Jangan Menyerah, Romadhon Belum Usai

31 May

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jangan Menyerah, Romadhon Belum Usai

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Hari ini adalah hari ke-26 Romadhon. Artinya nanti malam adalah malam ke-27 Romadhon tahun ini. Kita memuji Allah ‘Azza wa Jalla karena masih mendapatkan hidayah taufiq dan irsyad dalam menjalankan ibadah puasa dan sholat malam.

Hari demi hari bulan penuh ampunan ini telah berlalu. Hari-hari istimewa itu berlalu demikian cepat. Syaikh Prof. DR. Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan,

Karena sesungguhnya Romadhon sebagaimana datangnya cepat perginya pun cepat. Oleh karena itu persiapkanlah diri kalian untuk melaksanakan amal-amal yang mulia dan berbagai keta’atan serta berbagai ibadah yang kalian suka membawanya bila kalian bertemu dengan Robb kalian, Allah Tabaroka wa Ta’ala[1].

Saudaraku, boleh jadi diantara kita ada yang mampu konsen dan totalitas memperbanyak ibadahnya di Bulan Romadhon semenjak hari pertama. Boleh jadi pula ada yang mulai konsen dan sangat intens menghidupkan malamnya semenjak 10 hari terakhir di Bulan Penuh Ampunan ini. Untuk orang yang demikian hendaklah dia banyak memuji Allah ‘Azza wa Jalla atas nikmat yang sangat besar pada dirinya.

Namun, boleh jadi pula diantara kita ada orang yang demikian sulit untuk totalitas dan intens beribadah di malam-malam akhir Bulan Romadhon. Boleh jadi karena kewajiban yang masih melekat di atas pundaknya. Dia tersibukkan dengan demikian banyaknya pekerjaan wajib yang harus dia tunaikan. Waktu yang dia miliki terasa begitu sedikit padahal kewajiban mendesak demikian banyak. Namun alhamdulillah banyak diantara kita yang sudah terbebaskan dari jeratan pekerjaan atau kesibukan dunia yang demikian banyak menyita waktu.

Rasa-rasanya sulit mengejar keutamaan saudara-saudara lainnya yang punya banyak waktu untuk memanfaatkan kesempatan di bulan penuh keutamaan ini. Untuk orang yang demikian itu kami katakan, janganlah berputus asa dari Rahmat Allah.

‘Abdullah bin ‘Umar Rodhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan,

أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أُرُوا لَيْلَةَ القَدْرِ فِي المَنَامِ فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ، فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الأَوَاخِرِ

 “Beberapa orang lelaki dari kalangan shahabat Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam diperlihatkan dalam mimpi mereka bahwasanya Lailatul Qodr pada 7 hari terakhir. Lalu Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku telah melihat mimpi-mimpi kalian yang telah sepakat (tentang Lailatul Qodr itu pada) 7 hari terakhir. Maka barangsiapa yang ingin memburunya maka hendaklah dia memburunya pada 7 hari terakhir”[2].

Dalam riwayat Muslim disebutkan tambahan redaksi Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam,

أَرَى رُؤْيَاكُمْ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ، فَاطْلُبُوهَا فِي الْوِتْرِ مِنْهَا

“Aku telah melihat mimpi-mimpi kalian tentang 10 hari terakhir. Maka hendaklah dia memburunya di malam ganjilnya”.

Diriwayatkan dari seorang Tabi’in, Zirr bin Hubaisy Rohimahullah, dia bertanya kepada Ubay bin Ka’ab Rodhiyallahu ‘anhu,

إِنَّ أَخَاكَ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ: مَنْ يَقُمِ الْحَوْلَ يُصِبْ لَيْلَةَ الْقَدْرِ؟ فَقَالَ رَحِمَهُ اللهُ: أَرَادَ أَنْ لَا يَتَّكِلَ النَّاسُ، أَمَا إِنَّهُ قَدْ عَلِمَ أَنَّهَا فِي رَمَضَانَ، وَأَنَّهَا فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ، وَأَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ، ثُمَّ حَلَفَ لَا يَسْتَثْنِي، أَنَّهَا لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ،

“Sesungguhnya saudaramu Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang sholat malam sepanjang tahun maka dia akan mendapatkna Lailatul Qodr ?” Ubay menjawab, “Semoga Allah merahmatinya. Yang beliau maksudkan dari ucapannya itu, hanyalah agar orang-orang tidak hanya bertawakkal (pada malam tertentu saja -pen). Adapun beliau, sungguh beliau telah tahu bahwa Lailatul Qodr itu ada pada Bulan Romadhon, dan itu ada pada 10 hari terakhir dan itu ada pada malam ke-27. Lalu Ubay bersumpah, sesungguhnya malam Lailatul Qodr itu pada malam ke-27”[3].

Alhamdulillah nanti malam masih termasuk 10 hari terakhir di Bulan Suci ini dan bertepatan pula malam ke-27.  Maka mari, kencangkan ikat pinggang, kuatkan tekad dan kemauan untuk lebih maksimal lagi dalam beribadah di malam ini.

Pembaca yang semoga dirahmati Allah ‘Azza wa Jalla,

Perlu diketahui, orang yang lebih dahulu start dalam konsen dan intens beribadah sejak 10 hari terakhir tentu lebih memiliki keutamaan dibandingkan orang yang belakangan startnya. Bagaimana tidak, sebab salah satu hikmah dirahasiakannya Lailatul Qodr adalah agar kita lebih banyak melakukan ibadah.

 Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah mengatakan,

“Allah Subhanahu wa Ta’ala telah merahasiakan ilmu tentang kapan Lailatul Qodr itu kepada para hamba-Nya sebagai bentuk rahmat dan kasih sayang. Agar mereka semakin memperbanyak amal dalam mencari malam yang penuh keutamaan itu, dengan sholat, dzikir dan do’a. Sehingga kedekatan mereka kepada Allah dan pahala yang didapatkan pun bertambah. Demikian pula hikmah dirahasiakannya malam tersebut sebagai ujian kepada mereka agar jelas siapa yang benar-benar bersungguh-sungguh dalam mencarinya dan siapa yang malas-malasan serta meremehkannya. Sebab siapa yang benar-benar menginginkan sesuatu maka dia akan mencurahkan seluruh kemampuannya dalam menggapai hal itu. Pun demikian letih dan capek dalam menggapainya pun akan terasa ringan baginya”[4].

Jabir bin ‘Abdillah Rodhiyallahu ‘anhu meriwayatkan,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقَى الْمِنْبَرَ، فَلَمَّا رَقَى الدَّرَجَةَ الْأُولَى قَالَ: «آمِينَ» ، ثُمَّ رَقَى الثَّانِيَةَ فَقَالَ: «آمِينَ» ، ثُمَّ رَقَى الثَّالِثَةَ فَقَالَ: «آمِينَ» ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، سَمِعْنَاكَ تَقُولُ: «آمِينَ» ثَلَاثَ مَرَّاتٍ؟ قَالَ: ” لَمَّا رَقِيتُ الدَّرَجَةَ الْأُولَى جَاءَنِي جِبْرِيلُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ رَمَضَانَ، فَانْسَلَخَ مِنْهُ وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَقُلْتُ: آمِينَ. ثُمَّ قَالَ: شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ، فَقُلْتُ: آمِينَ. ثُمَّ قَالَ: شَقِيَ عَبْدٌ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فَقُلْتُ: آمِينَ

“Sesungguhnya Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar beliau. Ketika menaiki tangga pertama beliau mengucapkan amin. Pun demikian tatkala menginjak tangga kedua beliau pun mengucapkan amin. Demikian pula di tangga ketiga beliau mengucapkan amin. Para shahabat bertanya, “Kami mendengar engkau mengucapkan amin tiga kali”. Beliau Shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril datang kepadaku dan mengatakan, “Celaka seorang hamba yang bertemu dengan Romadhon lalu Romadhon pun meninggalkannya namun dia tidak mendapatkan ampunan. Lalu aku ucapkan amin. Lalu dia mengatakan lagi, celaka seorang hamba yang mendapati kedua orang tua atau salah satunya masih hidup namun tidak menjadikannya masuk surga. Lalu aku katakan amin. Kemudian dia mengatakan, celaka seorang hamba bila disebutkan diriku di sisinya namun dia tidak bersholawat kepadaku. Maka aku katakan amin”[5].

Perhatikanlah, yang berdoa adalah pemimpinnya malaikat.. Perhatikan pula siapa yang mengaminkan Pemimpinnya para Nabi dan Rosul…Mungkinkah doa ini tidak dikabulkan??!!!

Yok, manfaatkan sisa hari-hari Romadhon.

Kalaupun malam ini bukan Lailatul Qodr maka tetaplah bersyukur karena anda telah memperbanyak ibadah di salah satu waktu utama memperbanyak amal.

Yok, berbaktilah kepada kedua orang tua, senangkan mereka. Jika mudikmu membuat hari mereka bahagia, maka tempuhlah..

Yok, jangan lupa sholawat kepada Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau disebutkan.

Sigambal, 26 Romadhon 1440 H / 31 Mei 2019 M.

Selepas subuh.

Aditya Budiman bin Usman

[1] Lihat Wa Ja’a Syahru Romadhon hal. 7 terbitan Darul Fadhilah.

[2] HR. Bukhori no. 2015 dan Muslim no. 1165.

[3] HR. Muslim no. 762.

[4] Lihat Majalis Syarhi Romadhon hal. 173 terbitan Muasasah Syaikh Ibnu Utsaimin, Unaizah, KSA

[5] HR. Bukhori dalam Adabul  Mufrod no. 644 dan dinyatakan shohih oleh Al Albani.

Tulisan Terkait

Leave a Reply