Menuntut Ilmu Menuju Kemuliaan

18 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Menuntut Ilmu Menuju Kemuliaan

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tak ragu lagi menuntut ilmu agama merupakan sebuah ibadah yang hendaknya diprioritaskan oleh setiap muslim. Banyak sekali kitab klasik maupun kontemporer, ceramah, kuliah dan kajian yang membahas betapa pentingnya dan mulianya menuntut ilmu agama. Saking seringnya kita sampai hafal ayat ataupun hadits tetang ilmu meskipun kita tidak menyengaja diri untuk menghafalnya.

Diantara dalil yang amat populer itu adalah Firman Allah Subhana wa Ta’ala,

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

 “Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?”. (QS. Az Zumar [39] : 9).

Hati Yang Lapang (Defenisi dan Tips Jitu)

12 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Hati Yang Lapang (Defenisi dan Tips Jitu)

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Sering kita mendengar, “Si Fulan itu baik, orangnya berhati lapang/ lapang dada”. Biasanya kalimat ini ditujukan kepada orang yang emosinya stabil saat dapat musibah atau bisa mengakomodasi semua pendapat. Lantas apakah memang demikian ? Lalu bagaimana caranya agar hati kita lapang atau agar kita menjadi orang yang lapang dada ?

Metode Dalam Menjaga dan Menyelamatkan Aqidah

7 Jul

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Metode Dalam Menjaga dan Menyelamatkan Aqidah

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Aqidah di masa ini merupakan sebuah harta yang sangat berhara. Bagaimana tidak, aqidah yang benar merupakan syarat bagi seseorang jika dia ingin masuk surga. Terlebih lagi kita hidup di zaman demikian banyak aqidah yang menyimpang dan dianggap itulah aqidah yang benar. Sedangkan aqidah yang benar dianggap sebagai sebuah hal yang baru dan aneh.

Ketika Hawa Nafsu Sudah Menguasai Diri

29 Jun

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ketika Hawa Nafsu Sudah Menguasai Diri

 

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Hawa nafsu merupakan salah satu faktor penyebab terbesar terjadinya berbagai maksiat dan penyimpangan dalam diri seseorang. Allah Subhana wa Ta’ala pun mengabadikan sebuah kabar untuk kita tadabburi sebagai pedoman bagi kita dalam hidup dan kehidupan, yaitu sebuah ayat di dalam Al Qur’an Al Karim,

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ

 “Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali jiwa yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang”.

(QS. Yusuf [12] : 53)

 

Memanfaatkan Sisa Kesempatan Emas

11 Jun

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Memanfaatkan Sisa Kesempatan Emas

Alhamdulillah wa sholatu wa salamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana diriwayatkan dari Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu,

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ مَرَدَةُ الْجِنِّ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ ، وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجِنَّانِ فَلَمْ يُغْلَقُ مِنْهَا بَابٌ ، وَنَادَى مُنَادٍ: يَا بَاغِىَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ ، وَيَا بَاغِىَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ.

“Jika telah masuk awal malam di bulan Romadhon, maka syaithon-syaithon akan dibelenggu, jin-jin jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup. Tidak terbuka satu pun. Sendangkan pintu-pintu neraka dibuka tanpa satu pun yang ditutup. (malaikat pun) memanggil, “Wahai orang para pemburu kebaikan terimalah, wahai orang yang pencandu maksiat berhentilah”. Bagi Allah pembebasan para hamba Nya di Bulan Romadhon”. (HR. Tirmidzi no. 682 dan Ibnu Majah no. 1642)

Adab – Adab Puasa Yang Wajib

31 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Adab – Adab Puasa Yang Wajib

Alhamdulillah wa sholatu wa s alamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Tidak terasa Bulan Romadhon telah menemui kita. Bulan dimana Allah Subhana wa Ta’ala demikian memudahkan jalan seseorang menuju keridhoan dan surga Nya. Bulan yang merupakan tamu agung bagi para pencari surga.

Syaikh Prof. DR. ‘Abdur Rozzaq Hafizhahullah mengatakan[1],

“Bulan Romadhon merupakan tamu yang mulia nan agung bagi jiwa setiap orang yang beriman. Setiap mukmin tentu akan merasa benar-benar bahagia dengan tamu agung ini. Dia gembira dengan kedatangan tamu dan utusan yang mulia ini. Bagaiamana menurut anda jikalau seseorang yang mulia, senang berbuat derma dengan membagi-bagikan banyak sekali hadiah ketika seorang tamu yang memliliki kedudukan tinggi dan mulia datang menemuinya. Bagaimana persiapannya untuk menyambut tamu yang kedudukannya demikian ? Betapa bahagianya dia, dan bagaiaman kira-kira perlakuannya terhadap sang tamu ?”

Kabar Gembira Buat Orang di Balik Layar Kebaikan

23 May

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kabar Gembira Buat Orang di Balik Layar Kebaikan

Alhamdulillah wa sholatu wa s alamu ‘alaa Rosulillah wa ‘alaa ashabihi wa maa walaah.

Kita persembahkan pujian kepada Allah Subhana wa Ta’ala atas nikmat-nikmat yang masih diberikan kepada kita, walaupun secara lisaanul haal kadang kita tidak memintanya. Kalaupun kita mengucapkan permintaan tersebut namun seringnya tanpa kita sadari maknanya. Sebab permintaan itu mengalir saja dari bibir kita tanpa menggugah hati kita. Nikmat tersebut adalah nikmat Islam, Iman dan hidayah.

Sering kita dapati seorang pemuda enggan menjadi panitia di sebuah acara di Bulan Romadhon. Contohnya menjadi panitia buka bersama di mesjid, panitia i’tikaf di mesjid, panita pengajian, panita penjaga parkir kendaraan para tamu Allah di rumah Nya pada bulan Nya. Kita berhusnuzon hal itu mungkin karena mereka ingin lebih fokus beribadah di Bulan Romadhon. Ikhwah fillah, betul bulan Romadhon adalah bulan penerapan ilmu yang dipelajari selama ini. Di sana lah kita ‘bertarung’ merebut ‘obral’ pahala di bulan yang penuh ampunan ini.

Di sisi lain, seorang wanita baik yang masih single ataupun yang sudah menikah, bulan Romadhon merupakan bulan ‘super sibuk’ untuk melayani orangtua, suami, saudara dan anak-anak dalam menjalan berbagai ibadah. Sehingga mungkin dalam lubuk hati mereka ada ‘kekesalan’ atau kecemburuan ‘kok kami hanya kebagian capeknya saja, lelaki enak bisa beribadah kepada Allah’.

Namun coba kita renungkan lebih dalam lagi, tepatkah sikap yang demikian ? Mari simak beberapa point berikut.