Faidah Melaksanakan Dzikir-Dzikir Dari Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam

26 Mar

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Faidah Melaksanakan Dzikir-Dzikir Dari Nabi

Shollalahu ‘alaihi wa Sallam

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Langsung saja saudaraku seiman, mas bro, kawan, sahabat atau orang yang belum kami kenal. Mungkin mas bro pernah mengalami apa yang kami alami dahulu. Kita diajarkan sedari kecil untuk mengahafal do’a – do’a ataupun dzikir pada keadaan tertentu. Yang kami maksudkan adalah do’a ketika hendak tidur, do’a ketika masuk wc dan lain sebagainya. Bacaan ini lebih tepatnya diistilahkan para ulama dalam kitab-kitab amalul yaum wal lailah (amalan di waktu siang dan malam hari) dengan istilah dzikir.

Gak usah bingung mas bro. Lanjut aja baca dulu.. Bahasa ane gak garing khan ? Ane gunakan bahasa gini biar gak bosen mas bro.. mudah-mudahan maksud ane kesampean.

Oke balik lagi ke materi, pernah nggak mas bro bertanya dalam hati, ‘Apa sih faidahnya Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam mengajarkan kita baca do’a/dzikir ini dan itu ketika hendak melakukan kegiatan tertentu ?’

Salah satunya udah kita sebutin di tulisan yang kemaren bro.. Gak nyimak ?? Wah parah ente bro.. Oke ane ingetin lagi atau mas bro klik link di atas.

Intinya supaya kita termasuk orang-orang yang berakal dalam artian sebagaimana yang dikatakan Syaikh ‘Abdur Rohman bin Nashir As Sa’diy Rohimahullah,

وخص الله بالآيات أولي الألباب، وهم أهل العقول؛ لأنهم هم المنتفعون بها، الناظرون إليها بعقولهم لا بأبصارهم.

“Allah Subhanahu wa Ta’ala mengkhususkan Ulul Albaab yaitu orang-orang yang berakal pada ayat ini (Surat Ali ‘Imron ayat 190) karena merekalah orang-orang yang mampu mengambil manfaat dari pelajaran dari apa yang mereka lihat berupa tanda-tanda kauniyah Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka mampu melihat dengan akal/hati mereka dan tidak semata-mata hanya dengan penglihatan mereka”[1].

Nah, udah nyambung blom ? Salah satu sifat Ulul Albaab adalah pada ayat selanjutnya yang udah kita sebutin di tulisan sebelumnya,

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ

“(yaitu) Orang-orang yang mengingat Allah ketika berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring”. (QS. Ali ‘Imron [3] : 191)

Salah satu tafsir untuk ayat ini, mereka adalah orang-orang yang senantiasa berdzikir dalam setiap keadaannya. Ketika hendak makan tidak lupa berdzikir/berdo’a sebelum makan, ketika hendak tidur tidak lupa berdzikir/berdo’a sebelumnya dan seterusnya.

Nah, ini faidah yang kedua kawan……

Syaikh DR. Prof. ‘Abdur Rozzaq bin ‘Abdul Muhsin Al Badr Hafidzahullah mengatakan,

Faidah Melaksanakan Dzikir-Dzikir Dari Nabi 1

“Barangsiapa yang memiliki perhatian khusus, memandang penting[2] terhadap do’a-do’a / dzikir yang sah diriwayatkan dari Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam maka dia akan merasa kembali dan benar-benar mengetahui dalam banyak kesempatan bahwasanya Allah ‘Azza wa Jalla adalah satu-satunya Dzat Yang Mampu Mematikan dan Menghidupkan, Yang Memberi Makan dan Minum, Membuat Orang Menjadi Fakir dan Kaya, Memberikan dan Tidak Memberikan Pakaian, Memberi Petunjuk dan Menyesatkan. Bahwasanya Dialah satu-satunya Dzat Yang Berhak Disembah dan Ibadah Ditujukan pada Nya, Yang Pantas Kita Merendahkan Diri pada Nya serta Memperuntukkan Seluruh Ibadah kepada Nya[3].

 

Belum loading bro maksud beliau ?

Contoh paling sederhana Insya Allah ni, ketika ente mau makan atau minum maka Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam mengajarkan untuk membaca bismillah. Yang artinya dengan nama Allah aku makan/minum. Nah ketika itu jika anda benar-benar memperhatikan dzikir/do’a ini maka anda akan merasakan bahwasanya apa yang anda makan itu murni dari Allah ‘Azza wa Jalla yang jika Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak berikan kepada anda pasti anda tidak dapat makan/minum pada saat itu. Kemudian jika anda perhatian, maka anda akan merasakan bahwasanya makanan dan minuman yang berasal dari Allah ‘Azza wa Jalla ini diperuntukkan untuk membantu anda dalam beribadah hanya kepada Allah Ta’ala dan tidak layak kekuatan yang anda dapatkan dari makanan tersebut anda gunakan untuk bermaksiat dan melanggar aturan Sang Pemilik Nikmat yaitu Allah ‘Azza wa Jalla.

 

Masya Allah, Sungguh luar biasa khan bro faidahnya…..

Disebabkan oleh karena itu bro, mari hafalkan dzikir/do’a dari Nabi Shollalahu ‘alaihi wa Sallam pada setiap keadaannya. Kalo belum hafal beli dan bawa buku saku misal Hisnul Muslim. Gak ada uang ?! Install tu bro di hape mas bro aplikasinya biar bisa dibaca dimanapun…

 

Mudah-mudahan bermanfaat buat ane dan mas bro sekalian,

Ane, Aditya Budiman bin Usman

1 Jumadits Tsaniy 1436 H / 22 Maret 2015 H

[1] Lihat Taisir Karimir Rohman.

[2] Buktinya berusaha menghafal dan membacanya.

[3] Lihat Fiqh Al Adzkaar wal Ad’iyah hal. 8/III terbitan Kunuuz Syibilia, Riyadh, KSA.

 

 

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply