Ibu Aku Mencintaimu …..

22 Mar

Ibu Aku Mencintaimu …..

Apakah engkau masih teringat ketika ibumu berkisah tentang bagaimana perasaannya ketika kabar bahagia yang telah ia dapatkan, suatu kabar yang seluruh ibu di seluruh penjuru negeri sangat memahami maknanya dengan baik, suatu kabar yang merupakan awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik seorang ibu dan suatu kabar yang sekaligus merupakan secerca harapan besar yang telah dipersiapkan olehnya. Benar, tidak lain kabar tersebut adalah kabar bahwa akan terlahirnya dirimu ke dunia.

Menunggu dirimu yang masih berada di dalam kandungan merupakan sutu kenangan dan kebahagiaan yang tiada batas oleh ibu. Suatu kebahagian yang memadamkan seluruh rasa lelah, letih serta payah dan suatu kenangan indah yang saat ini masih dikenang indah olehnya.

Tahukah engkau saat usiamu di dalam kandungannya telah mencapai 120 hari, yaitu pada saat Allah mengutus malaikat-Nya untuk meniupkan ruh ke dalam jasadmu dan sekaligus menetapkan kebahagiaan serta kesedihanmu ketika berada di dunia dan di akhirat sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Nabi shalallahu ‘alahi wa salam,

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ.

Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dan, saat itu engkau mulai menggerak-gerakkan badanmu, engkau mulai bermain-main sekehendakmu sendiri dan engkau memutar-mutarkan seluruh ragamu di dalam perut ibumu yang sempit sebagai tanda bahwa engkau hidup di dalam kandungannya. Ibumu sangat gembira merasakan keadaanmu meskipun rasa sakit, dan letih dirasakannya seiring dengan bertambahnya umur dan berat badanmu.

Allah Ta’ala menceritakan tentang keadaan ibumu pada saat itu,

حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِير

Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.  (QS. Luqman 14)

Bagi ibu kesabarannya pada saat itu merupakan kasih sayangnya untukmu, kegelisahannya pada saat itu semata-mata hanya mengkhawatirkanmu dan kepenatan ibumu pada saat itu adalah demi kesehatanmu serta tiada yang dilakukan ibumu pada saat mengandungmu kecuali untuk memberikan yang terbaik untuk dirimu.

Waktu terus berlalu dan saat itu pula engkau sudah tidak lagi betah untuk bermain-main di dalam kandungan ibumu, engkau memberontak dan ibumupun mengetahui isyaratmu bahwa engkau ingin segera keluar  dari kandungannya, bergegas ibumu membawamu ke tempat yang nyaman dan aman  yang disitu kamu bisa dilahirkan dengan baik, dan bersegera pula ayahmu mencari seorang yang ahli yang mampu membantu untuk memenuhi keinginanmu keluar dari kandungan ibumu.

Saat itu adalah saat yang sangat mendebarkan dan menegangkan bagi semua orang yang mengharapkan kehadiranmu terutama bagi ibumu. Ketahuilah, saat itu ibumu merasakan rasa sakit yang tidak pernah dirasakan sebelumnya dan perasaan khawatir yang sangat besar akan keselamatanmu, hingga seolah-olah terdapat dua pilihan yang nampak di depan matanya yaitu mati ataukah hidup. Dan aku yakin, engkau pasti mengetahui apa yang dipilih oleh ibumu, dengan menahan rasa sakit saat melahirkanmu, di dalam hati, ibumu seraya berdoa, “ Yaa Allah Rabku, permudahlah kelahiran anakku, apabila saat ini adalah kematianku maka matikanlah aku, namun biarkanlah anakku hidup sehingga dia dapat merasakan dunia serta isinya yang telah engkau ciptakan untuknya.”. [1]

Kemudian segala Puji Hanya Milik Allah yang telah menyelamatkanmu sehingga engkau telah terlahir dan yang telah menciptakanmu dengan sempurna.

Akhirnya pada saat itu engkaupun menangis dan jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan bagi seluruh keluarga yang menunggumu, tampak tubuhmu yang berwarna merah sebagai tanda bahwa engkau pernah menjadi satu bagian dalam tubuh ibumu dan matamu yang terpejam mengisyaratkan tanda ketidaksiapanmu untuk melihat dunia barumu. Semua tersenyum melihat keadaanamu, perasaan sakit yang diderita ibumu seolah-olah teredam oleh kelahiranmu yang sempurna, kekhawatiran besar ibumu kemudian berubah menjadi perasaan gembira dengan kedatanganmu, dan ayahmu memeluk dan mencium kamu dan ibumu sebagai wujud kegembiraannya karena engkau telah tiba.

Kemudian waktu demi waktu telah berlalu dan kau pun mulai tumbuh dewasa, kau telah pandai untuk membaca dan menghitung, dan bahkan engkau telah pandai untuk membaca qur’an serta memberikan manfaat untuk benyak orang.

Saudaraku, aku yakin kedewasaanmu saat ini engkau telah mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik untuk ibumu, engkau telah menabung dan merencanakan segala hal dalam rangka untuk memberikan kebahagiaan untuk ibumu sebagai balas budi atas kasih sayang dan susahpayahnya selama membesarkanmu, namun apakah engkau sanggup untuk membalas semuanya? rasulullah mengatakan :

“Seorang anak tidak bisa membalas budi orang tua, kecuali dia mendapati orangtuanya menjadi budak kemudian dia membeli dan memerdekakannya.” (HR. Muslim)

Yang makna hadits ini kemudian dijelaskan oleh Imam An-nawawi, “bahwa seorang anak tidak cukup membalas kebaikan dan memenuhi hak-hak kedua orang tuanya kecuali anak tersebut memerdekakannya”[2]. Dan apakah pada saat ini masih ada perbudakan ??

Dalam hati kecilmu mengatakan engkau akan dapat membuat mereka bahagia dengan  segala hal yang ada di dunia ini, padahal bukan itu sebenarnya yang mereka inginkan darimu. Ketahuilah wahai saudaraku, kebahagiaan yang diharapkan oleh ibumu bukan hanya sekedar terletak di dalam harta yang banyak, rumah yang bagus, mobil yang mewah, memberikan ongkos haji, pasangan yang cantik jelita atau lain sebagainya, namun mereka akan bahagia ketika kau senantiasa berbakti dan berbuat baik kepada mereka dengan keindahan tuturkatamu, sopan santunmu dan kebaikan hatimu.

Saudaraku, bila kau meneliti dan belajar kembali segala hal yang terkandung di dalam agama ini, sebenarnya islam adalah sumber petunjuk yang membimbing hidup manusia untuk senantiasa berada dalam kebaikan, dengan kata lain orang yang berada dalam kebaikan adalah orang yang paham tentang agamanya, rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka Allah akan pahamkan dia di dalam agama” (HR. Bukhari dan Muslim).

Banyak sekali contoh-contoh dan bukti-bukti yang menunjukkan kebaikan dari agama ini, khususnya dalam hal berbakti kepada orang tua yang bisa kau dapatkan dengan cara membaca, duduk dalam majelis ilmu syar’i dan lain sebagainya yang kebaikan tersebut apabila kau berikan kepada kedua orangtuamu maka akan berubah menjadi suatu kebahagiaan yang akan dirasakan oleh hati mereka. Diantara salah satu bukti kecilnya adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala yang memerintahkan hambanya untuk berbakti kepada orang tua, Allah ta’ala berfirman :

إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً

Artinya : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun (QS, Al-Ahqaf 15)

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya : Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.  (QS, Al-Luqman 14)

Kemudian Allah ta’ala juga memberikan bimbingan bagaimana seorang anak harus bersikap baik kepada kedua orangtuanya terutama ketika mereka sudah lanjut usia, karena pada saat itu keadaan orang tua adalah sangat lemah dan sangat membutuhkan pertolongan dari anaknya, Allah berfirman :

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا

Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (al-Isra’ 23)

Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam juga telah banyak memberikan pelajaran tentang bagaimana cara berbakti kepada orangtua melalui hadits beliau yang mengabarkan tentang kisah-kisah orang-orang terdahulu dan para sahabat yang berbakti kepada orangtuanya, diantaranya adalah kisah Uwais al-Qarni, kisah 3 orang yang terperangkap di dalam goa yang kemudian sanggup keluar karena bertawasul dengan dengan amal kebaikannya yaitu berbuat baik kepada orang tua dan kisah-kisah yang lain.

Kemudian dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitabnya Al-Adabul Mufrad. Ketika Abu Hurairah ditanya bagaimana berbakti kepada kedua orang tua, ia berkata, “Janganlah engkau memberikan nama seperti namanya, janganlah engkau berjalan dihadapannya, dan janganlah engkau duduk sebelum dia duduk[3]

Meskipun hal-hal diatas adalah teruntuk kedua orangtua secara umum, namun ketahuilah wahai saudaraku, bahwa ibu adalah orang yang paling berhak untuk mendapatkan segala perlakuan baik tersebut dan ibu harus lebih didahulukan karena beliau lebih banyak bersusah payah, banyak memberikan kasih sayang dan pelayanan kepada anaknya, ibu juga lebih banyak mengalami kesukaran disaat mengandung, disaat menyusui, kemudian mendidik, melayani serta merawat anaknya ketika sedang sakit dan lain sebagainya[4]. Dari sahabat abu hurairah radiyalhu ‘anhu beliau berkata : Datang seorang pria laki-laki kepada rasulullah kemudian dia bertanya : Wahai rasulullah, siapakah yang paling berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Beliau bersabda, “Ibumu”, Orang tersebut bertanya lagi,”kemudian siapa?”. Beliau bersabda,”Ibumu”. Orang tersebut bertanya lagi,”kemudian siapa?”. Beliau bersabda,”Ibumu”. Orang tersebut bertanya lagi,”kemudian siapa?”. Beliau bersabda,”Bapakmu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan begitu banyak balasan yang akan diberikan kepada Allah untukmu wahai saudaraku, apabila engkau berbakti kepada kedua orangtuamu dengan ikhlas, semata-mata hanya karena mendaptkan pahala dari Allah, diantaranya adalah Allah akan memasukkan seseorang dari pintu surga yang paling tengah bagi anak yang bebakti kepada kedua orangtuanya[5], Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam bersabda,”orangtua adalah pintu surga yang paling tengah, apabila kau mau maka sia-siakanlah pintu tersebut atau peliharalah. (HR, Tirmidzi).

Sebagai penutup dari tulisanku ini, saudaraku berbaktilah kepada kedua orantuamu terutama ibumu semata-mata karena Allah telah menyuruhmu untuk berbakti kepadanya. Bersyukurlah kepada Allah yang telah menciptakanmu serta ayah dan ibumu kemudian bersyukurlah kepada ibumu yang telah melahirkan dan merawatmu. Bersegeralah untuk berbuat kebaikan karena engkau tidak mengetahui kapan dan dimana engkau akan mati serta dimana tempatmu akan kembali.

Saudaraku, manfaatkanlah waktu yang engkau miliki pada saat ini karena saat ini merupakan sebab dan masa yang akan datang merupakan akibat dari segala sesuatu yang engkau lakukan pada saat ini. Apabila saat ini engkau berbakti kepada orangtuamu karena Allah semata maka yakinlah kelak anakmu juga akan membalasnya karena seseorang yang menanam pasti akan memetik hasilnya dan balasan bagi seseorang adalah tergantung dari amal perbuantannya.

Saudaraku, ketahuilah bahwa segala sesuatu yang tercela adalah segala hal yang mengacaukan hati dan perasaan takut apabila orang lain mengetahui, sedangkan segala sesuatu yang terpuji adalah segala hal yang menentramkan hati dan perasaan bangga ketika orang lain mengetahui.

Semoga Allah memberikan kemudahan disetiap urusan-urusan kita yang baik dan semoga Allah mengampuni dosa-dosaku, dosa-dosamu dan dosa kedua orang tua kita.

Selesai tanggal 19 Maret 2010 jam 10.41pm

Wisma AlHijrah, Pogung Kidul, Utara Kampus Teknik UGM, Yogyakarta

Hendra Yudi Saputra

Di dalam tulisan ini aku menggunakan kata ganti “engkau” dengan tujuan untuk lebih menekankan pernyataanku diatas untuk diriku pribadi, karena sebuah nasehat akan lebih tertanam dihati sang pemberi nasehat daripada obyek yang diberi nasehat.


[1] Ungkapan seorang ibu

[2] Fiqhut ta’muli ma’al walidaini, hal 12

[3] Shahih Al-Adabul Mufrad no. 32

[4] Fiqhut ta’muli ma’al walidaini, hal 17

[5] Fiqhut ta’muli ma’al walidaini, hal 12

Tulisan Terkait

28 Comments ( ikut berdiskusi? )

  1. Anggun
    Aug 04, 2010 @ 03:53:53

    Semoga semua orang di dunia ini bisa memuliakan seorang ibu dengan sebaik baiknya. amiin…..

    Reply

    • egga
      Jun 29, 2011 @ 02:03:33

      Aslkm,.
      maaf saya copy paste info ny…
      mksh 🙂

      Reply

  2. Ringgo Stainley
    Sep 27, 2011 @ 02:26:54

    aku kangen ma ibu ku…………

    Reply

  3. rizki senen
    Nov 01, 2011 @ 16:00:10

    Makasih artikelnya. Semoga banyak anak yang membaca dan akan menjadi sayang kepada Ibunya..
    Dan semoga akupun mampu membahagiakan ibuku..amin

    Reply

  4. okta
    Nov 22, 2011 @ 00:59:37

    assalamualaikum,
    mas mohon ijin untuk saya copy paste buat seorang teman. mudah2an membaca tulisan ini hatinya akan terbuka. terima kasih.

    Reply

    • budi
      Nov 22, 2011 @ 01:38:37

      Alaikumussalam…ya silakan, mudah-mudahan demikian. barakallah fik

      Reply

  5. khamamah
    Dec 22, 2011 @ 02:11:54

    jazakumlh buat nasehatnya

    Reply

  6. Kika
    Jan 31, 2012 @ 03:24:16

    Sangat indah. Sangat memotivasi bertemu bundaku. Juga sangat menginspirasi menulis hal yang terkait dengan bunda…mohon ijin menyalin hadits nya….jazakumullah..

    Reply

  7. Gus Fauzi
    Mar 02, 2012 @ 09:34:39

    Ya Allah…Ampunilah Dosa Ibuku dan sayangi beliau.
    terima kasih sudah berbagi, mohon ijin menyalin haditsnya jazakumullah

    Reply

  8. m_oemar
    Aug 12, 2012 @ 05:09:42

    Sangat menyentuh hati sy. minta izin utk copy artikel nya.

    Reply

  9. arief
    Sep 20, 2012 @ 13:53:53

    bukany cengeng. Tapi inilah faktnya.
    Air mataku menetes ketika membacany dan membayangkan begitu besar pengorbanan ibuku ketika mengandungku.
    Sungguh aku ingin menangis dan memohon ma’af kepada ibuku

    Reply

  10. astri
    Dec 05, 2012 @ 16:16:55

    subhanallah…kasih ibu memang layaknya sang surya yang tak pernah jenuh menyinari dunia…thank very 2012x muach for my mom yang telah menginspirasiku n_n

    Reply

  11. fajar
    Dec 20, 2012 @ 04:59:03

    izin copast yahh…

    Reply

  12. dwi saputra
    Dec 22, 2012 @ 10:41:06

    Sampai sekarang saya belum bisa memuliakan Ibu.
    mohon bimbingan cara memuliakan Ibu.
    Terima kasih Kak.

    Reply

  13. Harifuddin
    Mar 21, 2013 @ 06:35:31

    Rasanya ingin menagis sambil aku membaca artikel ini mengingat aku pernah membuat ibu menagis. Ya Allah disisa umurku ijinkan hamba menjadi anak yg berbakti kepada kedua orang tuaku sampai akhir waktuku nanti.
    آَمِيّـٍـِـنْ يَآرَبْ آلٌعَآلَمِِيِنْ

    Reply

  14. layla
    Apr 11, 2013 @ 04:41:17

    yaAllah… semoga aq termasuk anak yg bz mngangkat derajat ortuqw dihadapan-Mu…

    Reply

  15. Rai
    Sep 17, 2013 @ 13:46:50

    Sebuah nukilan yg sngt bermakna dan menyentuh hati :’) tahniah 🙂

    Reply

  16. Romi Surya Rinanda
    Nov 08, 2013 @ 15:00:56

    Assalamu’alaikum.
    Maaf Ana ijin Copy Paste.

    Reply

  17. Andi Muhajirah idris
    Jan 11, 2014 @ 13:46:42

    Apakah allah masih dpt menerima tobatq, memaafkn aq?? Q sudah brkali-kali nyakitin mama. Kini qu sdar mama adalh pahlawanq, aq hanx mw blng pdx mkasih ma krn engkau sudh hadir dlm hidupq engkau adlh ibu yg trbaik.. Etta,mama.. Aq hanx ingin kalian tw aq syg sm kalian kalian adlh sumber kekuatnq, trima ksih krn kalian sudh menjdi cahaya hidupq kalian yg memberikn q petunjuk jalan yg benar engkau sinari jalan menuju masa depanq dng kasih syg & pengorbanan yg luar biasa.. Mama pengorbanan mulah yg sngat besar, engkau kuatkn aq dng cinta.. Mama knp wkt aq dlm kndungan mu engkau memprtahanknq mengapa engkau tk meminta pd allah biar q tak prn hadir d bumi in aq tak pantas hidup dng mu ank durhaka seperti aq tak pntas mendptkn ksih syg mu…di dunia in aq hanya menambah dosa bhkan membuat mu jg brdosa pd hal i2 ulah qu sendiri.. Kni qu sdar betapa pentingx engkau, engkau hanx mintah 1 dri qu yaitu berahlak mulia dng akhlak aq bs blajr menjd dri qu yg sesungguhx.. Mama tak dpt qu hitung sudh berpa kali aq menykiti hati mu membuat air mata mu menetes seakn engkau menangis bersedu-sedu maafknlah dri qu ini jk aq tak dpt menjdi anak yg trbaik utk mu & etta/ayah.. Etta tringat slama di dunia in tak ada anak mu yG perna membuat air mata mu metes selain dri qu .. Maafkn aq..sunggu aq tak brmaksud sunggu aq sngat kesali hidupqu bukn kha seharusx aq senang atw bngga memiliki ortu sprti kalian. Mama engkau adlh wanita yG kuat & bijaksana engkau kuat menahan rasa skit ketika engkau mengandungq, d engkau kuatkn hati mu, menahan skitx hati mu yg di sebabkn olhqu.. Engkau bijaksana krn tiap prbuatnq engkau sllu memaafkn qu.. Bagi qu kalian adlh sgalax untk qu..
    Ya allah.. Ijinkn aq mencium telapak kaki mama.. Ya rabb.. kuatknlah mereka berilah mereka umur yg panjng, lindungilah mereka, sygilah mereka buka kanlah pintu rezky buat mereka biar mereka bs naik haji sunggu aq tak snggup melihat kesulitan mrk, q tw persaan mrk, mereka rela meminjam uang kesana kemari hanx untk menyekolahknqu & adik qu &membiayai kuliah kk” qu, mrk masi bs trsenyum, tertawa.. Mrk slalu trlihat kuat & snggup wlao sebenrx hati mereka beku.. Aq bs rasakn i2 prcuma kalian menyembunyiknx.ya allah.. Q mhon pd mu hpusknlah smua dosa” & hukuman dunia & akhirat mrk, biarlah aq yG menanggungx aq iklas yG penting engkau tak menyakitinx, sudh cukup pnderitaan yg mrk rasakn.. Ya rabb.. Hindarknlah mereka dri api neraka mu, hindarknlah mrk dr marabaya, hindarknlah mereka dri sgala penyakit.. & sembuhknlah skit yg sekarang mereka derita aq mhon ya allah wlaupun skit i2 jg dri hati mrk yg teriris krn kata2q atw prilaku qu, ya allah kirimknlah kebahgian buat mrk biarlah mereka merasakn kebagiaan dunia mwpun akhirat..& brikanlah yg trbaik untkx jdikn lah aq ank yg sholehah, jdiknlah aq ank yg sukses agar mrk bngga & smua yg mrk lakukan tdk sia”.. Ya rabb buka kanlah mrk pintu surga mu ijinknlah mrk mencium bau surga mu & tinggal d surga mu..buka kan pulalah pintu maaf buat mrk biarlah mereka bs melihat kabbah & brtawaf, meminta do’a d petunjuk & memuji mu bersyukur d hadapan mu jauhkan lah mrk dr sgala kemaksiatan.. Ya ilahi.. Aq mhon kuatkn aq bimbinglah aq kuatknlah iman aq bntulah aq agar aq bs menjauhi k maksiatan persinaan & lainx yg brkaitan dng prbuatan jahiliah.. Ya allah Prtemukanlah aq, ortu,kakak, ade’ & smua keluarga atwpun org” yg menyayangi qu dng nabi muhammad d hri kiamat nanti.. & berikanlah smua yg trbaik buat qu dn smua keluargaqu trutama ortu qu..
    AMIEN…!^_^%

    Reply

  18. Dessy
    Feb 24, 2015 @ 08:21:18

    Assalammualaikum,

    Terimakasih atas tulisannya. “rasa”nya sampai menggumpal di dada.
    .

    Wassalammualaikum.

    Dessy H

    Reply

    • Aditya Budiman
      Feb 24, 2015 @ 23:00:44

      عليكم السلام
      an. Penulis mengucapkan terima kasih kembali

      Reply

  19. Bean
    Aug 24, 2015 @ 22:58:42

    Assalamualaikum akhiy terimakasih atas tulisan yang sangat bermanfaat ini JazakaAllah smoga engkau mendapatkan pahal disetiap orang yang memuliakan orang tuanya setelah membaca tulisanmu ini

    Reply

    • Aditya Budiman
      Aug 25, 2015 @ 00:54:23

      Alaikumussalam. Kami atas nama penulis mengucapkan jazakumullah khoir wa barakallah fikum… Silakan di share supaya manfaatnya lebih luas

      Reply

  20. ASEP
    Jun 16, 2016 @ 10:48:38

    Assalaamualaikum,

    Akhi Hendra, Izin share.
    semoga menjadi hidayah, dan kebaikan buat teman-teman yang membacanya.
    aamiin.
    syukron untuk kelembutan hatinya dan artikel indahnya.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 16, 2016 @ 12:29:38

      Alaikumussalam.
      Kami mewakili Hendra, mempersilakan untuk menyebarkan artikel ini seluas-luasnya. Jazakallah khoir

      Reply

Leave a Reply