Mencela Pemimpin (lagi) ? Berarti Engkau Menolong Syaithon

8 Dec

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mencela Pemimpin (lagi) ? Berarti Engkau Menolong Syaithon

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Lama tak menulis sebab lagi banyak kesibukan kantor yang menyita waktu belakangan ini. Bingung sebenarnya mau nulis apa, tapi judul di atas sepertinya urgen untuk disampaikan sebagai bentuk nasihat/menginginkan kebaikan kepada kaum muslimin. Sebab demikianlah wasiat Sayyidunnas Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dari shahabat Tamin bin Aus Ad Daari Rodhiyallahu ‘anhu,

أنَّ النَّبيّ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : الدِّينُ النَّصِيحةُ قلنا : لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلأئِمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

Sesungguhnya Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Agama adalah nashihat”. Lalu kamu bertanya, “Kepada siapa wahai Rosulullah ?” Beliau menjawab, “Kepada Allah, Kitab-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat muslim secara umum”[1].

Masih benyak lidah kaum muslimin demikian lancarny mencaci para pemimpin negeri ini. Bahkan kita yang sudah paham dosanya pun terkadang latah ikut-ikutan. Kepada Allah kita mohon ampun. Namun demikian tidaklah salah pada kesempatan ini kita kembali menyampaikan atsar dari salah seorang shahabat yang mulia yaitu ‘Abdullah bin ‘Abbas Rodhiyallahu ‘anhuma.

“Disebutkan dalam Kitab Tarikh Al Kabiir[2] karya Imam Bukhori dari Abu Jamroh Adh Dhuba’i, dia berkata, “Ketika kabar rumah terbakar sampai ke telingaku maka aku pun keluar menuju Makkah. Ketika di sana, aku berpapasan dengan Ibnu Abbas, hingga beliau mengenaliku dan beriskap ramah kepadaku. Lalu lisanku pun mencaci Al Hajjaaz (pemimpin di masa itu -ed) di dekat Ibnu ‘Abbas Rodhiyallahu ‘anhu. Kemudian Ibnu ‘Abbas berkata, “Janganlah kamu menjadi penolong bagi syaithon”.

Trus masak anda mau jadi penolong musuh anda ????

Stop mencela pemimpin, jaga lisan anda…

 

Sigambal Menjelang Tidur, 30 Robi’ul Awwal 1440 H / 08 Desember 2018 M.

 

 

Aditya Budiman bin Usman Bin Zubir

[1] HR. Muslim no. 55.

[2] Hal. 104/VIII via Mu’amalatul Hukkam hal. 155 terbitan Jam’iyah Ihya’ At Turots Al Islami, Kuwait.

Tulisan Terkait

Leave a Reply