Mari Jadi Tim Sukses Kebaikan

1 Sep

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mari Jadi Tim Sukses Kebaikan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Pemilu Kada sudah lama berlalu. Fenomenanya ketika hasil pemilihan telah diumumkan maka banyak orang yang mengaku-ngaku bahwa dia merupakan tim sukses pasangan calon yang menang. Mengapa demikian ? Tentunya karena ada iming-iming dunia yang mereka harapkan. Entah itu berupa uang, jabatan, kekuasaan atau ‘dipermudahnya urusan’ jika mengaku sebagai tim sukses pasangan si fulan. Demikianlah gambaran di sebagian daerah di negara kita.

 

Sebaliknya, jika ada kegiatan yang murni kebaikan, bakti sosial, pengajian ilmiyah dan lain sebagainya sebagian masyarakat kita atau bahkan diri kita pribadi kurang meresa terangsang ikut ambil peran untuk menyukseskannya. Karena apa ? Salah satu sebabnya adalah karena imbalan itu tidak kasat mata dan dirasakan nyata terlihat.

Maka berikut ini goresan ringan sebagai nasihat buat kami dan pembaca sekalian.

Saudaraku ketahuilah semoga Allah ‘Azza wa Jalla memberkahi umur kita.

عَنْ أَبِى مَسْعُودٍ الأَنْصَارِىِّ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ إِنِّى أُبْدِعَ بِى فَاحْمِلْنِى فَقَالَ « مَا عِنْدِى ». فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا أَدُلُّهُ عَلَى مَنْ يَحْمِلُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ ».

 Dari Abu Mas’ud Al Anshori Rodhiyallahu ‘anhu, beliau berucap, “Seorang lelaki datang menemui Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam kemudian berucap, “Sesungguhnya perjalananku telah terputus maka bawakanlah tunggangan untukku”. Maka Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Aku tidak punya hewan tunggangan lain”. Lantas ada seorang lekaki yang berucap, “Wahai Rosulullah, aku dapat menunjukkannya kepada orang yang dapat membawakannya”. Kemudian Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam pun bersabda, “Barangsiapa yang menujukkan kepada suatu kebaikan maka baginya balasan semisal dengan orang yang melakukannya[1].

 

Penjelasan Makna Hadits :

(إِنِّى أُبْدِعَ بِى فَاحْمِلْنِى) An Nawawi Rohimahullah mengatakan,

ومعناه هلكت دابتى وهى مركوبى

“Maknanya hewan tungganganku telah binasa padahal dia lah yang kujadikan tunggangan (dalam perjalananku –pen)”[2].

Sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam (مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ) ‘Barangsiapa yang menujukkan kepada suatu kebaikan maka baginya balasan semisal dengan orang yang melakukannya’.

An Nawawi Rohimahullah mengatakan,

والمراد بمثل أجر فاعله أن له ثوابا بذلك الفعل كما أن لفاعله ثوابا ولايلزم أن يكون قدر ثوابهما سواء

“Maksudnya semisal dengan ganjaran/pahala orang yang melakukannya. Sesungguhnya bagi orang yang menunjukkan tersebut pahala/ganjaran atas perbuatan tersebut sebagaimana orang yang melakukannya mendapatkan ganjaran/pahala. Namun hal ini tidak memberikan konsekwensi besarnya ganjaran/pahala keduanya sama persis[3].

Syaikh Husain Al ‘Uwaisyah Hafizhahullah mengatakan,

Mari Jadi Tim Sukses Kebaikan 1

“Sebagian ulama menambahkan keterangan dipersyaratkan benarnya niat”.

Beliau kemudian mengatakan,

Mari Jadi Tim Sukses Kebaikan 2

“Sedangkan Al Qurthubi Rohimahullah berpendapat bahwa sesungguhnya semisal (di sini maksudnya –pen) sama baik kadar maupun pelipatgandaannya. Karena ganjaran/pahala berbagai amal sesungguhnya hanya (murni -pen) keutamaan dari Allah, yang akan Dia berikan kepada siapa saja yang dikehendaki Nya, atas segala sesuatu yang muncul darinya. Terutama jika niatnya benar, yang mana niat merupakan asal/pokok berbagai amal”[4].

 

Dari kedua pendapat ulama di atas kita dapat mengambil benang merahnya bahwa orang yang membantu melakukan suatu kebaikan akan mendapatkan ganjaran pahala semisal orang yang melakakukannya. Hanya saja boleh jadi besarannya tidak sama karena keutamaan itu adalah milik Allah dan tergantung niat masing-masing pihak. Allahu a’lam.

 

Faidah Berkaitan Dengan Judul :

An Nawawi Rohimahullah mengatakan,

فيه فضيلة الدلالة على الخير والتنبيه عليه والمساعدة لفاعله وفيه فضيلة تعليم العلم ووظائف العبادات لاسيما لمن يعمل بها من المتعبدين وغيرهم

“Pada hadits ini terdapat keutamaan orang yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, memberikan perhatian dan membantu orang yang melakukan kebaikan. Pada hadits ini juga terdapat keutamaan mengajarkan ilmu dan kewajiban ibadah terutama kepada orang yang akan mengamalkan ibadah tersebut dari kalangan orang yang rajin beribadah dan selainnya”[5].

Syaikh Husain Al ‘Uwaisyah Hafizhahullah mengatakan,

Mari Jadi Tim Sukses Kebaikan 3

“Kata (دَلَّ) ‘menunjukkan’ dalam hadits ini mencakup dengan ucapan, perbuatan, isyarat maupun tulisan”.

Mari Jadi Tim Sukses Kebaikan 4

“Kata (عَلَى خَيْرٍ) ‘kepada suatu kebaikan’ dalam hadits ini mencakup segala jenis tujuan yang terpuji[6].

Jika kita lihat susunan sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam ini yang berupa susunan isim nakiroh dalam konteks syarat maka dapat kita katakan bahwa kebaikan yang dimaksudkan dalam hadits ini dapat berupa kebaikan apapun baik yang berupa urusan keduniawiaan terutama akhirat asalkan niatnya benar. Allahu a’lam.

Di akhir penjelasan hadits ini Syaikh Husain Al ‘Uwaisyah Hafizhahullah mengatakan,

Mari Jadi Tim Sukses Kebaikan 5

“Disebutkan dalam (At Tuhfah hal. 433/VII) : Sesungguhnya orang yang menunjukkan kepada kebaikan layaknya orang yang melakukan disebabkan bantuannya kepada orang tersebut. Jika kebaikan tersebut terwujud (artinya orang yang ditunjuki melakukan kebaikannya – pen) maka baginya pahala/ganjaran yang semisal. Namun jika toh tidak demikian maka bagi orang yang menunjukkan tersebut pahala/ganjaran atas petunjuk yang diberikannya. Demikianlah yang dikatakan oleh Al Munawi Rohimahullah”.

Pada hadits ini terdapat keterangan tentang betapa agungnya anugrah dan kemulian Allah sebab Dia menjadikan ganjaran/pahala orang yang melakukan kebaikan bagi orang yang menujukkannya. Demikian pula pada hadits ini terdapat berbagai pintu untuk mendapatkan pahala/ganjaran kebaikan. Maka barangsiapa yang tidak mampu masuk melalui suatu pinta kebaikan maka hendaklah dia masuk melalui pintu kebaikan yang lain.

 

Pada hadits ini juga terdapat keutamaan saling menolong dalam rangka keta’atan dan kebaikan. Karena orang yang menujukkan suatu keta’atan atau kebaikan adalah orang yang menjadi sebab bagi orang yang melakukan kebaikan. Hadits ini diletakkan di Shohih Muslim pada bagian Kitabul Jihad (seakan-seakan beliau ingin memberikan faidah bahwa orang yang membantu jihad berarti mendapatkan pahala orang yang berjihad –pen). Sedangkan dalam Sunan At Tirmidzi diletakkan pada bagian Kitabul Ilmi. Seolah-olah para ulama tersebut memahami dari hadits ini bahwasanya hidayah dan petunjuk kepada suatu kebaikan merupakan bentuk mengajarkan ilmu. Oleh sebab itulah beliau meletakkan hadits ini dalam Kitabul Ilmi. Dengan demikian, sesungguhnya barangsiapa yang menyarankan kepada saudaranya untuk belajar kepada salah seorang ulama atau orang yang faqih maka baginya pahala semisal orang tersebut. Allahu Ta’ala A’lam bish Showab[7].

 

 

Kesimpulannya :

Siapapun kita, apapun keadaan kita, seberapapun kemampuan kita, sesempit apapun waktu kita maka mari ambil bagianlah pada setiap kebaikan yang berhubungan dengan hal dunia saudara anda terutama sekali pada urusan akhirat dan agamanya.

 

#marijadiTSkebaikan

 

 

 

 

 

 

 

Late Night, 28 Dzul Qo’dah 1437 H, 30 Agustus 2016 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] HR. Muslim no. 1893.

[2] Al Minhaj hal. 41/VII terbitan Darul Ma’rifah, Beirut.

[3] Idem hal. 42/VII.

[4] Lihat Syarh Shohih Adabul Mufrod hal. 290/I terbitan Maktabah Islamiyah, Kairo.

[5] Al Minhaj hal. 41/VII.

[6] Lihat Syarh Shohih Adabul Mufrod hal. 289/I.

[7] Idem hal. 290/I.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply