Ketika Dosa Dianggap Ringan

20 Feb

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ketika Dosa Dianggap Ringan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Makin ke belakang, semakin banyak kemaksiatan meraja lela dengan berbagai macam jenisnya dan ragamnya. Kata orang, ‘Seakan urat malu manusia telah putus dari badannya’. Jikalau kita bandingkan dengan masa lampau dimana kita masih kanak-kanak. Rasa-rasanya maksiat di masa ini demikian dahsyatnya. Demikian pula kemunafikan, berbagai macam kemunafikan mulai terlihat jelas. Hal-hal yang jelas-jelas haram dalam dalam Islam, dibela mati-matian oleh orang-orang yang mengaku dirinya muslim bahkan mengaku sebagai cendikiawan. La Hawla wa La Quwwata Illa Billah.

Setidaknya ada 2 akibat dan juga dapat menjadi sebab terbesar yang menjadi penyebab hal ini yaitu hilangnya rasa malu dan menganggap remeh dosa. Adapun sebab yang pertama telah pernah kami sampaikan di sini. Maka pada kesempatan ini akan kita nukilkan penyebab kedua yaitu menganggap remeh dosa-dosa.

Penyakit Yang Harus Dijauhi Penuntut Ilmu Part 2 -Berfatwa Tanpa Ilmu-

9 Feb

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Penyakit Yang Harus Dijauhi Penuntut Ilmu Part 2

Berfatwa Tanpa Ilmu

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Melanjutkan tulisan sebelumnya seputar penyakit yang harus dijauhi seorang penuntut ilmu. Pada tulisan sebelumnya telah diketengahkan bahwa salah satu penyakit kronis dalam menuntut ilmu adalah hasad. Silakan cek di sini.

Penyakit kedua yang harus dijauhi dan dihindari seorang penuntut ilmu adalah berfatwa tentang sebuah permasalahan tanpa ilmu.

Menyambung Tali Silaturahim Yang Keren

28 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menyambung Tali Silaturahim Yang Keren

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Menyambung tali kekerabatan atau yang dalam istilah agamanya tali silaturahim memiliki kedudukan yang mulia di dalam agama kita. Salah satu keutamaanya adalah apa yang difirmankan Allah ‘Azza wa Jalla dalam hadits qudsi.

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا الرَّحْمَنُ خَلَقْتُ الرَّحِمَ وَشَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنَ اسْمِى فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَهَا بَتَتُّهُ

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Aku adalah Ar Rohman, Aku ciptakan rahim dan aku jadikan rahim merupakan pecahan kata dari nama Ku. Barangsiapa yang menyambungnya Aku akan menyambungkannya. Barangsiapa yang memutusnya maka aku akan memutuskannya”[1].

Masih banyak keutamaan lainnya yang disebutkan dalam Al Qur’an dan hadits Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam. Namun kita tidak sedang membahas keutamaan menyambung tali silaturahim. Melainkan kita akan mengetengahkan sebuah hal yang merupakan bentuk menyambung tali silaturahim namun kebanyakan kita mengira bahwa hal ini tidak termasuk menyambung tali silaturahim.

Ayo Baca Tafsir Al Qur’an

22 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ayo Baca Tafsir Al Qur’an

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Anda sudah baca Al Qur’an hari ini ? Jika ya, alhamdulillah. Pujilah Allah dan bersyukurlah kepada Nya karena masih memberikan hidayah taufiq untuk beramal kepada anda. Tak banyak orang di zaman sekarang yang harinya masih terikat dengan bacaan Al Qur’an. Semakin menua umur dunia, keimanan manusianya pun semakin terkikis berbagai kesibukan yang melalaikan dari beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla Sang Pemilik dunia dan segala isinya.

Apa Itu Aqidah

16 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Apa Itu Aqidah

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Aqidah merupakan sebuah kata yang sering kita bicarakan, dengar atau baca. Namun tahukah kita apa arti dari aqidah tersebut ?

Mari simak kutipan berikut.

 

Pentingnya Mempelajari Tauhid Asma’ dan Shifat

7 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pentingnya Mempelajari Tauhid Asma’ dan Shifat

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Beberapa hal yang menjadi keutamaan mempelajari Tauhid Asma dan Shifat Allah Ta’ala.

Merupakan tanda terbesar Allah ‘Azza wa Jalla mengingikan kebaikan untuk seseorang

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[1],

“Sesungguhnya kefakihan, kefahaman, ilmu terkait Tauhid Al ‘Asma wa Shifat Allah yang husna merupakan sebuah pembahasan ilmu yang sangat mulia. Bahkan hal ini merupakan fikhul akbar (fikih yang paling besar). Pemahaman dan ilmu tentang inilah yang pertama sekali, paling utama, terdepan terkait sabda Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam,

مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْراً يُفَقِّهْهُ في الدِّينِ

“Siapa saja yang Allah inginkan kebaikan yang sangat banyak baginya maka Allah akan memahamkan, memfakihkan kepadanya urusan agama”[2].

Jangan Ikut Perayaan Tahun Baru

29 Dec

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Jangan Ikut Perayaan Tahun Baru

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Uang, energi, waktu sangat banyak terbuang demi sebuah perayaan mubazir, sia-sia dan tak ada tuntunannya. Salah satu perayaan model ini adalah perayaan tahun baru. Anehnya banyak selaki kaum muslimin yang notabene muslim bahkan kalau diajak berpikir sering bilang jangan jadi orang Islam yang sok paling bener sendiri ikut-ikut merayakannya. Demi Allah perayaan itu akan jadi penyesalan anda di hari qiyamat.

Kami nukilkan sebuah ucapan ‘Umar bin Khothob Rodhiyallahu ‘anhu kepada seorang Yahudi. Mudah-mudahan bisa mendobrak hati keras orang yang masih merayakannya.