Kedahsyatan Berbakti Kepada Ibunda

22 Dec

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kedahsyatan Berbakti Kepada Ibunda

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tidak samar lagi bagi setiap manusia ibundanya adalah orang terdekat yang paling dicintainya. Hal ini melintasi batas suku, agama, ras dan berbagai sekat lainnya. Namun kita sebagai ummat Islam patut berbangga sebab Allah Subhana wa Ta’ala demikian juga Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam serta diikuti para shahabat Rodhiyallahu ‘anhum memberikan perhatian yang sangat besar pada bakti kepada orang tua, terlebih lagi ibu.

Demikian banyak dalil dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam yang menunjukkan hal ini. Demikian pula Imam Bukhori Rohimahullah memberikan perhatian khusus atas hal ini. Beliau memulai Kitab Adabul Mufrodnya dengan membawakan demikian banyak dalil yang menunjukkan kewajiban dan keutamaan berbakti kepada kedua orang tua terutama ibunda tercinta.

Salah satunya adalah hadits terakhir yang beliau cantumkan yang berkaitan khusus berbakti kepada ibunda. Berikut kami nukilkan haditsnya dan beberapa faidah terkait pembahasan kita.

حَدَّثَنَا سَعِيْدُ بْنُ أَبِىْ مَرْيَمَ قَالَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ أَبِىْ كَثِيْرٍ قَالَ أَخْبَرَنِيْ زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ : أَنَّهُ أَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ إِنِّيْ خَطَبْتُ امْرَأَةً فَأَبَتْ أَنْ تَنْكِحَنِيْ وَخَطَبَهَا غَيْرِيْ فَأَحَبَّتْ أَنْ تَنْكِحَهُ فَغِرْتُ عَلَيْهَا فَقَتَلْتُهَا فَهَلْ لِيْ مِنْ تَوْبَةٍ ؟ قَالَ أُمُّكَ حَيَّةٌ ؟ قَالَ لَا. قَالَ تُبْ إِلَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَتَقَرَّبْ إِلَيْهِ مَا اسْتَطَعْتَ فَذَهَبَتُ فَسَأَلْتُ بْنَ عَبَّاسٍ لِمَ سَأَلْتَهُ عَنْ حَيَّاةِ أُمِّهِ؟ فَقَالَ إِنِّيْ لَا أَعْلَمُ عَمَلًا أَقْرَبُ إِلَى اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ مِنْ بِرِّ الْوَالِدَةِ

Sa’id bin Abu Maryam telah menceritakan kepada kami, dia berkata, ‘Muhammad bin Ja’far bin Abu Katsir telah mengabarkan kepada kami’. Dia berkata, ‘Zaid bin Aslam telah mengabarkan kepadaku dari ‘Atho’ bin Yassaar dari Ibnu ‘Abbas Rodhiyallahu ‘anhuma. Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang mendatanginya (Ibnu ‘Abbas) lalu bekata, “Sesungguhnya aku telah melamar seorang wanita, namun dia tak mau menikah denganku. Kemudian ada orang selainku yang melamarnya, dia suka menikah dengan orang tersebut. Aku pun cemburu terhadap wanita itu, lalu aku membunuhnya. Apakah ada taubat untukku ?” Beliau (Ibnu ‘Abbas) bertanya, “Apakah ibumu masih hidup ?” Orang itu menjawab, “Tidak”. Beliau berkata, “Taubatlah kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan mendekatlah kepada Nya semampumu”. Lalu aku (‘Atho’ bin Yassaar) pergi dan bertanya kepada Ibnu ‘Abbas, “Mengapa anda bertanya apakah ibunya masih hidup ?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya aku tidak tahu sebuah amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla melainkan berbakti kepada ibunda”[1].

Syaikh Husain Al Uwaisyah Hafizhahullah mengatakan[2],

“(فَغِرْتُ عَلَيْهَا فَقَتَلْتُهَا) ‘Aku pun cemburu terhadap wanita itu, lalu aku membunuhnya’ Pada hadits ini terdapat penjelasan bahayanya kecemburuan. Sesungguhnya kecemburuan dapat melahirkan, mendorong ghibah, namimah, hasad dan berbagai kerusakan lainnya bahkan pembunuhan”.

Beliau juga mengatakan,

“Pada hadits ini terdapat dalil bahwsa sesungguhnya berbakti kepada ibu dapat menghapuskan dosa besar asalkan disertai dengan taubat darinya. Allahu a’lam”[3].

Syaikh DR. Muhammad Luqman As Salafi Hafizhahullah mengatakan[4],

“Berbakti kepada ibunda lebih dapat mendekatkan seorang pendosa kepada Allah daripada berbagai keta’atan lainnya”.

Lihatlah kawan, fatwanya seorang shahabat yang mulia, sang ahli tafsir Al Qur’an, Ibnu ‘Abbar Rodhiyallahu ‘anhuma. Betapa besar kedudukan berbakti kepada ibunda. Beliau Rodhiyallahu ‘anhuma menilai bahwa amalan terbesar yang dapat membantu seseorang pendosa besar mendekatkan diri kepada Allah ‘Azza wa Jalla tentunya setelah bertaubat adalah berbakti kepada ibunda, si mbok, mama, mamak atau apapun sebutan di tempat anda.

 

Apakah anda pernah membunuh wanita yang menolak cinta anda ? Jika ya, segeralah bertaubat dan berbaktilah kepada ibunda anda. Namun jika anda bukan seorang pembunuh mari jangan sia-siakan amalan sederhana namun bernilai luar biasa ini selagi ibunda kita masih hidup.

Allahumma Yassirna Birro li Ummina…. Amiin

Sigambal, 28 Robi’ul Awwal 1439 H / 16 Desember 2017 M  |     Aditya Budiman bin Usman

 

[1] HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 7913, Bukhori dalam Adabul Mufrod no. 4. Hadits ini dinilai shohih oleh Al Albani dalam Ash Shohihah lihat di bawah hadits no. 2799.

[2] Lihat  Syarh Shohih Adabul Mufrod hal. 16/I Terbitan Maktabah Islamiyah, ‘Amman, Yordania

[3] Idem hal 17/I.

[4] Lihat Rosyul Barod Syarh Adabul Mufrod hal. 15 terbitan Darud Da’i, Riyadh, KSA.

Tulisan Terkait

One Comment ( ikut berdiskusi? )

Leave a Reply