Belumkah Bersemangat Di 10 Awal Dzulhijjah ?

17 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Belumkah Bersemangat Di 10 Awal Dzulhijjah ?

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak pelak lagi, setiap orang yang berakal tentu ingin mendapatkan sesuatu yang terbaik walaupun seringnya dengan harga yang suangat mahal. Bahkan sebagian rela merogoh kocek lebih dalam lagi untuk mendapatkan limited edition atau malah cuma ada satu di penjuru dunia.

Namun begitulah kita manusia yang lemah iman ini, gilirian dikasih kabar Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bahwa 10 hari awal bulan Dzulhijjah ini merupakan hari-hari spesial di sisi Allah ‘Azza wa Jalla, malah kayaknya gak yakin atau malah merasa gak punya urusan untuk itu. Padahal kabar itu sangat jelas dan tegas.

Dzikir Dengan Hati, Lisan dan Anggota Badan

9 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dzikir Dengan Hati, Lisan dan Anggota Badan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Sekitar 9 tahun yang lalu kami pernah memposting makna dzikr dalam Firman Allah Subhana wa Ta’ala Surat Thoha ayat : 124. Ibnul Qoyyim Rohimahullah memberikan tafsiran makna yang sangat luas terkait makna dzikir dalam ayat ini yang intinya adalah ittiba’ kepada Kitabullah (silakan klik di sini).

Hal yang intinya hampir sama namun lebih mudah dipahami insya Allah sebagaimana yang dikemukan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah berikut ini[1],

Rendah Hatinya Syaikh ‘Abdur Rozzaq

2 Aug

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rendah Hatinya Syaikh ‘Abdur Rozzaq

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Kaum muslimin di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir sangat akrab dengan salah seorang ulama yang berasal dari Kota Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam, Madinah An Nabawiyah. Beliau adalah Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr Hafizhahullah. Salah satu faktornya adalah banyak putra Indonesia yang belajar kepada beliau di Universitas Islam Madinah.

Secercah Kesaksian Tentang Syaikh As Sa’di

25 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Secercah Kesaksian Tentang Syaikh As Sa’di

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak pelak lagi bahwa para ulama memiliki kedudukan yang tinggi di dalam agama Islam. Sampai-sampai Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa mereka adalah pewaris para Nabi ‘alaihimussalam. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana diriwayatkan melalui shahabat dari Abu Darda’ Rodhiyallahu ‘anhu. Berikut cuplikannya.

إنَّ العُلَمَاءَ وَرَثَةُ الأنْبِيَاءِ

“Sesungguhnya para ulama merupakan ahli waris para nabi”[1].

Saking agungnya kedudukan para ulama Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa merekalah pewaris para nabi. Tidak usahkan para nabi, seandainya ada orang yang mengatakan, dikatakan, disebutkan bahwa dia adalah pewaris tahta sebuah kerajaan, tentulah dia memiliki kedudukan spesial di mata orang lain. Bahkan tak jarang orang akan berbondong-bondong ingin melihatnya. Lihatlah betapa orang-orang heboh ketika salah seorang pewaris tahta kerajaan inggris menikah ? Demikian luar biasanya animo masyarakat di dalam inggris pun sampai di luar inggris.

Lebih dari itu, inilah kesaksian 2 orang ulama besar di zaman kita Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baaz dan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahumullah tentang bagaimana sosok ulama besar di zamannya yaitu Syaikh ‘Abdur Rohman bin Nashir As Sa’di Rohimahullah.

Menuntut Ilmu Menuju Kemuliaan

18 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menuntut Ilmu Menuju Kemuliaan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak ragu lagi menuntut ilmu agama merupakan sebuah ibadah yang hendaknya diprioritaskan oleh setiap muslim. Banyak sekali kitab klasik maupun kontemporer, ceramah, kuliah dan kajian yang membahas betapa pentingnya dan mulianya menuntut ilmu agama. Saking seringnya kita sampai hafal ayat ataupun hadits tetang ilmu meskipun kita tidak menyengaja diri untuk menghafalnya.

Diantara dalil yang amat populer itu adalah Firman Allah Subhana wa Ta’ala,

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

 “Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?”. (QS. Az Zumar [39] : 9).

Hati Yang Lapang (Defenisi dan Tips Jitu)

12 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hati Yang Lapang (Defenisi dan Tips Jitu)

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Sering kita mendengar, “Si Fulan itu baik, orangnya berhati lapang/ lapang dada”. Biasanya kalimat ini ditujukan kepada orang yang emosinya stabil saat dapat musibah atau bisa mengakomodasi semua pendapat. Lantas apakah memang demikian ? Lalu bagaimana caranya agar hati kita lapang atau agar kita menjadi orang yang lapang dada ?

Metode Dalam Menjaga dan Menyelamatkan Aqidah

7 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Metode Dalam Menjaga dan Menyelamatkan Aqidah

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Aqidah di masa ini merupakan sebuah harta yang sangat berhara. Bagaimana tidak, aqidah yang benar merupakan syarat bagi seseorang jika dia ingin masuk surga. Terlebih lagi kita hidup di zaman demikian banyak aqidah yang menyimpang dan dianggap itulah aqidah yang benar. Sedangkan aqidah yang benar dianggap sebagai sebuah hal yang baru dan aneh.