Apa Itu ‘Arsy Allah ?

7 Nov

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Apa Itu ‘Arsy Allah ?

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Diantara keyakinan ahlus sunnah wal jama’ah bahwa Allah Subhana wa Ta’ala tinggi berada di atas Arsy Nya. (silakan klik di sini, di sini dan di sini)

Mungkin ada diantara pembaca yang bertanya apa itu ‘Arsy ?

Untuk itu kami akan nukilkan sedikit keterangan ulama tentang hal ini.

 

Bertengkar (Saling Laknat) Di Akhirat

1 Nov

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bertengkar (Saling Laknat) Di Akhirat

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ فِي النَّارِ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَعَنَتْ أُخْتَهَا حَتَّى إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآَتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِنَ النَّارِ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَكِنْ لَا تَعْلَمُونَ (38) وَقَالَتْ أُولَاهُمْ لِأُخْرَاهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ (39)

Artinya :

Allah berfirman, “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya maka orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka berkata kepada orang-orang yang masuk terdahulu, “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman, “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui. Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian, “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan”. (QS. Al A’rof [7] : 38-39).

 

Tauhid Tujuan, Awal dan Akhir Kehidupan

20 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tauhid Tujuan, Awal dan Akhir Kehidupan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Point 1

Ketika sesuatu diciptakan oleh penciptanya tentulah memiliki tujuan penciptaan. Sebab bila tanpa tujuan maka ciptaan tersebut adalah sebuah kesia-siaan belaka. Sudah barang tentu bila sesuatu yang diciptakan itu sangat kompleks, rumit atau bahkan tidak ada seorang pun selain penciptanya yang mampu membuatnya, maka tujuan dari penciptaan itu semakin penting pula adanya. Lebih lagi tentunya bila ciptaan itu adalah manusia yang demikian sempurna dan kompleks. Tentulah ada tujuan penciptaannya dari Sang Penciptanya yaitu Al Kholiq Allah Subhana wa Ta’ala.

Tujuan penciptaan manusia termaktub di dalam Al Qur’an Al Karim,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan Manusia melaikan untuk beribadah kepadaku”.

(QS. Adz Dzariyat [51] : 56).

Tafsir Surat Al Ashr Part 1

13 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tafsir Surat Al Ashr Part 1

Alhamdulillah wa Sholatu wa Salamu ‘alaa Rosulillah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam.

Surat Al Ashr merupakan salah satu surat yang mayoritas ummat Islam menghafalnya bahkan surat ini mungkin termasuk surat yan sering kita baca atau kita dengar dibacakan imam. Oleh sebab itu sudah selayaknya kita mengetahui dan memahami tafsir surat ini. Kemudian setelah itu dapat kita amalkan isi kandungannya.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ

“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al Qur’an”. (QS. An Nisa [4] : 82).

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam surat Al Ashr,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

Artinya :

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (QS. Al Ashr [103] : 1-3).

 

Penyakit Yang Harus Dijauhi Penuntut Ilmu Part 1

4 Oct

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Penyakit Yang Harus Dijauhi Penuntut Ilmu Part 1

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Menuntut ilmu agama merupakan sebuah ibadah yang bernilai luar biasa. Keutamannya pun demikian dahsyat bahkan dia adalah salah satu tanda bahwasanya Allah Tabaroka wa Ta’ala menginginkan kebaikan (surga) kepada orang yang menuntut ilmu. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan mudahkan baginya untuk menuju surga”[1].

Namun demikian, musuh kita, syaithon tentu tidak akan senang jika kita mendapatkan keutamaan tersebut. Oleh sebab itu dia tentu akan menjadikan seseorang keliru, salah dan terjangkit penyakit yang akan merusak ibadah menuntut ilmu tersebut. Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin Rohimahullah membuat sebuah bahasan tersendiri dalam Kitabul Ilmi, ‘Kesalahan-kesalahan yang wajib diwaspadai (penuntut ilmu –pen)’

 

Mengangkat Tangan Dalam Sholat Menurut Imam Syafi’i

30 Sep

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mengangkat Tangan Dalam Sholat Menurut Imam Syafi’i

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Imam Syafi’i (Wafat Tahun 204 H) Rohimahullah memiliki kedudukan yang sangat mulia di hati kaum muslimin di Indonesia. Beliaulah anutan, imam dan tonggak pendapat mayoritas ummat Islam di negeri ini. Bahkan sebagian besar masyarakat kita memberikan nama anaknya dengan Syafi’i walaupun nama sang Imam adalah Muhammad bin Idris. Demikianlah gambaran kecintaan penduduk muslim negara ini terhadap beliau.

Pada kesempatan kali ini kami mencoba menukil perkataan beliau dari kitab karya beliau sendiri yaitu Al Umm. Tujuan kami adalah agar kita lebih dekat dengan beliau lewat tulisan beliau langsung dan menambah khasanah keilmuan terutama dalam masalah fiqh.

Kaidah Penting Dalam Iman

22 Sep

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kaidah Penting Dalam Iman

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Shahabat muslim yang semoga Allah ‘Azza wa Jalla melindungi kita semua. Salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah beriman pada hal yang ghaib. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

الم (1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ

 “Alif Lam Mim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib”.

(QS. Al Baqoroh [2] : 1-3)