tatapan hukum nya haram??

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jul 31, 2016 @ 00:45:15

      Alaikumussalam… Tetap tidak boleh… Itu hanya awal biasanya

      Reply

  48. sueb
    Aug 05, 2016 @ 04:21:18

    assalamu’alaikum ustat, saat ini dan sterusnya insha alloh saya tidak ingin berpacaran karena sedang belajar taubat, tapi saat ini juga saya sedang suka dengan seseorang gadis yang belum saya kenal ? dan kenal hanya lewat social media, linknya dari teman 1 kuliah, proses bbm pun masih berlanjut tapi itu intensitasnya sangat jarang pak ustat.

    pertanyaannya pak ustat, saya ingin sekali menikahinya ?

    dengan cara apa saya harus kenal dia ? sedangkan penjelasan yg saya baca di artikel ini hampir semua akses sama sekali tidak boleh dalam aturan islam ?

    apakah saya harus bilang langsung ke orang tuanya ? sedangkan kita belum kenal ? lalu darimana jalurnya ?

    apakah saya harus berkenalan dulu dengannya sekali, lalu kemudian langsung menyatakan ingin menikahinya ?

    apakah saya harus taaruf ? lalu bagaimana jika lawan jenis yg kita suka tidak mengerti cara taaruf ? sedangkan saya pribadi jujur liat fotonya langsung suka, karena dia berhijab dan parasnya manis.

    saya mohon solusi untuk semua ini, terima kasih pak ustat.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Aug 05, 2016 @ 09:14:01

      Alaikumussalam
      Barakallah fik… Temui org tua, saudara atau teman dekatnya… Dunia maya termasuk sosmed seperti namanya maya dan sering tidak sesuai kenyataan…
      Kalo blm berani silakan putus kontak saja. Allahu a’lam

      Reply

  49. Abdullah
    Aug 11, 2016 @ 17:37:33

    Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
    Begini ceritanya saat ini saya menyukai wanita muslimah yg saya lihat dia benar” tipe wanita yg sesuai dengan tipikal saya smp akhirnya saya bingung apakah ingin lebih mendekati dia lebih dalam atau tidak karena takut dengan larangan yg dibahas dalam artikel ini,, pertanyaannya jika saya ingin lebih mengenalnya dgn syarat saling menjaga diri satu sama lain sesuai ajaran Islam apakah diperbolehkan?? Terimakasih

    Reply

    • Aditya Budiman
      Aug 22, 2016 @ 06:20:27

      Alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh… Kalau anda benar ingin punya niatan untuk menikahinya maka datangilah keluarganya. Ajukan keseriusan anda. Jika memang belum punya niatan serius maka tinggalkan hal tersebut dan alihkanlah perhatian anda pada hal yang lebih manfaat baik urusan dunia terlebih lagi urusan agama.
      Kalau yang anda maksudkan ingin mengenalnya dengan komunikasi personal chat, bbm, dsb maka kami khawatir anda terjerumus dalam pacaran yang berkedok islami. Allahu a’lam

      Reply

  50. Fuji Iklima
    Aug 12, 2016 @ 12:27:47

    Assalamualaikum wr.wb
    sya blum prnah pcaran, krna sya tau itu haram, nmun bnyak org di skelilingku yg brpacaran, dgn dmikian mrk sring mnertawakan q yg tdk mau brpacaran, bhkan mmandang dg sbelah mta, dan q merasa asing diantara mrk, hal tsb sring kali mmbuat sya ragu dg kyakinanku untuk menjauhi pcaran,
    prtanyaan nya bgaimana solusi agar q ykin dg spenuh hati ustadz?
    Syukron.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Aug 22, 2016 @ 06:25:07

      Alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh. berbahagialah anda termasuk orang yang sedikit dan di atas kebenaran diantara orang-orang yang rusak. Allah Ta’ala berfirman,
      وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ
      jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. (Al An’am : 116)
      Allahu a’lam.

      Reply

      • Fuji Iklima
        Aug 23, 2016 @ 21:42:42

        Syukron..
        Lalu apa hukumnya memandang foto laki2, baik foto orang yng di cintai ataupun fto idola kita?

        Reply

        • Aditya Budiman
          Aug 26, 2016 @ 05:58:06

          Laki laki dan wanita diperintahkan untuk menundukkan pandangannya. Dalam banyak kenyataan seseorang ketika memandangi foto lawan jenisnya maka pikirannya dapat menerawang kemana mana dan mudhorot yang lainnya. Maka sedapat mungkin jauhilah hal tersebut. Termasuk jauhilah berfoto selfi mudah mudahan dengan itu anda dpt membantu org lain menjaga pandangannya…. Allahu a’lam

Leave a Reply