Punya ‘Kehebatan’ Belum Tentu Wali

20 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Punya ‘Kehebatan’ Belum Tentu Wali

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak jarang kita temui orang yang beranggapan bahwa seseorang yang memiliki karomah maka dialah wali Allah yang sesungguhnya. Ketika kita dengarkan penuturan mereka selanjutnya, kita pun sadar bahwa karomah yang mereka maksudkan adalah sesuatu yang mereka anggap sebagai ‘kehebatan’ si Fulan. Kehebatan yang diluar akal dan kebiasaan manusia pada umumnya.

Lantas mestikah yang demikian itu benar bernilai karomah ? Atau malah sejatinya hanyalah tipu daya syaithon untuk menyesatkan manusia ?

Salah Satu Faidah Syari’at Istighfar Setelah Sholat

11 Mar

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Salah Satu Faidah Syari’at Istighfar Setelah Sholat

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak ragu lagi seluruh syari’at Islam itu pada hakikatnya manfaat serta hikmahnya kembali kepada para hamba. Namun tidak setiap kita paham dan mengerti hikmah di balik pensyariatan suatu syari’at.

Salah satu sunnah Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam adalah mengucapkan istighfar setelah salam ketika sholat. Dalilnya adalah apa yang dilakukan Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diceritakan oleh Tsauban Rodhiyallahu ‘anhu,

عَنْ ثَوْبَانَ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا

Dari Tsauban Rodhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Dahulu Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bila telah selesai dari sholatnya beliau beristighfar sebanyak 3x”[1].

Penisbatan Yang Salah

28 Feb

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Penisbatan Yang Salah

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Sekitar setahun yang lalu ada seorang yang kondang, mengatakan bahwa kita umat Islam di Indonesia ini bermadzhab ini dan beraqidahkan itu. Beliau ini –semoga Allah senantiasa menambahkan hidayahnya kepada saya dan beliau- mengatakan demikian dengan tegasnya. Framingnya, seolah-olah jika tidak demikian maka mengambil jalan yang menyelisihi jama’ah kaum muslimin di negeri ini.

Orang yang Mendapat Nikmat Sesungguhnya

19 Feb

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Orang yang Mendapat Nikmat Sesungguhnya

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak sedikit dari kita yang mengira bahwa nikmat Allah Subhahu wa Ta’ala itu terbatas pada nikmat sehat, rezki yang halal dan lain-lain yang terlihat dan nyata dirasakan. Namun ada suatu nikmat sesungguhnya yang kita sering memintanya bahkan berulang-ulang dalam sehari semalam. Tetapi sayang kita sering tidak merasa memintanya kepada Allah apatah lagi mensyukuri dan menjaga nikmat tersebut agar lestari pada diri kita.

Makruh Dalam Terminilogi Klasik

8 Feb

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makruh Dalam Terminilogi Klasik

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Memahami istilah merupakan sebuah kunci penting dalam memahami permasalahan dalam sebuah bidang tertentu. Sebab jika salah memahami dapat berakibat sesuatu yang fatal. Demikian juga, salah satu faktor penting dalam memahami ucapan seseorang adalah mengetahui makna istilah yang sering digunakan orang tersebut.

Salah satu istilah penting dalam terminologi hukum Islam adalah makruh. Berikut kita nukilkan sekelumit keterangan para ulama terkait hal ini.

Muroqobah, Adab Pertama Bagi Penuntu Ilmu

17 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Muroqobah, Adab Pertama Bagi Penuntu Ilmu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tidak perlu diragukan lagi, ilmu merupakan sebuah pembeda yang nyata baik dalam urusan dunia, pun demikian urusan akhirat. Misalnya saja seorang sarjana tentu memiliki gaji yang berbeda dengan seorang yang lulusan SD. Dalam urusan agama pun, nuansa ilmu sangat berpengaruh dalam penetapan hukum. Lihatlah, hasil buruan hewan terlatih berbeda dengan yang tidak terlatih. Yang satu halal sedang yang lainnya tidak.

Melangkah lebih jauh lagi, penuntut ilmu pun terbedakan dengan orang yang hanya datang ke majelis ilmu untuk sekedar mengisi kekosongan waktu. Pembeda tersebut adalah bagaimana mereka para penuntut ilmu demikian menghargai ilmu yang dia cari. Salah satunya adalah dengan melihat bagaimana adab mereka.

Ketika Hati Yang Lalai Bersanding Dengan Hawa Nafsu

14 Jan

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ketika Hati Yang Lalai Bersanding Dengan Hawa Nafsu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman untuk memerintahkan kita agar tidak menuruti, mengikuti orang-orang yang lalai hatinya dari mengingat dan mengambil peringatan dari-Nya,

وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

 “Dan Janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu sia-sia”. (QS. Al Kahfi [18] : 28).