Beberapa Adab Kepada Orang Tua (3)

13 Mar

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Beberapa Adab Kepada Orang Tua (3)

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Melanjutkan adab-adab sebelumnya kepada kedua orang tua. Adab berikutnya adalah tidak duduk sementara orang tua berdiri.

Syaikh Musthofa Al ‘Adawiy Hafizhahullah mengatakan[1],

“Adapun permasalahan anda duduk sedangkan mereka berdua berdiri, maka dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari jalur shahabat Jabir Rodhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam mengaduh lalu kami sholat di belakang beliau. Ketika itu beliau sholat dalam keadaan duduk dan Abu Bakar memperdengarkan takbirnya kepada para shahabat lain (yang ikut sholat –pen). Lalu beliau Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menoleh kepada kami dan beliau melihat kami sholat dalam keadaan berdiri. Lalu beliau mengisyaratkan kepada kami untuk duduk. Kemudian kami pun sholat dalam posisi duduk (sebagaimana beliau –pen). Lalu setelah salam beliau bersabda, “Kalian hampir saja melakukan perbuatan yang dilakukan orang Persia dan Romawi. Mereka berdiri di hadapan raja mereka yang sedang duduk. Janganlah kalian melakukan hal itu. Ikutilah imam kalian. Jika imam sholat berdiri maka sholatlah kalian dalam keadaan berdiri. Jika imam sholat duduk maka sholatlah kalian dalam keadaan duduk”[2].

Walaupun hadits ini berbicara seputar hukum sholat dalam keadaan berdiri padahal imam sholat dalam keadaan duduk, rincian luasnya bukanlah disini tempatnya. Namun pada hadits ini juga terdapat faidah adab yang dapat dipetik. Yaitu makruhnya duduk sementara orang tua anda berdiri di depan anda. Adap ini pun masih dilestarikan/terus berlaku”.

Sisi pendalilannya Allahu a’lam merupakan kebiasaan buruk atau bentuk adab yang buruk raja-raja Persia dan Romawi membiarkan rakyat mereka berdiri sedangkan mereka dalam keadaan duduk. Padahal rakyat memiliki hak yang besar terhadap rajanya.

 

Contoh penerapan adab ini banyak sekali, misalnya ketika orang tua anda datang sedangkan anda tidak memiliki kursi yang cukup untuk tempat anda dan orang tua duduk. Maka berikanlah kursi yang anda punya kepada orang tua dan anda duduk di bawah. Dan masih banyak contoh lain yang dapat dikembangkan dari adab ini. Allahu a’lam.

 

Bersambung insya Allah

14 Jumadil Akhiroh 1438 H |  13 Maret 2017 M

 

Aditya Budiman bin Usman bin Zubir

[1] Lihat Fiqh Ta’amul Ma’al Walidain hal. 43 terbitan Maktabah Makkah, Mesir.

[2] HR. Muslim no. 413.

 

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply