Hasad Pada Sesama …. Lebih Dahsyat

18 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hasad Pada Sesama …. Lebih Dahsyat

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Penyakit hasad, iri dan dengki merupakan sebuah penyakit kronis yang amat berbahaya. Lihat sekelumit tentang hasad dan iri hati di sini.

Salah satu tanda untuk mendeteksi bahwa anda terjangkiti penyakit hasad adalah apakah anda merasa senang luar biasa ketika orang yang profesinya sama dengan anda keliru, tergelincir, salah atau yang semisal. Profesi sama di sini dapat menimpa anda yang bekerja sebagai pedagang, karyawan, pejabat, guru atau ustadz bahkan penuntut ilmu syar’i atau da’i. Ketika semakin banyak kesamaan antara diri anda dan orang lain maka semakin kuat pulalah dorongan untuk hasad dan iri.

Syaikh DR.  ‘Abdul ‘Aziz As Sadhan Hafizhahullah mengatakan,

Hasad Pada Sesama .... Lebih Dahsyat 1

“Senang dengan kesalahan sesama teman.

Kesalahan teman seprofesi lebih dahsyat dibandingkan orang lain. Karena teman seprofesi merupakan orang yang menyainginya di depan. Teman seprofesilah orang yang bersaing dengannya di hadapan orang lain. Teman seprofesi ini jugalah yang membuat keruh jernihnya ketenaran. Oleh sebab itu, kapan saja teman seprofesi ini maka dia akan bertambah senang dan gembira. Karena dia mengira bahwa kesalahan teman seprofesi tersebut merupakan sebuah hal yang dapat mengangkat dirinya (yaitu orang yang hasad ini)”.

Hasad Pada Sesama .... Lebih Dahsyat 2

“Ini merupakan sebuah tanda hasad dan iri hati yang tidak selamat darinya kecuali segelintir orang saja. Hal ini merupakan perkara batiniyah yang tidak diketahui kecuali Allah dan pemilik sifat ini. Jika kita termasuk orang yang punya sifat ini maka segeralah berusaha membebaskan darinya dan memohon ampunlah kepada Allah dari dosa tersebut”.

Seorang penyair Arab dahulu pernah berucap,

كُلُّ العَدَوَاتِ قَدْ تُرْجَى مَوَدَّتُهَا         إِلَّا عَدَوَاةَ مَنْ عَادَاكَ مِنْ حَسَدِ

Setiap permusuhan masih dapat diharapkan kecintaannya

                                            Kecuali permusuhan orang yang memusuhimu karena hasad

[Diangkat dari Ma’alim fi Thoriq Tholabil ‘Ilmi hal. 88-90 terbitan Darul ‘Ashomah, Riyadh, KSA tahun 1433 H.]

 

Maka mari kaji hati kita, waspadalah terhadap penyakit kronis ini. Jika masih ada mari padamkan api hasad tersebut.

Sigambal, 13 Syawwal 1437 H / 18 Juli 2016 M.

setelah subuh

 

Aditya Budiman bin Usman

#edisikajidiri

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply