Bukan Hanya Sekedar Membaca

5 May

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bukan Hanya Sekedar Membaca

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Setiap muslim, termasuk kita tentu bangga dengan Al Qur’an. Masing-masing kita mengekspresikan kecintaannya kepada Al Qur’an beraneka ragam. Diantara kita ada yang mengekspesikannya dengan membeli mushaf yang mahal. Ada yang mengekspresikannya dengan gemar membacanya. Diantara kita ada yang menyimpannya di tempat khusus[1] dan masih banyak lagi kenyataan yang kita lihat di medan dakwah.

Untuk kita yang sudah gemar membacanya maka Alhamdulillah. Buat yang belum gemar coba baca ini. Mudah-mudahan tersentuh. Oke kita lanjut, diantara adab seorang muslim terhadap Al Qur’an sebagai bentuk ekspresi cintanya adalah dia gemar membacanya dan mentadabburinya.

Al Imam An Nawawiy Rohimahullah mengatakan[2],

Bukan Hanya Sekedar Membaca 1

“Ketika seseorang hendak membaca Al Qur’an maka hendaklah dia dalam keadaan khusyu’ dan mentadabburi apa yang dia baca. Dalil-dalil yang menujukkan hal ini sangat banyak, terkenal, sangat jelas untuk disebutkan. Bahkan (khusyuk ketika membaca Al Qur’an dan mentadabburi apa yang dibaca –pen.) merupakan tujuan yang diperintahkan, dituntut, dengannyalah hati akan lapang dan hati bercahaya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ

“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al Quran”. (QS. Al Nisaa’ [3] : 82 ; Muhammad [47] : 24)

Allah Ta’ala berfirman,

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka mentadabburi ayat-ayatnya”. (QS. Shood [38] : 29)

Beliau Rohimahullah melanjutkan,

Bukan Hanya Sekedar Membaca 2

“Hadits-hadbits yang menjadi dalil tentang hal ini juga banyak sekali demikian juga perkataan para salaf tentang hal ini juga sudah sangat tersebar. Sungguh sebagian besar salaf begadang untuk membaca, mentadabburi dan mengulang-ulang 1 ayat Al Qur’an hingga jelang subuh. Sebagian lain pingsan ketika membaca Al Qur’an. Bahkan sebagian lainnya meninggal ketika sedang membaca Al Qur’an”.

Dimana keadaan kita wahai saudaraku ?? Untuk apa kita begadang ?? Lihatlah betapa mereka sangat menyelami makna ayat Al Qur’an. Sedangkan kita ?? Mari kita koreksi kembali diri kita.

Beliau Rohimahullah melanjutkan[3],

Bukan Hanya Sekedar Membaca 3

“Telah diriwayatkan kepada kami dari Bahz bin Hakiim, bahwa sesungguhnya Zurooroh bin Aufaa seorang tabi’in yang mulia Rodhiyallahu ‘anhu suatu saat mengimami mereka dalam sholat fajar/subuh. Ketika itu beliau membaca ayat hingga sampai pada firman Allah ‘Azza wa Jalla,

فَإِذَا نُقِرَ فِي النَّاقُورِ . فَذَلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ .

“Apabila ditiup sangkakala. Maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit”. (QS. Al Mudatsir [74] : 8-9)

Maka beliau tersungkur dan meninggal. Bahz mengatakan, ‘Ketika itu aku termasuk orang yang menggotong beliau’.

Bukan Hanya Sekedar Membaca 4

“Dahulu Ahmad bin Abu Hawari Rodhiyallahu ‘anhu beliau adalah Royhanahnya Syam sebagaimana yang dikatakan Abul Qosim Al Junaid Rohimahullah. Jika dibacakan pada beliau Al Qur’an maka beliau akan berteriak kemudian pingsan”.

Sungguh lembut hati mereka wahai saudaraku….

Sungguh benar apa yang dikatakan Utsman bin ‘Affan dan Hudzaifah bin Al Yaman Rodhiyallahu ‘anhuma,

Bukan Hanya Sekedar Membaca 5

Seandainya hati kita bersih maka hati kita tidak akan kenyang, bosan, merasa puas membaca Al Qur’an”.

Mari berusaha mendekati kondisi, keadaan dan kelembutan hati mereka…..

 

Jum’at Selesai Subuh, 12 Rojab 1436 H, Mei 2015 M

Bersama Syifa dan Hudzaifah.

 

Al Faaqir ilaa Maghfiroti Robbihi

Aditya Budiman bin Usman.

[1] Namun kadang saking khususnya hingga lupa ditaruh dimana. Mudah-mudahan kita tidak termasuk yang ini.

[2] Lihat At Tibyan fii Adab Hamalatil Qur’an hal. 86 terbitan Maktabah Ibnu ‘Abbas, Kairo, Mesir.

[3] Idem hal. 78.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply