Jangan Buat Orang Tuamu Menangis

3 Feb

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jangan Buat Orang Tuamu Menangis

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Tidak berlebihan jika ada yang mengatakan bahwa kasih sayang orang tua kepada anaknya melampaui batas logika. Harta benda dan kehormatan rela dia korbankan demi melihat sang anak bahagia. Itu bukan berlangsung sehari-dua hari kawan. Seumur hidupmu itu akan terus ada.

Ingatlah wahai kawan, sudah berapa kali anda membuat orang tua anda menangis di depan anda ? Jika anda belum melihatnya maka ingatlah dia tentu sering meneteskan air matanya tatkala di sedang bersama Robb nya. Ketika dia mendengar daerah tempat anda kuliah, tempat anda bermukim sedang terjadi gempa, banjir, gunung meletus dan seterusnya. Dia akan menangis bermunajat kepada Robb nya. Atau tatkala anda terbaring di rumah sakit, tatkala anda gagal meraih impian anda, atau tatkala dia tak dapat memenuhi ‘kemewahan hidup’ yang anda minta. Dan masih banyak sekali atau atau selanjutnya…

Malulah kepada Allah kemudian kepada mereka atas kelalaianmu terhadap hak kedua orangtuamu. Lihatlah keadaan dirimu dengan keadaan orang yang disebutkan dalam hadits berikut ini,

حَدَّثَنَا آدَمُ قَالَ : حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ : حَدَّثَنَا سَعِيْدُ بْنُ أَبِيْ بُرْدَةَ قَالَ سَمِعْتُ أبَيْ يُحَدِّثُ : أَنَّهُ شَهِدَ بْنَ عُمَرَ رَجُلًا يَمَانِيًا يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ حَمَلَ أُمَّهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ يَقُوْلُ :

                إِنِّيْ لَهَا بَعِيْرُهَا الْمُذَلَّلْ          إِنْ أُذْعِرَتْ رِكَابُهَا لَمْ أُذْعَرْ

ثُمَّ قَالَ يَا ابْنَ عُمَرَ أَتَرَانِيْ جَزَيْتُهَا ؟ قَالَ لَا وَلَا بِزَفْرَةٍ وَاحِدَةٍ

‘Adam telah menceritakan kepada kami. Dia mengatakan, ‘Syu’bah telah menceritakan kepada kami’. Dia mengatakan, ‘Sa’id bin Abu Burdah[1] telah menceritakan kepada kami’. Dia mengatakan, ‘Aku mendengar ayahku bercerita, ‘Sesungguhnya dia menyaksikan Ibnu ‘Umar bertemu seorang laki-laki dari Yaman yang sedang melaksanakan thowaf di Mekkah dalam keadaan menggendong ibunya di atas punggunya. Kemudian pemuda itu mengatakan,

Sungguh aku ini laksana onta penganggkut barang yang hina bagi ibuku……

Jika ibuku menarik tali kekangnya dengan sangat keras maka aku tidak pernah mengeluh karena lelah melayaninya….

Kemudian pemuda itu mengatakan, ‘Wahai Ibnu ‘Umar apakah menurutmu aku telah mampu membalas jasanya kepadaku ? Lalu Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu ‘anhuma menjawab, “Tidak, (engkau belum sanggup membalas jasanya) walaupun cuma satu rintihan tarikan nafasnya saat melahirkanmu[2].

Jadi binatang pengangkut barang saja belum cukup wahai kawan………………!!!!!!!!!!!!!!!

Sudah cukup wahai kawan, kelelahan hidup mereka jangan engkau tambahi lagi dengan sikapmu yang kasar, tidak peduli dan kebosaan raut wajah serta tutur katamu kepada mereka. Sudah hentikan wahai kawan kesedihan, tangisannya karena keluhanmu tentang kehidupan ini kepada mereka. Ingatlah setetes air mata mereka karenamu itu merupakan kedurhakaanmu kepada mereka sekaligus ternilai sebagai dosa besarmu kepada keduanya. ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al Khothob Rodhiyallahu ‘anhuma pernah berujar,

بُكَاءُ الوَالِدَيْنِ مِنْ العُقُوْقِ وَالْكَبَائِرِ

“Tangisan kedua orang tua merupakan bentuk kedurhakaan (anak) dan termasuk dosa besar”[3].

Tolong kawan, adinda, kakanda……. Jangan ceritakan, jangan tunjukkan kesusahan hidupmu kepada mereka sebab itu mungkin jadi tangisan kedua orangtuamu di malam hari bersama Robb nya.

 

Renungan untukku dan kamu

 

Menjelang berbaring di peraduan,

5 Jumadil Awwal 1438 H |  2 Pebruari 2017 M

 

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] Abu Burdah adalah Ibnu Abu Musa Al Asy’ari Rodhiyallahu ‘anhu. [Syarh Shohih Adabul Mufrod hal. 24/I].

[2] HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod no. 11, Ibnu Abu Dunya dalam Makaarimul Akhlak no. 230, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 7926. Hadits ini dinilai shohih oleh Al Albani.

[3] HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod no. 8, 31, Ibnu Abu Dunya dalam Makaarimul Akhlak no. 230, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 7926. Hadits ini dinilai shohih oleh Al Albani.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply