Perbedaan Waktu Negara Terkait Puasa dan Berbuka (Hari Raya)

19 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Perbedaan Waktu Negara Terkait Puasa dan Berbuka (Hari Raya)

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Seseorang muslim bertempat tinggal di sebuah negara. Penetapan 1 Romadhon sudah di tetapkan di negaranya. Dia pun berpuasa mengikuti ketetapan pemerintahannya tersebut. Selang beberapa hari puasa dia pun berpindah (mungkin kerja atau yang lainnya) ke negara muslim lainnya. Dia negara kedua ini penetapan puasanya lebih lambat sehari dari negara sebelumnya. Lantas bagaimanakah dia harus bersikap terkait jumlah bilangan hari puasanya dan hari rayanya ?

Mari simak tanya jawab berikut ini.

Makna Shifat Allah Istiwa’ di atas ‘Arsy

12 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Makna Shifat Allah Istiwa’ di atas ‘Arsy

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Telah disampaikan pada artikel sebelumnya (klik di sini) seputar keyakinan Ahlu Sunnah wal Jama’ah bahwa Allah Subhana wa Ta’ala berada di atas langit dan beristiwa’ di atas ‘Arsynya.

Lantas apa makna dari shifat istiwa’ tersebut ? Mari simak keterangan berikut.

Orang Yang Mendengar Kabar Hilal Sudah Tampak, Apa Do’anya

8 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Orang Yang Mendengar Kabar Hilal Sudah Tampak, Apa Do’anya

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Alhamdulillah kita sudah memasuki Bulan Sya’ban. Artinya dalam beberapa hari ke depan insya Allah akan terdengar kabar di media sosial, elektronik maupun cetak tentang hilal Bulan Romadhon. Jika para pembaca ingin melihat bagaimana penetapan awal puasa apakah dengan hilal atau dengan hisab silakan klik link berikut.

Pada artikel sederhana kali ini, kita akan hadirkan fatwa salah seorang ulama yang tersohor di zaman kita hidup seputar apakah ada do’a bagi orang yang melihat langsung hilal ? Jika ada, apakah orang yang hanya mendengar berita atau kabar bahwa hilal telah terlihat juga disyari’atkan membacanya ?

Mari simak berikut ini.

Pertanyaan :

Fadhilatusy Syaikh Rohimahullah pernah ditanya, “Apakah ada riwayat dari Rosul Shollallahu ‘alaihi wa Sallam do’a khusus bagi orang yang melihat hilal ? Apakah boleh orang yang mendengar kabar terlihatnya hilal namun dia tidak melihatnya mengucapkan do’a tersebut ?”

Beda Shifat ‘Uluw dan Istiwa’ di atas ‘Arsy

1 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Beda Shifat ‘Uluw dan Istiwa’ di atas ‘Arsy

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Ahlu Sunnah wal Jama’ah menyakini bahwa Allah Subhana wa Ta’ala berada di langit dan beristiwa di atas ‘Arsy Nya. Dalil dan perkataan ulama terdahulu seputar hal ini silakan klik link berikut ini.

Lantas apa perbedaan antara Shifat ‘Uluw (Maha Tinggi) dan Istiwa’ di atas ‘Arsy Allah ‘Azza wa Jalla ? Mari simak keterangan berikut.

3 Kandungan Makna Shifat ‘Uluw Allah

26 Apr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

3 Kandungan Makna Shifat ‘Uluw Allah

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Ahlu Sunnah wal Jama’ah menyakini bahwa Allah Subhana wa Ta’ala menyakini bahwa salah satu nama Allah Subhana wa Ta’ala adalah Al ‘Ali yaitu Dzat Yang Maha Tinggi. Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

 “Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung”. (QS. Al Baqoroh [2] : 255)

Metode Menuntut Ilmu

23 Apr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Metode Menuntut Ilmu

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maawalaah.

Ilmu merupakan sebuah hal yang sangat urgen dalam segala hal. Urusan dunia dapat digapai dengan ilmu. Ilmu dalam urusan agama lebih urgen lagi dibandingkan urusan duniawi. Sebab demikian pentingnya ilmu, maka perlu diketahui bagaimana metode dalam mendapatkan ilmu agama tersebut. Simak penuturan salah seorang ulama tersohor di abad kita ini.

 

Tafsir Surat Al Kahfi (22)

20 Apr

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Tafsir Surat Al Kahfi (22)

Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin yang telah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam, istri-istri Beliau, Keluarganya, para Sahabatnya dan ummat Beliau yang senantiasa meniti jalannya dengan baik hingga hari kiamat. [Tafsir Surat Al Kahfi ayat 27] Allah Subhana wa Ta’ala berfirman,

وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا

“Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). Tidak ada (seorang pun) yang dapat merubah kalimat-kalimat Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padaNya”. (QS. Al Kahfi [18] : 27).