Memaafkan, Berarti Kebaikan Anda Akan Berlipat

16 Feb

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Memaafkan, Berarti Kebaikan Anda Akan Berlipat

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Pelipatgandaan merupakan suatu yang sangat diinginkan. Sehingga banyak orang yang tertipu dengan infestasi bodong berkedok pelipatgandaan uang. Contohnya yang belum hilang dari ingatan kita, kasus penipuan berkedok penggandaan uang Dimas Kanjeng.

Ketahuilah kesabaran juga memiliki pelipatgandaan kebaikan untuk anda. Semakin anda berusaha sabar terhadap gangguan orang lain maka semakin banyak pula pelipatgandaan kebaikan untuk anda. Inilah motifasi terakhir yang diberikan Ibnu Taimiyah Rohimahullah untuk membantu seseorang meraih kesabaran atas gangguan orang lain.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Wafat 728 H)  Rohimahullah mengatakan[1],

Kedua puluh, Sesungguhnya jika seseorang mampu memaafkan dan melapangkan hatinya atas gangguan orang lain kepadanya kebaikan ini akan melahirkan kebaikan lainnya. Dari kebaikan lain ini pun akan lahir kebaikan yang lain lagi. Demikianlah seterusnya. Sehingga kebaikan-kebaikannya akan senantiasa bertambah. Sebab sesungguhnya balasan dari sebuah kebaikan adalah kebaikan lain setelahnya. Sebagaimana balasan sebuah keburukan merupakan keburukan lain setelahnya.

Betapa banyaknya hal ini menjadi sebab keselamatan dan kebahagiaan seseorang pada kehidupan yang abadi. Namun jika orang tersebut menuntut balas dan berusaha membela dirinya maka sebab tersebut pun hilang”.

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[2],

“Maksudnya sesungguhnya memaafkan dan merasa lapang merupakan sebuah kebaikan dari berbagai kebaikan bagi seorang hamba. Termasuk balasan dari sebuah kebaikan adalah kebaikan (lain) setelahnya. Jika ada sebuah kebaikan maka ia akan memanggil saudaranya (kebaikan lainnya –pen). Sehingga semaikn banyak adan bertambahlah kebaikan seorang hamba.

Namun bila dia berusaha untuk membalaskan dendam untuk dirinya maka pupuslah berbagai kebaikan yang terus bertambah dan kontiniu ini pada dirinya”.

Kesimpulannya sesungguhnya berbagai sisi dan perkara yang bermanfaat yang disebutkan Imam, pemimpin yang pemberani dan dermawan Ibnu Taimiyah Rohimahullah membantu seorang hamba agar bersabar atas gangguan orang lain. Penyebutan berbagai makna yang agung, butiran yang mulia ini merupakan sebuah hal yang layak untuk direnungkan dan diambil manfaat darinya. Sehingga hal-hal tersebut menjadi penolong baginya dengan izin Allah Tabaroka wa Ta’ala untuk menggapai dan merealisasikan kesabaran dan kedudukan yang mulia ini”.

“Mudah-mudahan Allah membalas beliau dengan sebaik-baik balasan atas nasihat dan penjelasan ini. Kita memohon kepada Allah Yang Mulia untuk menjadikan apa yang kita pelajari ini menjadi ilmu yang dapat diamalkan, sebagai tambahan ilmu, memperbaiki keadaan kita semua dan agar Dia tidak menggantungkan diri kita pada diri kita walaupun sekejap mata”.

 

Selesai, Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita sebagai ilmu untuk diamalkan dan sebagai catatan kebaikan di sisi Nya… Amin.

 

Setelah subuh, 19 Jumadil Awwal 1438 H | 16 Pebruari 2017 M,

 

Aditya Budiman bin Usman

[1] Al Umur Al Mu’inah ‘ala Ash Shobri ‘ala Adzaa Al Kholq dengan ta’liq Syaikh ‘Abdur Rozzaq hal. 43.

[2] Idem.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply