A Little Bit of Ad Du’a (Inginkah Do’amu Dikabulkan ?)

4 Aug

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

A Little Bit of  Ad Du’a (Inginkah Do’amu Dikabulkan ?)

Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Dzat yang telah mewajibkan puasa bagi hamba-hambaNya. Sholawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi was sallam kepada istri-istri beliau dan seluruh sahabatnya Ridwanullah alaihim ajma’in.

Do’a merupakan ibadah yang sangat agung di sisi Allah ‘Azza wa Jalla, terlebih lagi di bulan yang penuh berkah ini, yaitu bulan Romadhon[1].

Diantara sekian banyak hal yang sering sekali dilakukan sebagian dari kita adalah meminta do’a dari orang yang sholeh. Mereka meminta agar orang yang sholeh tersebut mendo’akan kebaikan baginya baik yang berhubungan dengan urusan dunianya[2] ataupun yang berhubungan dengan agamanya/akhiratnya. Kami tidaklah mengatakan hal ini haram hukumnya. Namun gejala yang terlihat adalah mereka sering lupa dengan yang ada di dalam Al Qur’an dan hadits yang berhubungan dengan do’a. Diantaranya adalah Ayat Allah di dalam Al Qur’an,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Robbmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari  berdo’a kepadaKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina”. (QS : Al Mu’min [40] : 60).

Lihatlah di dalam ayat ini jelas bagi kita Allah memerintahkan kepada kita agar meminta langsung kepadanya.

Demikian juga diantara hal yang sering dilupakan sebagian dari kita adalah berdo’a dengan memulainya dengan lafadz yang ditegaskan Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam jika kita berdo’a dengannya pasti dikabulkan[3].

عَنْ أَنَسٍ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جَالِسًا وَرَجُلٌ يُصَلِّى ثُمَّ دَعَا اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ.فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- ) لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِى إِذَا دُعِىَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى (.

Dari ‘Anas bin Malik, Sesungguhnya beliau bersama Rosululloh shallallahu ‘alaihi was sallam suatu ketika duduk. Pada saat itu ada seorang laki-laki yang sholat lalu berdo’a (dengan do’a), “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada Mu (Dzat yang) bagi Mu lah seluruh pujian (yang disertai pengagungan seagung-agungnya dan perendahan diri kami serendah-rendahnya), Tiada Sesembahan yang benar disembah kecuali Engkau, Dzat Yang Maha Memberi, Pencipta Langit-langit dan Bumi, Wahai Dzat Yang Maha Mulia, Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan Tidak Butuh Pertolongan”. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Sungguh engkau telah berdo’a dengan menggunakan Nama-Nama Allah Yang Agung yang jika seseorang berdo’a dengan menggunakannya (pasti) Allah terima do’anya dan jika ia memohon maka Allah berikan apa yang ia minta”[4].

Maka lihatlah wahai Saudaraku betapa diri ini bergitu lemah meminta kepada Allah Al Kariim. Mudah-mudahan tulisan yang sangat singkat ini dapat membukakan pintu hati kita untuk berdo’a langsung kepada Allah dengan bertawassul menggunakan Nama-Nama dan Shifat-Shifat Nya.

 

 

Menjelang Tidur,

Ba’da Sholat Tarawih,

02 Romadhon 1432 H – 29 Juli 2011 M

 

Aditya Budiman bin Usman



[1] Tentang masalah ini silakan merujuk pada tulisan kami di web ini dengan judul Ada Apa dengan Bulan Ramadhan dan Do’a.

[2] Sangat disayangkan inilah yang sering kita dapati di sebagaian masyarakat kita. Mudah-mudahan Allah ‘Azza wa Jalla menunjuki kita semua.

[3] Selama kita tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan do’a kita tidak diterima semisal memakan harta yang haram dan seterusnya.

[4] HR. Abu Dawud no. 1495, An Nasa’i no. 1308, Ahmad no. 12632. Hadits ini dinilai shohih oleh Al Albani rohimahullah dalam takhrij beliau untuk Sunan Abu Dawud.

 

Tulisan Terkait

Leave a Reply