Sabar, Bala Tentara Anda Atas Orang Yang Memusuhi

13 Jan

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sabar, Bala Tentara Anda Atas Orang Yang Memusuhi

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah. Ketika kita diganggu oleh seseorang. Bahkan seakan-akan gangguan dari orang tersebut seakan-akan menjadi hobi baginya. Kita sering ingin mencari dukungan, bekingan dan sokongan dari orang lain agar sang pengganggu tidak berani mengganggu kita lagi. Namun kita sering lupa atau bahkan tidak percaya dengan bala tentara yang satu ini, yaitu kesabaran. Simak penuturan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Wafat 728 H) Rohimahullah berikut[1]. Kedelapanbelas, Sesungguhnya kesabaran seseorang merupakan bala tentara terbesar baginya terhadap gangguan musuhnya. Karena sesungguhnya barangsiapa yang sabar dan memaafkan maka kesabaran dan kemafaannya tersebut akan menjadi kehinaan dan rasa takut bagi sang musuh serta kekhawatirannya dan dari orang banyak. Sebab masyarakat tidak akan diam terhadap permusuhan atau pertengkaran walaupun orang yang dimusuhi mendiamkannya (tidak membalasnya –pen). Namun jika dia (orang yang diganggu) menuntut balas maka sirnalah semua hal tersebut seluruhnya”. “Oleh sebab itulah anda akan dapati banyak orang jika dia marah atau mengganggu orang lain, dia sebenarnya ingin agar pihak yang diganggu menerima permohonan maafnya. Jika diterima maka akan sirnalah beban (kerendagan dan ketakutan -pen) yang dia dapati dalam hatinya (lega hatinya –pen)”.  Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[2], “Maksudnya sesungguhnya apabila anda mampu memaafkan dan sabar, maka maaf dan kesabaran anda tersebut akan menjadi bala tentara bagi anda atas orang yang memusuhi anda. Karena sesungguhnya maaf dan sabar anda akan menyebabkan kehinaan dan rasa takut bagi sang musuh serta kekhawatirannya dari orang banyak. Sebab orang banyak tidak akan mendiamkannya dan mereka pun akan muncul sebagai pelindung dan pembela bagi anda tanpa diminta. Hal tersebut hanya didapat dengan kesabaran, maaf dan kemaafannya. Itulah yang menyebabkan kehinaan bagi orang yang mengganggu anda. Selanjutnya hal tersebut akan menghasilkan pertolongan dari orang banyak serta bala tentara yang Allah persiapkan mereka untuk anda sebagai pelindung dan tameng dari orang yang mengganggu anda”.   Ringkasnya : Jika kita mampu sabar dan memaafkan orang yang sering mengganggu kita. Maka sabar dan maaf kita akan melahirkan kehinaan diri dan ketakutan bagi orang yang mengganggu. Tidak hanya itu, masyarakat pun dengan sendirinya akan menjadi pelindung dan pembela bagi kita dari gangguan pengganggu.   Allahu a’lam.   Setelah subuh, 12 Robi’ul Akhir 1438 H | 10 Januari 2017 M,   Aditya Budiman bin Usman [1] Al Umur Al Mu’inah ‘ala Ash Shobri ‘ala Adzaa Al Kholq dengan ta’liq Syaikh ‘Abdur Rozzaq hal. 40 [2] Idem hal. 40-41.    

Tulisan Terkait

Leave a Reply