Pelajaran Dari Bangun Tidur Part 1

13 Apr

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pelajaran Dari Bangun Tidur Part 1

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Bangun tidur… Pernah dong ? Males-malesan ? Masih ngantuk ? Tidurnya kurang ? Iya, semua kita pernah mengalaminya Insya Allah. Berlalu gitu aja ? Eits jangan dong. Adab dalam Islam gak gitu bro..

Ente, Ane yakin dong dengan firman Allah Ta’ala,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat Ku dan telah Ku ridhoi Islam itu jadi agama bagimu.

(QS. All Maidah [5] : 3)

Nah diantara bentuk kesempurnaan Agama Islam adalah adanya aturan yang mengatur gerak gerik kita dalam kehidupan sehari-hari. Demikian pulalah ketika kita bangun tidur.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi As Sayyid Nadaa Hafizhahullah mengatakan,

Pelajaran Dari Bangun Tidur Part 1a

“Sesungguhnya terbangun dari tidur merupakan sebuah nikmat dari Allah Ta’ala. Karena Dia masih memberikan kepada manusia tenggang waktu ajalnya. Dia masih memberikan kesempatan untuk beramal sholeh, menambal yang luput dan kurang. Bangun tidur merupakan sebuah nikmat yang patut disyukuri kepada Allah Ta’ala. Hanya saja, orang yang hendak mensyukuri nikmat ini dengan sebenar-benarnya maka dia wajib meneladani Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam pada apa yang beliau lakukan, ucapkan ketika beliau hendak bangun dari tidurnya”.

Sehingga adab ketika bangun tidur adalah

Pelajaran Dari Bangun Tidur Part 1b

Pertama : Musyahadah, benar-benar menyaksikan, menyakini dan mengakui nikmat Allah. Maksudnya adalah seseorang hendaklah benar-benar menyaksikan, mengakui dan meyakini dengan hatinya bahwasanya bangun tidur merupakan nikmat Allah Ta’ala atas dirinya. Karena Allah telah menghidupkan dari kematian sementara. Dia menangguhkan ajal kita agar kita dapat beramal sholeh, menambal kekeliruan dan kesalahan”.

(Sekian Kutipan dari Kitab Al Mausu’ah Al Adab Al Islamiyah hal. 93 Terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA)

Inilah adab seorang muslim. Nikmat bangun tidur ini sungguh nikmat yang luar biasa. Bagaimana tidak, coba bayangkan seandainya Allah ‘Azza wa Jalla tidak mengembalikan ruh ke jasad kita !!! Sudah siapkah kita mempertanggungjawabkan seluruh nikmat Allah Ta’ala yang lain ??!! Namun demikianlah kita. Ketika sebuah nikmat besar sering dan mudah kita dapatkan maka kita cenderung lalai untuk mengakui, mempersaksikan, menyadari dan mensyukurinya. Karenanya, mari mulai sekarang perhatikanlah nikmat yang agung ini.

 

Mudah-mudahan bermanfaat

5 Rojab 1437 H, 13 April 2016 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply