Lihat Dengan Siapa Anda Bicara

27 Apr

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Lihat Dengan Siapa Anda Bicara

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tersebarnya berbagai majelis ilmu dan washilah menuju ilmu merupakan nikmat tersendiri. Walaupun belum merambah seluruh masyarakat 100 %, namun hal ini wajib kita syukuri. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat Ku), maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih”. (QS. Ibrohim [14] : 7)

Namun demikian ada sebagian kita yang alhamdulillah sudah mulai mengenal hidayah dan ‘dunia pengajian’ yang masih kurang hikmah dalam berdakwah. Diantara sikap kurang hikmahnya adalah menyampaikan hal-hal yang samar buat masyarakat luas. Samar bukan karena nyeleneh namun karena belum tersampainya ilmu kepada mereka. Contohnya seseorang yang mengamalkan/menyampaikan sebuah sunnah yang sangat janggal di tengah masyarakat. Misalnya sunnahnya sholat memakai sandal. Akhirnya masyarakat menjustifikasi bahwa si Fulan sesat dan nyeleneh. Atau pengajian si Fulan nyeleneh atau kalimat semisal. Muaranya adalah orang lari dari dakwah tauhid yang benar bukan karena esensi dakwahnya namun karena kekuranghikmahan personal orang yang mengaku di atas dakwah ini. Kami pertegas bukan sunnah atau dalilnya yang kami kritisi namun situasi, kondisi masyarakat anda dan momen yang kurang tepatlah yang kami bicarakan.

Imam Bukhori Rohimahullah mengatakan dalam Shohihnya,

Lihat Dengan Siapa Anda Bicara 1

49. Bab Mengkhususkan sebuah ilmu pada sekelompok orang tanpa sebagian yang lain karena khawatir mereka tidak dapat memahaminya

‘Ali (bin Abi Tholib Rodhiyallahu ‘anhu) berkata, “Ajaklah bicara manusia dengan apa yang mereka (dapat) pahami. Apakah anda suka jika Allah dan Rosul Nya di dustakan ?!”[1]

Ibnu Hajar Rohimahullah mengatakan,

Lihat Dengan Siapa Anda Bicara 2

“Pada (atsar) ini terdapat dalil bahwasanya perkara yang mutasyabih (samar) tidak selayaknya diutarakan, disebutkan di kalangan masyarakat umum. Atsar ini semisal dengan apa yang diucapkan Ibnu Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu, “Tidaklah engkau membicarakan, menyampaikan sebuah pembicaraan yang akal mereka tidak dapat memahaminya melainkan akan menjadi fitnah bagi sebagian mereka”. Atsar ini diriwayatkan Muslim”[2].

Imam Abu Dawud Rohimahullah meriwayatkan dalam kitab Sunannya,

أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ

“Tempatlah manusia sesuai dengan kedudukan mereka”[3].

Syaikh ‘Abdur Rohman bin Nashir As Sa’diy Rohimahullah mengatakan,

Lihat Dengan Siapa Anda Bicara 3

“Pada hadits ini terdapat dorongan kepada ummat Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam untuk memperhatikan sikap hikmah. Karena hikmah adalah menempatkan sesuatu sesuai tempatnya. Kerenanya tempatkanlah sesuai kedudukannya. Allah Subhana wa Ta’ala Maha Hikmah dalam penciptaan dan pengaturannya. Maha Hikmah dalam syari’at Nya, perintah-perintah Nya, larangan-larangnnya. Allah juga telah memerintahkan para hambanya untuk berbuat sesuai hikmah dan memberikan perhatian terhadap sikap hikmah pada segala sesuatu. Perintah-perintah Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam dan petunjuknya berputar pada poros hikmah[4].

 

Kesimpulannya :

Tolong perhatikan dengan siapa anda bicara, tolong persiapkan pembicaraan anda dengan kaum muslimin lainnya. Jangan sampai Ayat Allah Tabaroka wa Ta’ala dan Sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam didustakan karena kesalahan anda !!

 

Setelah Subuh 18 Rojab 1437 H, 25 April 2016 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] Lihat Fathul Bari hal. 291/I terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA.

[2] idem.

[3] HR. Abu Dawud no. 4844. Hadits ini dinilai lemah oleh Al Albani Rohimahullah.

[4] Lihat Bahjah Qulubil Abror hal. 52 terbitan Darul Kutub Ilmiyah, Beirut, Lebanon.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply