Masih Enggan Membiarkan Jenggot Anda Tumbuh ?

2 Feb

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Masih Enggan Membiarkan Jenggot Anda Tumbuh ?

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Kalau kata orang makin lama manusia makin edan, ungkapan ini dalam salah satu sudut pandang mungkin ada benarnya. Sungguh aneh tapi nyata, sebuah syari’at yang merupakan sebuah simbol Keislaman seseorang sejak zaman wahyu masih turun hingga zaman-zaman setelah itu. Namun sungguh sayang sebagian orang di zaman ini sedemikian anti pati dengan syari’at memelihara jenggot. Bahkan tak jarang mereka mengolok-olok orang yang mengamalkan syari’at ini dengan kata-kata yang buruk. Bahkan yang lebih parah lagi jika ada orang yang memelihara jenggotnya maka terindikasi sebuah gerakan sempalan berbahaya dalam Islam misalnya teroris atau sekarang ISIS.

Demikian banyak hadits Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam yang memerintahkan kepada kita untuk memelihara jenggot. Yang mayoritas hadits tersebut kita telah hafal dan paham. Namun masih mencari-cari alasan pembenaran tindakan kita yang tidak mau mengikutinya. Diantara hadits yang menunjukkan disyari’atkannya memelihara jenggot adalah :

Pertama, Hadits yang diriwayatkan dari Shahabat Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam beliau bersabda,

أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Pendekkanlah kumis dan peliharalah, biarkanlah jenggot”[1].

Kedua, Hadits yang diriwayatkan dari Shahabat yang sama Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam beliau bersabda,

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

“Selisihilah orang-orang musyrik, Pendekkanlah kumis dan peliharalah, biarkanlah jenggot”[2].

Ketiga, masih Hadits yang diriwayatkan dari Shahabat yang sama Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam beliau bersabda,

أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ

“Sesungguhnya Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan memendekkan kumis dan memelihara, membiarkan jenggot”[3].

Menariknya Imam Nawawiy Asy Syafi’iy Rohimahullah membuat hadits-hadits di atas dalam Shohih Muslim dengan judul Bab, ‘(باب خِصَالِ الْفِطْرَةِ) Bab Kebiasaan Fithroh’. Artinya hal-hal yang disebutkan dalam hadits Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam yang termasuk dalam bab yang beliau buat ini merupakan kebiasaan yang diatur dalam agama dan memang sesuai dengan fithroh dasar manusia. Yaitu jika fithrohnya masih lurus pasti menyukai kebiasaan yang disebutkan. Memelihara jenggot dan memendekkan kumis termasuk hal yang sesuai fithroh. Dipertegas lagi dengan sabda Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam,

عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ قَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ

Ada sepuluh hal yang sesuai dengan fithroh : memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq[4], memotong kuku, membasuh ruas-ruas jari, mencabut bulu ketiak, memotong bulu kemaluan, istinja’ dan Mush’ab berkata dan yang kesepuluh saya lupa, tetapi mesti berkumur-kumur”[5].

 

Ketiga hadits di atas mungkin sudah terlalu sering terdengar di telinga kita sehingga kita kurang perhatian dengannya. Namun coba simak dua ungkapan yang dinukil Imam Ghozaliy Rohimahullah dalam Kitabnya Ihya’ ‘Ulumuddin.

قال أصحاب الأحنف بن قيس وددنا أن نشتري للأحنف لحية ولو بعشرين ألفا

Para Shahabatnya Al Ahnaf bin Qois Rodhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Kami berangan-angan untuk membelikan jenggot untuk Al Ahnaf walaupun dengan harga 20.000 dinar/dirham[6].

Beliau Rohimahullah juga menukil perkataan Syuraih Al Qodhiy Rohimahullah.

قال شريح القاضي وددت أن لي لحية ولو بعشرة آلاف

Syuraih Al Qodhiy Rohimahullah mengatakan, “Aku berangan-angan sekiranya aku punya jenggot walaupun harus membayar 10.000 dinar/dirham”.

Setelah itu Beliau Al Imam Ghozaliy Rohimahullah mengatakan,

وكيف تكره اللحية وفيها تعظيم الرجل….

“Bagaimana mungkin syari’at memelihara jenggot dilarang padahal pada jenggot ada bentuk pemulian terhadap seorang laki-laki…………”[7].

Dalam nukilan kisah dari Imam Ghozaliy di atas tidak dijelaskan apakah satuan yang dimaksudkan. Oleh karena itu ada 2 kemungkinan. Boleh jadi Dinar atau Dirham. Jika kita kurskan bahwa 1 Dinar = 4,25 gram emas dan 1 Dirham = 2,975 gram perak.

Maka ungkapan Para Shahabatnya Al Ahnaf bin Qois Rodhiyallahu ‘anhu bernilai jika satuannya Dinar : 20.000 x 4,25 gram emas (jika emas 1 gram = Rp. 500.000) = Rp. 42.500.000.000,- Jika satuannya Dirham maka 20.000 x 2,975 gram(jika 1 gram perak seharga Rp. 11.000) = Rp. 654.500.000,-

Sedangkan Syuraih Al Qodhiy Rohimahullah setengah dari nilai di atas.

Manapun ungkapan di atas yang kita anggap tepat namun yang jelas nilainya sangat fantastis.

Lalu Pertanyaannya :

Masihkah Anda Enggan Membiarkan Jenggot Anda Yang Demikian Bernilai ?!!!!

Hidayah hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla.

 

Selesai ‘Isya, 21 Shofar 1436 H, 13 Desember 2014

Al Faaqir ilaa Maghfiroti Robbihi,

 

Aditya Budiman bin Usman.

[1] HR. Muslim no. 623.

[2] HR. Bukhori no. 5535 Muslim no. 625.

[3] HR. Muslim no. 624.

[4] Memasukkan air ke hidung ketika berwudhu.

[5] HR. Muslim no. 384.

[6]Lihat Ihya’ Ulumuddhin oleh Al Ghozaliy Rohimahullah dengan takhrij hadits oleh Al ‘Iroqiy Rohimahumallah hal. 280/I.

[7] Idem.

Tulisan Terkait

Leave a Reply