Jika Kita Seorang Pendosa Yang Ingin Benar-benar Bertaubat

16 Apr

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jika Kita Seorang Pendosa Yang Ingin Benar-benar Bertaubat

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Pembaca yang semoga Allah ‘Azza wa Jalla senantiasa merahmati kami dan anda sekalian. Kita semua sepakat semua anak keturunan Nabi Adam alaihissalam pernah melakukan perbutan dosa. Penyataan ini tercantum dalam sebuah hadits yang sangat masyhur di telinga kita.

Apakah kita benar-benar ingin bertaubat kepada Allah Tabaroka wa Ta’ala ??

Kalau hati kita menjawab ya…. ada baiknya –Insya Allah- kita mulai dari apa yang termaktub dalam hadits Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam berikut yang diriwayatkan dari banyak shababat dan dinukil dalam banyak kitab hadits.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Robb kita Tabaroka wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam hingga pada sepertiga malam yang akhir Allah ‘Azza wa Jalla berkata, “Siapa yang berdo’a kepada Ku maka akan Aku kabulkan untuknya yang dia do’akan. Siapa yang meminta kepada Ku maka akan Aku berikan untuknya. Barang siapa yang memohon ampun maka Aku berikan dia ampunan”[1].

Imam Ahmad Rohimahullah mencantumkan redaksi lain dalam musnadnya,

فَنَادَى هَلْ مِنْ مُذْنِبٍ يَتُوبُ هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ هَلْ مِنْ دَاعٍ هَلْ مِنْ سَائِلٍ إِلَى الْفَجْرِ

“Maka Allah akan berkata, “Adakah diantara orang yang berdosa akan bertaubat, adakah orang yang akan meminta ampunan, adakah orang yang berdo’a, adakah orang yang meminta ?” Hingga fajar terbit”[2].

Ibnu Hajar Rohimahullah mengatakan,

Jika Kita Seorang Pendosa Yang Ingin Benar-benar Bertaubat 1

“Imam Bukhori Rohimahullah meletakkan hadits ini dengan memberi judul bab ‘Bab Do’a pada Saat Tengah Malam’ yaitu penjelasan keutamaan berdo’a di waktu tersebut hingga terbit fajar dibandingkan waktu lainnya. Ibnu Bathol Rohimahullah mengatakan, “Waktu ini merupakan waktu yang mulia. Allah mengkhususkannya dengan turun (ke langit dunia –pen.) pada waktu tersebut. Allah akan memberikan keutamaan kepada para hamba Nya dengan mengabulkan do’a mereka, memberikan apa yang mereka pinta dan mengampuni dosa mereka. Waktu ini merupakan waktu yang terlupakan, terlalaikan, waktu menyendiri, tenggelam dalam tidur, enak-enaknya tidur sedangkan melawan sesuatu yang enak dan jiwa menyukainya merupakan sebuah hal yang sulit. Terutama bagi orang yang hidup mewah ketika musim dingin. Demikian juga orang yang telah lelah terutama kurang jam tidurnya.

Diantara keistimewaannya adalah dengan menghidupkan malam sembari bermunajat kepada Robb nya, merendahkan diri di hadapan Nya. Hal ini menunjukkan ikhlasnya niat seseorang dan benarnya keinginannya untuk mendapatkan keutamaan di sisi Robbnya. Oleh karena itulah Allah muliakan hamba-hamba Nya untuk berdo’a pada waktu ini dimana jiwa itu telah kosong dari urusan dunia dan keterikatan hari dengan dunia agar seorang hamba benar-benar merasakan kesungguhan dan keikhlasannya kepada Robb nya”[3].

Satu nukilan penjelasan kemuliaan waktu ini insya Allah cukup membangunkan hati kecil orang yang benar-benar ingin bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla, ingin memperbaiki dirinya di hadapan Robb nya, ingin mengadukan keadaannya kepada Sang Pencipta nya….

Sedangkan riwayatnya Imam Ahmad lebih menunjukkan kepada kita bahwa saat inilah waktu yang sangat utama bagi kita untuk memulai kembali, bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Ketika itu Allah Subhanahu wa Ta’ala memanggil kita para pendosa,

هَلْ مِنْ مُذْنِبٍ يَتُوبُ

“Adakah diantara orang yang berdosa akan bertaubat…”.

Bukankah kita pendosa wahai kawan ….. !!??? Bukankah dosa kita amat banyak wahai diri ??!!

هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ

“Adakah orang yang akan meminta ampunan…..”.

Belumkah jiwa kita memohon ampunan kepada Allah ‘Azza wa Jalla !!!!

Masih enggankah kita beristighfar kepada Allah Tabaroka wa Ta’ala !!!!

هَلْ مِنْ دَاعٍ

“Adakah orang yang berdo’a….”

Belumkah kita berdo’a kepada Allah Subhana wa Ta’ala agar mendapatkan hidayah di atas jalan yang haq ??!!!

هَلْ مِنْ سَائِلٍ

“Adakah orang yang meminta……..”

Belumkah kita meminta kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar kita tetap di atas jalan yang benar hingga Malaikat Maut tiba ??!!!!

Jangan Sia-siakan waktu dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia….

 

Mari kembali memperbaharui taubat kita, meningkatkan mutu ibadah kita dan meminta agar istiqomah di atas jalan yang benar. Perkenankanlah pinta kami Yaa Allah….

 

Sebelum Subuh, 23 Jumadits Tsaniy 1436 H, 13 April 2015 M

Aditya Budiman bin Usman bin Jubir

[1] HR. Bukhori no. 1145, 6321 Muslim no. 1080.

[2] HR. Ahmad no. 11911. Syaikh Syu’aib Al Arnauth Rohimahullah menilai hadits ini shohih.

[3] Lihat Fathul Bari hal. 330/XIV terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply