Menuntut Ilmu Agama Juga Wajib Untuk Pegawai

18 Feb

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menuntut Ilmu Agama Juga Wajib Untuk Pegawai

Kita semua pasti akan sepakat bahwa pegawai yang ilmunya banyak pasti akan lebih mudah untuk menyelesaikan masalah daripada pegawai baru yang ilmunya masih sedikit. Seperti halnya pegawai-pegawai senior yang ada di unit kerja, hampir semua permasalahan dapat mereka selesaikan dengan cepat dan efektif, yang semua ini tidak akan dapat dilakukan kecuali dengan ilmu. Tentunya pegawai yang punya basic mechanical sering kali akan lebih mudah untuk menyelesaikan masalah mekanik di unit kerja, begitu juga dengan pegawai yang punya basic electrical, instrument, akuntansi, hukum dan lain-lain mereka semua pasti akan lebih tahu pada bidangnya masing-masing. Dengan kata lain semua pegawai dituntut untuk mempunyai ilmu yaitu ilmu yang akan selalu digunakan pada setiap pekerjaan yang ditekuninya.

Apabila ilmu-ilmu tersebut begitu penting untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari, maka demikian juga pentingnya ilmu agama untuk segala aspek di dalam kehidupan, tidak terbatas hanya di mesjid ataupun di lingkungan pesantren tapi diseluruh tempat termasuk tempat kerja, di rumah dan tempat-tempat lain yang kita kunjungi. Menuntut ilmu agama tidak terbatas hanya untuk santri, kyai, ustadz ataupun ulama’. Namun seorang yang mengaku dirinya muslim maka wajib bagi dia untuk mengetahui agamanya. Dalam hal ini rasul kita yang mulia Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”[1].

Ilmu yang dimaksud beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam yaitu ilmu agama, yang telah kita ketahui bahwa ilmu agama tersebut adalah ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits (yang shahih) serta pemahaman yang baik dari para sahabat.

Memang saat ini status kita adalah sebagai pegawai yang juga dituntut untuk memperbanyak serta meng-update ilmu dalam bidang pekerjaan kita masing-masing. Kita juga bukanlah seorang ustadz yang bisa fokus dalam belajar agama berikut detail permasalahannya. Namun perlu kita ketahui bahwa status kita semua adalah sebagai muslim yang seharusnya tunduk dan patuh kepada Allah. Oleh karena itu minimalnya kita harus mengetahui hal-hal yang diperintahkan oleh Allah untuk kita kerjakan dan juga yang dilarang untuk kita jauhi. Seperti halnya kita mengetahui bahwa sholat 5 waktu diperintahkan oleh Allah dan hukumnya wajib. Maka minimalnya kita mengetahui apa saja yang diwajibkan ketika sholat, hal-hal yang membatalkannya dan hal-hal lain yang sesuai dengan contoh dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Saat kita akan puasa maka kita juga harus tahu bagaimana cara Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa. Demikian juga dengan ibadah-ibadah lain yang termasuk di dalamnya juga menunaikan amanah di tempat kerja. Adapun permasalahan yang detail dalam urusan agama semisal runutan hadits, khilafiah dalam sebuah hukum dan lain-lain maka dapat kita konsultasikan kepada para ustadz yang berada disekitar kita.

Ilmu agama adalah ilmu yang paling penting diantara ilmu-ilmu lainnya yang ada di dunia dan begitu banyak keuntungan yang Allah berikan kepada para penuntut ilmu agama dan kemudian mengamalkannya, sampai Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan bahwa orang yang Allah kehendaki kebaikan adalah orang yang paham tentang agama, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ الله بِهِ يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Siapa saja yang Allah kehendaki baginya kebaikan, maka Allah akan memahamkan baginya agama islam”[2].

Ibnu Hajar Al-Asqalaani menjelaskan :

“Dalam hadits ini terdapat keterangan yang jelas tentang keutamaan orang-orang yang berilmu di atas semua manusia, dan keutamaan mempelajari ilmu agama di atas ilmu-ilmu lainnya”[3].

Oleh karena itu, ketika Allah telah memberikan kebaikan kepada hamba-Nya maka sudah pasti bahwa seluruh urusan hambanya tersebut pasti akan berubah menjadi baik. Apabila hamba-Nya adalah seorang kepala rumah tangga maka dengan ilmu agamanya, maka dia akan mengerti bagaimana mengelola rumah tangganya sehingga menjadi harmonis, tenang dan penuh kasih sayang. Apabila hamba-Nya adalah seorang pegawai di suatu instansi maka dengan ilmu agamanya dia akan mengerti bagaimana cara menunaikan amanah pekerjaannya, menyelesaikan segala tugas-tugasnya, berusaha untuk memiliki inisiatif dalam bekerja, serta dirinya akan lebih semangat karena menganggap pekerjaan adalah sebuah ibadah dan demikian juga dalam aspek lain yang pada intinya ketika seseorang telah Allah pahamkan agama untuknya maka seluruh kehidupannya akan menjadi baik.

Malam Ahad, 15 Syawal 1436 H di Cipatuguran, Pelabuhanratu.

Penulis : Hendra Yudisaputro.

[1] HR. Ibnu Majah No. 224.

[2] HR. Bukhari dan Muslim

[3] Lihat Fathul Baari (1/15)

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply