Pekerja Berat Bolehkah Tidak Puasa Di Bulan Romadhon ?

17 Jun

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pekerja Berat Bolehkah Tidak Puasa Di Bulan Romadhon ?

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah. Tidaklah sulit kita dapatkan sebagian orang yang memiliki pekerjaan berat, terlihat tidak berpuasa di Bulan Romadhon. Kemudian di akhir Romadhon mereka membayar fidyah untuk jumlah hari yang dia tidak berpuasa. Benarkah demikian ? Simak jawabannya dalam bentuk tanya jawab ringkas berikut. Pertanyaan Pekerja Berat Bolehkah Tidak Puasa Di Bulan Romadhon 1

Aku pernah mendengar ada seorang imam mesjid yang berkhutbah pada khutbah ketika jum’at kedua di Bulan Romadhon yang penuh berkah ini, bahwa dia membolehkan tidak puasa bagi pekerja berat yang tidak punya sumber penghasilan selain pekerjaan tersebut (asalkan -pen) memberi makan orang miskin setiap puasa Romadhon yang mereka tinggalkan, dengan perkiraan biaya 15 Dirham. Apakah hal ini memiliki dalil berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah  ?

  Jawaban : Pekerja Berat Bolehkah Tidak Puasa Di Bulan Romadhon 2Tidak boleh bagi orang yang sudah baligh untuk tidak berpuasa (berbuka) di siang hari pada Bulan Romadhon semata-mata karena dia adalah pekerja berat. Namun jika memang benar baginya terdapat kesulitan besar yang memaksanya untuk berbuka pada siang hari Bulan Romadhon maka dia boleh berbuka disebabkan adanya kesulitan besar yang memaksanya tersebut. Kemudian setelah itu dia wajib menahan diri (dari makan, minum dan lain-lain –pen) hingga maghrib dan berbuka bersama orang lain. Kemudian dia wajib mengganti puasa yang dia berbuka karena tidak sanggup tersebut pada hari yang lain. Adapun fatwa yang anda sebutkan tidak benar.   Lajnah Daimah (Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia)

* * *

[Lihat Fatawa Islamiyah hal. 140-141/II Terbitan Darul Wathon, Riyadh, KSA.] Artinya :

  1. Semata-mata berprofesi sebagai pekerjaa berat tidaklah menjadi alasan yang membolehkan bagi seseorang untuk tidak berpuasa. Apalagi dia memang sudah tidak berniat puasa sejak malam harinya.
  2. Seorang pekerja berat harus tetap berniat untuk berpuasa pada malam harinya, salah satu indikasinya adalah makan sahur di waktu sahur.
  3. Ketika pekerja tersebut memang tidak sanggup lagi berpuasa karena pekerjaannya saat itu demikian berat sehingga memaksanya untuk berbuka maka boleh baginya berbuka puasa. Namun setelah itu dia masih wajib menahan diri hingga tiba waktu maghrib.
  4. Setelah dia berbuka karena alasan di atas, wajib baginya mengganti puasa pada hari lainnya. Allahu a’lam.

Setelah Zhuhur 7 Romadhon 1437 H, 12 Juni 2016 M Aditya Budiman bin Usman bin Zubir      

Tulisan Terkait

Leave a Reply