Ketika Anda Diganggu Padahal Sedang Melakukan Keta’atan

25 Aug

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ketika Anda Diganggu Padahal Sedang Melakukan Keta’atan

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Kalaulah ketika anda melakukan sebuah kemaksiatan, lantas ada orang yang mengganggu anda maka itu biasa dan wajar. Namun ketika anda diganggu padahal anda sedang melaksanakan keta’atan kepada Allah ‘Azza wa Jalla maka mungkin saja hati anda terasa kecil dan sedih. Anda sedih bukan karena diri anda yang diganggu melainkan karena keta’atan kepada Allah Subhana wa Ta’ala jadi terhenti.

Mudah-mudahan goresan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rohimahullah berikut dapat menjadi obat kesedihan anda.

Ketika Anda Diganggu Padahal Sedang Melakukan Keta’atan 1

Kesembilan, Jika (seseorang -pen.) diganggu karena apa yang dia lakukan karena Allah atau karena mengerjakan hal yang diperintahkan Allah berupa keta’atan atau (meninggalkan –pen) hal yang dilarang Nya berupa kemaksiatan maka wajib bagi orang tersebut untuk sabar dan tidak perlu menuntut balas. Sebab dia mengalami gangguan itu semata karena Allah sehingga ganjaran (pahalanya) menjadi tanggungan Allah.

Oleh sebab itulah ketika para mujahid di jalan Allah terbunuh dan kehilangan harta mereka di jalan Allah maka mereka tidak memperoleh ganti rugi. Karena sesungguhnya Allah telah membeli jiwa dan harta mereka. Sehingga ganjarannya pun atas Allah bukan dari manusia. Barangsiapa yang mencari balasan dari manusia maka dia tidak layak mendapat ganjaran dari Allah. Sesunggunya barangsiapa yang disakiti, rugi, kehilangan sesuatu karena Allah maka wajib bagi Allah untuk memberikan gantinya”.

Beliau Rohimahullah melanjutkan,

Ketika Anda Diganggu Padahal Sedang Melakukan Keta’atan 2

“Jika dia telah tersakiti karena musibah yang menimpanya maka hendaklah dia menginstrokpeksi dirinya sehingga dia tersibukkan dengan hal tersebut dari mencela orang yang mengganggunya.

Jika dia diganggu pada urusan keduniaan (harta atau kehormatan –pen) maka hendaklah dia tanamkan pada dirinya untuk sabar. Karena menggapai hal tersebut tanpa kesabaran merupakan hal yang jauh lebih sulit dibandingkan kesabaran itu sendiri. Maka barangsiapa yang tidak sabar atas teriknya panas, hujan salju yang dingin, kesusahan ketika safar, hadangan para begal diperjalanan maka dia tidak usah berniaga (berniat menjadi saudagar –pen).

Hal ini merupakan sebuah hal yang diketahui semua orang bahwa orang yang benar-benar mencari sesuatu maka dia harus mengerahkan kesabaran untuk mendapatkannya sesuai kadar kejujurannya dalam mencari hal tersebut”.

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah menjelaskan,

Ketika Anda Diganggu Padahal Sedang Melakukan Keta’atan 3

“Maksudnya gangguan manusia teradap seorang hamba Allah dapat berupa :

Pertama, Boleh jadi yang diganggu terhadap perkara yang berkaitan dengan urusan agama misalnya ketika dia melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, berdakwah kepada Allah, mengarkan kepada manusia kebaikan maka dia diganggu karena telah beramar ma’ruf nahi munkar atau karena berdakwah kepada Allah. Maka ini merupakan gangguan di atas jalan Allah. Janganlah dia membalas mereka namun hendaklah dia mengharapkan balasan dari Allah. Karena gangguan ini muncul ketika melakukan keta’atan kepada Allah. Maka hendaklah dia mencari apa yang berada di sisi Allah sehingga dia mampu sabar atas gangguan mereka. Karena gangguan ini di jalan Allah dan di atas keta’atan kepada Nya maka hendaklah dia berharap pada sesuatu yang berada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ketika Anda Diganggu Padahal Sedang Melakukan Keta’atan 4

Kedua, jika dia diganggu berupa musibah maka hendaklah dia mengintrospeksi dirinya sendiri sehingga dia tersibukkan dari mencela orang yang mengganggunya”.

Ketiga, jika dia diganggu pada urusan keduniaan maka hendaklah dia tanamkan pada dirinya untuk sabar seperti seorang saudagar dan pencari untung berlimpah dari gangguan mereka berupa celaan. Orang yang beriman lebih layak untuk mencari keuntungan (akhirat dari gangguan tersebut -pen)”.

 

(Diterjemahkan dari Kitab Al Umur Al Mu’inah ‘ala Ash Shobri ‘ala Adzaa Al Kholq dengan ta’liq Syaikh ‘Abdur Rozzaq hal. 25-28 Terbitan Dar Al Ilmu Ash Shohih)

 

Intinya jika anda diganggu padahal anda sedang melakukan keta’atan keep calm and go ahead serta harapkanlah balasannya dari Allah ‘Azza wa Jalla.

 

 

 

 

Sigambal, 17 Dzul Qo’dah 1437 H, 20 Agustus 2016 M

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

-Mudah-mudahan Allah ‘Azza wa Jalla mengampuni dosa kami, orang tua kami, atok kami dan para pendahulu generasi kami-

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply