10 Adab Kepada Saudara Muslim Yang Mulai Hilang – Part 1

28 Aug

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

10 Adab Kepada Saudara Muslim Yang Mulai Hilang – Part 1

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Semakin tua umur dunia semakin sesak terasa hidup. Semakin susah kian terasa kehidupan. Semakin tipis rasanya cinta dan kepedulian kepada sesama muslim. Inilah gambaran persaudaraan sesama muslim sekarang ini.

Padahal dalam banyak ayat Allah ‘Azza wa Jalla mengingatkan, mendorong merekat, menjalin hubungan persaudaraan sesama muslim. Diantaranya ayat yang sangat akrab di telinga kita.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

“Hanyalah sesungguhnya orang-orang beriman, muslim itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu”. (QS. Al Hujuroot [49] : 10)

Dalam tafsir yang sangat ringkas. Penulis Tafsir Jalalain rohimahumallah mengatakan,

10 Adab Kepada Saudara Muslim Yang Mulai Hilang 1

“Firman Allah (إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ) yaitu saudara seagama. Firman Allah (فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ) yaitu jika kalian silang pendapat”[1].

Namun mengapa kita di negeri yang mayoritas muslim ini, persaudaraan terasa gersang, kering kerontang bahkan bermusuhan ? Mari perbaiki diri kita pribadi, laksanakan sekuat tenaga 10 adab berikut mudah-mudahan persaudaran sesama muslim itu menjadi sejuk, hangat dan menebal.

Pertama : bangun persaudaraan itu dengan niat yang benar.

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal tergantung niatnya dan bagi seseorang apa yang dia niatkan”[2].

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi As Sayyid Nadaa Hafizhahullah mengatakan,

10 Adab Kepada Saudara Muslim Yang Mulai Hilang 2

“Seseorang berniat menjadikan saudara dan teman yang sholeh, yaitu orang yang dapat menolongnya dalam urusan agama dan dunianya. Serta agar dapat membantunya di atas keta’atan kepada Allah Ta’ala[3].

Adab inilah yang mulai hilang. Niat membangun persaudaraan sesama muslim di sebagian kita hanya dibangun di atas kepentingan keduniaan misal kelompok, jama’ah dan seterusnya.

Kedua : mencari teman, sahabat dan saudara dari kalangan orang-orang sholeh.

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا

“Janganlah engkau menjadikan sahahabat, kawan dekat, saudara melainkan seorang mukmin”[4].

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi As Sayyid Nadaa Hafizhahullah mengatakan,

10 Adab Kepada Saudara Muslim Yang Mulai Hilang 2a

“Adapun pershahabatan dengan non muslim maka bukan termasuk bagian cinta karena Allah dan benci karena Allah. Bahkan itu menunjukkan bahaya dalam masalah iman. Pershahabatan dengan non muslim merupakan bencana bagi pelakunya di dunia dan akhirat.

Adapun di dunia maka sesungguhnya orang kafit atau fajir, anda tidak pernah benar-benar merasa aman di sisinya. Tidak mungkin juga anda benar-benar dapat mempercayainya. Bahkan tentu dia memiliki kebencian kepada kaum muslimin”[5].

Sungguh benar yang beliau sampaikan. Jika Dzat Yang Menciptakannya saja dia khianati apatah lagi dengan anda ?!

Ketiga : persaudaraan itu berlandaskan kecintaan karena Allah.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi As Sayyid Nadaa Hafizhahullah mengatakan,

10 Adab Kepada Saudara Muslim Yang Mulai Hilang 3

“Hendaklah seorang muslim menjadikan muslim lainnya sebagai saudara dan sahabat karena kecintaaa kepada Allah Ta’ala. Bukan karena bagian kecil dari perkara dunia misalnya hubungan jual beli dan selainnya”[6].

Kebanyakan kita menganggap muslim lainnya bersaudara ketika persahabatan, persaudaraan itu hanya karena perkara yang menguntungkan duniawi kita semata.

Keempat : menginginkan kebaikan bagi saudara dan sahabat.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi As Sayyid Nadaa Hafizhahullah mengatakan,

10 Adab Kepada Saudara Muslim Yang Mulai Hilang 4

“Yaitu memberikannya nasihat dengan tulus, jujur (karena menginginkan kebaikan untuknya –pen) kepada hal-hal yang bermanfaat untuknya jika dia membutuhkannya dan memintanya kepadamu. Hal-hal yang bermanfaat ini mencakup bermanfaat baginya dalam urusan dunia dan agamanya[7].

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ. قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ : ………وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ

“Hak/kewajiban seoang muslim atas muslim lainnya ada 6”. Para shahabat bertanya, ‘Apa saja itu wahai Rosulullah ?’ Beliau Shollallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “……… Jika dia meminta, membutuhkan nasihat maka berikanlah dia nasihat”[8].

Sungguh indah bila nasihat itu dibangun di atas ketulusan, kejujuran dan karena ingin kebaikan kepada saudara sesama muslim.

Kelima: bersama di saat sedinya.

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi As Sayyid Nadaa Hafizhahullah mengatakan,

10 Adab Kepada Saudara Muslim Yang Mulai Hilang 5

“Yaitu menunjukkan rasa ikut bersedih (dengan tulus –pen) ketika dia sedang bersedih, mambantunya dengan harta serta dengan kalimat yang baik (misal agar tetap di atas kesabaran dan berharap pahala -pen)”[9].

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti bangunan, saling menguatkan satu sama lain”[10].

Sungguh indah yang demikian, kuat sama dipikul ringan sama dijinjing.

 

To Be Continued Insya Allah Ta’ala.

 

 

11 Dzul Qo’dah 1436 H / 26 Agustus 2015 M

Aditya Budiman bin Usman

[1] Lihat Tafsir Jalalain.

[2] HR. Bukhori no. 1, Muslim no. 1907.

[3] Lihat Al Mausu’ah Al Adab Al Islamiyah hal. 59 terbitan Dar Thoyyibah, Riyadh, KSA.

[4] HR. Abu Dawud no. 4832, Tirmidzi no. 2395. Hadits ini dinilai hasan oleh Al Albani Rohimahullah.

[5] Lihat Al Mausu’ah Al Adab Al Islamiyah hal. 60

[6] Idem hal. 60.

[7] Idem hal. 63.

[8] HR. Muslim no. 2162.

[9] Lihat Al Mausu’ah Al Adab Al Islamiyah hal. 64.

[10] HR. Bukhori no. 481, Muslim no. 2585.

Tulisan Terkait

Leave a Reply