Kesabaran Anda Akan Merubah Lawan Menjadi Kawan

14 Nov

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kesabaran Anda Akan Merubah Lawan Menjadi Kawan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Pernahkah anda mendengar bahwa orang yang semula memusuhi seseorang berubah menjadi orang yang paling besar perlindungannya terhadap anda ? Bagaimana cara mewujudkan hal tersebut ?

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (Wafat 728 H) Rohimahullah mengatakan[1],

kesabaran-anda-akan-merubah-lawan-menjadi-kawan-1

Keempatbelas, sesungguhnya kesabaran seseorang terhadap orang yang mengganggunya, kemaafannya akan melahirkan penghentian permusuhan, perbantahan terhadap kezholimannya, melahirkan penyesalan orang tersebut, menghentikan dalihnya dan akan melahirkan celaan manusia untuknya. Sehingga setelah gangguannya kepada anda maka dia akan malu terhadapnya, menyesali apa yang sudah diperbuatnya kepada anda. Bahkan dia akan menjadi orang yang membela anda, shahabat karib untuk anda.

kesabaran-anda-akan-merubah-lawan-menjadi-kawan-2

“Inilah makna firman Allah Ta’ala,

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ (34) وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (35)

Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar”. (QS. Fushshilat [41] : 34 – 35)

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[2],

kesabaran-anda-akan-merubah-lawan-menjadi-kawan-3

“Apa yang disebutkan Syaikhul Islam Rohimahullah ini merupakan sebuah perkara yang akan didapati orang yang memaafkan gangguan orang lain pada dirinya. Dia membalas gangguan mereka dengan maafkan. Sebab jika seseorang menganggu anda kemudian anda maafkan. Kemudian dia kembali mengganggu anda namun anda kembali memaafkannya. Kemudian dia kembali mengganggu anda lagi namun tetap anda kembali memaafkannya dan bermualah dengan penuh kelembutan kepadanya. Anda balas gangguannya dengan sesuatu yang sangat baik. Sesungguhnya pada akhirnya dia malu kepada anda dan mencarikan udzur untuk anda. Jadilah muamalahnya kepada anda menjadi muamalah yang sangat bagus, dia akan mendahulukan anda di atas kepentingan dirinya sendiri. Maka diri anda pun akan beruntung dan mengambil peran dalam memperbaiki akhlak orang lain”.

 

Sulit memang namun yakinlah sekeras-kerasnya hati dia tetap tidak lebih keras dari batu yang tersentuh dengan sentuhan rintik hujan yang berulang-ulang.

[1] Al Umur Al Mu’inah ‘ala Ash Shobri ‘ala Adzaa Al Kholq dengan ta’liq Syaikh ‘Abdur Rozzaq hal. 34 Terbitan Dar Al Ilmu Ash Shohih

[2] Idem hal. 34-35.

Tulisan Terkait

Leave a Reply