Siapa Bilang Pacaran Haram ??

2 Oct

Share

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Siapa Bilang Pacaran Haram ??

Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Hanya kepadaNya kita memuji, meminta tolong, memohon ampunan, bertaubat dan memohon perlindungan atas kejelekan-kejelekan diri dan amal-amal yang buruk. Barangsiapa yang diberi Allah petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesesatkannya dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberikannya hidayah taufik. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan tiada sekutu baginya. Aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hambaNya dan UtusanNya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatnya ridwanulloh ‘alaihim jami’an.

Adalah suatu hal yang telah menyebar luas dikalangan masyarakat sebuah kebiasaan yang terlarang dalam islam namun sadar tak sadar telah menjadi suatu hal yang sangat sering kita lihat bahkan sebahagian orang menganggapnya adalah suatu hal yang boleh-boleh saja, kebiasan tersebut adalah apa yang disebut sebagai pacaran. Oleh karena itu maka penulis mencoba untuk memaparkan sedikit tinjauan islam tentang hal ini dengan harapan penulis dan pembaca sekalian dapat memahami bagaimana islam memandang pacaran serta kemudian dapat menjauhinya.

Pacaran yang dikenal secara umum adalah suatu jalinan hubungan cinta kasih antara dua orang yang berbeda jenis yang bukan mahrom dengan anggapan sebagai persiapan untuk saling mengenal sebelum akhirnya menikah[1].

Inilah mungkin definisi pacaran yang banyak tersebar dikalangan muda-mudi. Maka atas dasar inilah kebanyakan orang menganggap bahwa hal ini adalah suatu yang boleh-boleh saja, bahkan lebih parahnya lagi dianggap aneh kalau menikah tanpa pacaran terlebih dahulu –wal ‘iyyadzubillah –. Lalu jika demikian bagaimanakah tinjauan islam tentang hal ini? Berikut penulis coba jelaskan sedikit kepada pembaca –sesuai dengan ilmu yang sampai kepada penulis– bagaimana islam memandang pacaran.

Pacaran adalah suatu yang sudah jelas keharamannya dalam islam, dalil tentang hal ini banyak sekali diantaranya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla :

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan”. (Al Isra’ [17] : 32).

Ayat ini adalah dalil tegas yang menunjukkan haramnya pacaran.

Berkaitan dengan ayat ini seorang ahli tafsir Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah- mengatakan dalam tafsirnya,

Larangan mendekati suatu perbuatan nilainya lebih daripada semata-mata larangan melakukan suatu perbuatan karena larangan mendekati suatu perbuatan mencakup larangan seluruh hal yang dapat menjadi pembuka/jalan dan dorongan untuk melakukan perbuatan yang dilarang”.

Kemudian Beliau –rahimahullah- menambahkan sebuah kaidah yang penting dalam hal ini,

Barangsiapa yang mendekati suatu perbuatan yang terlarang maka dikhawatirkan dia terjatuh pada suatu yang dilarang[2].

Hal senada juga sebelumnya dikatakan penulis Tafsir Jalalain demikian juga Asy Syaukanirahimahullah- namun Beliau menambahkan, “Jika suatu yang haram itu telah dilarang maka jalan menuju keharaman tersebut juga dilarang dengan melihat maksud pembicaran[3]. Bahkan diakatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaiminrahimahullah-,termasuk dalam ayat ini larangan melihat wanita yang bukan istrinya (yang tidak halal baginya, pen.), mendengarkan suaranya, menyentuhnya, sama saja apakah ketika itu dia sengaja untuk bersenang-senang dengannya ataupun tidak”[4]. Dari penjelasan para ulama ini jelaslah bahwa pacaran dalam islam hukumnya haram karena pacaran termasuk dalam perkara menuju zina yang Allah haramkan ummat nabiNya untuk mendekatinya.

Jika ada yang mengatakan bahwa pacaran belumlah dapat dikatakan sebagai perbuatan menuju zina, maka kita katakan kepadanya bukankah orang yang paling tahu tentang perkara yang dapat mendekatkan ummatnya ke surga dan menjauhkannya dari api neraka telah mengatakan :

وَ احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ وَ غَضُّوْا أَبْصَارَكُمْ وَ كَفُّوْا أَيْدِيَكُمْ

Jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan-pandangan kalian dan tahanlah tangan-tangan kalian”.[5]

Dalam hadits yang mulia ini terdapat perintah untuk menundukkan pandangan dan

hukum asal dari suatu perintah baik itu perintah Allah ‘Azza wa Jalla ataupun perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib dan adanya tunututan untuk melaksanakan apa yang diperintahkan dengan segera[6].

Maka jelaslah bahwa pacaran adalah suatu yang diharamkan dalam islam.

Kemudian jika ada yang mengatakan kalau seandainya pacaran tidak dibolehkan maka bagaimanakah dua orang insan bisa menikah padahal mereka belum saling kenal?

Maka kita katakan pada orang yang beralasan demikian dengan jawaban yang singkat namun tegas bukankah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik petunjuk? Bukankah Beliau adalah orang yang paling kasih kepada ummatnya tidak memberikan petunjuk yang demikian? Firman Allah ‘Azza wa Jalla,

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, amt berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. (At Taubah [9] : 128).

Kata حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ pada ayat di atas ditafsirkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’dirahimahullah- berarti bahwa, “Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang mencintai kebaikan kepada kita ummatnya, mengerahkan seluruh kesungguhannya dalam rangka menyampaikan kebaikan kepada mereka, bersemangat untuk dapat memberikan hidayah (irsyad, pent.) berupa iman kepada mereka, tidak suka jika kejelekan menimpa mereka dan menegerahkan seluruh usahanya untuk menjauhkan mereka dari kejelekan[7]. Dengan demikian ayat di atas jelas menunjukkan bahwa Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling kasih pada ummatnya dan paling menginginkan kebaikan untuk mereka namun Beliau tidaklah mengajarkan kepada ummatnya yang demikian. Simak pula sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ

Sesungguhnya tidak ada Nabi sebelumku kecuali wajib baginya menunjukkan kepada umatnya kebaikan yang dia ketahui untuk umatnya, dan mengingatkan semua kejelekan yang dia ketahui bagi umatnya…”.[8]

Maka hendak kemanakah lari orang yang berpendapat kalau seandainya pacaran tidak dibolehkan maka bagaimanakah dua orang insan bisa menikah padahal mereka belum saling kenal? Bukankah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan dan mempraktekkan bagaimana tatacara menuju pernikahan? Apakah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan kepada kita  cara mencari pasangan hidup dengan pacaran? Wahai pengikut hawa nafsu hendak kemanakah lagi engkau palingkan sesuatu yang telah jelas dan gamblang ini ??!!!

Kalau seandainya yang demikian dapat mengantarkan kepada kebaikan tentulah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkannya kepada kita.

Sebagai penutup kami nukilkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang posisi shaf laki-laki dan perempuan dalam sholat, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan :

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama, sejelek-jeleknya adalah yang paling akhir dan Sebaik-baik shaf perempuan adalah yang paling akhir, sejelek-jeleknya adalah adalah yang paling awal”.[9]

Maka renungkan wahai saudaraku

apakah lebih layak orang –bukan suami istri­­– yang tidak sedang dalam keadaan beribadah kepada Allah untuk berdekatan, berdua-duan dan bermesra-mesraan serta merasa aman dari perbuatan menuju zina padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia mengatakan yang demikian !!!??

Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyatakan :

ما نَهَيتُكُمْ عَنْهُ ، فاجْتَنِبوهُ

“Semua perkara yang aku larang maka jauhilah[10]

Allahu Ta’ala a’lam bish showaab, mudah-mudahan yang sedikit ini dapat menjadi renungan bagi orang-orang yang masih melakukannya dan bagi kita yang tidak mudah-mudahan Allah jaga anak keturunan kita darinya.

Menjelang malam, 17 Jumadi Tsaniyah 1430/11 Juni 2009.

Abu Halim Budi bin Usman As Sigambali

Yang selalu mengharap ampunan Robbnya


[1] Jika tujuannya seperti ini saja terlarang bagaimana jika tidak dengan tujuan yang demikian semisal hanya ingin berbagi rasa duka dan bahagia ??!! Tentulah hukumnya lebih layak untuk dikatakan haram.

[2] Lihat Taisir Karimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan hal. 431 terbitan Dar Ibnu Hazm Beirut, Libanon.

[3] Lihat Fathul Qodhir hal. 258, terbitan Maktabah Syamilah.

[4] Lihat Syarh Al Kabair hal. 60 terbitan Darul Kutub Al Ilmiyah, Beirut, Lebanon.

[5] HR. Ibnu Khuzaimah no. 91/III, Ibnu Hibban no. 107, Al Hakim no. 358-359/IV, Ahmad no. 323/V, Thobroni no. 49/I dan Baihaqi no. 47/II, dan dihasankan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1525.

[6] Lihat Ushul Min Ilmi Ushul oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin –rahimahullah- hal. 24 terbitan Darul Aqidah Iskandariyah, Mesir.

[7] Lihat Taisir Karimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan hal. 334 terbitan Dar Ibnu Hazm Beirut, Libanon.

[8] HR. Muslim no. 1844 dari jalan Ibnu Amr radhiyallahu ‘anhu.

[9] HR. Muslim no. 132 dan lain-lain.

[10] HR. Bukhori no. 7288, Muslim no. 1337.

Tulisan Terkait

188 Comments ( ikut berdiskusi? )

  1. irhas
    Jan 20, 2013 @ 13:37:09

    Pacaran itu kan dosa.
    Tapi kalo kaya gini gimana.?
    Saya menyayangi seseorang dan orang itu pun menyayangi saya dan kami saling mempercayai,dan saya hanya menganggap seseorang itu adik saya bisa di katakan dia adik angkat saya,kami sudah setahun saling menyayangi seperti hal nya adik kaka..
    Jadi dalam setahun itu saya menganggap dia adik angkat saja dan saya tidak ada niat untuk memacarinya..
    Kalau begitu boleh” saja atau gimana.?
    Tolong di jawab ya..

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jan 21, 2013 @ 02:49:10

      tetap tidak boleh. yang boleh demikian hanya kepada mahron

      Reply

  2. Siti nur kamilah
    Jan 27, 2013 @ 00:24:04

    Penting dibaca u yg msh pacaran…

    Reply

  3. Indah apriliani amza
    Jan 28, 2013 @ 16:57:26

    Allah yg memberi kita rasa cinta, lalu bagaimana kalau kita punya rasa cinta atau sayang terhadap lawan jenis?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jan 29, 2013 @ 09:15:27

      Salurkan dengan apa yang Allah syariatkan yaitu menikah, jika belum mampu maka berpuasalah atau sibukkan diri dengan yang bermanfaat baik dunia ataupun akhirat. Allahu a’lam

      Reply

      • inna
        Feb 09, 2013 @ 11:51:36

        Assalamualaikum,

        mau tanya :banyak teman saya baik laki2/wanita, mereka rajin sekali beribadah,dan pengetahuan agama mereka pun cukup banyak, mungkin untuk hukum serta larangan pacaran mereka tahu. Tetapi beberapa dari mereka berpacaran, saat saya tanya alasan mereka pacaran kenapa? padahal itu jelas dilarang.
        jawaban mereka : pacaran diperbolehkan asal tidak berlebihan,daripada terus dipendam rasa yang kita punya lebih baik diungkapkan toh gak sampai melakukan hal yang fatal (zina) .

        menurut anda gmn?

        Reply

        • Aditya Budiman
          Feb 13, 2013 @ 01:22:36

          Alaikumussalam.
          pertama kami sampaikan bahwa perbuatan seseorang sekalipun dia alim bukanlah dalil karena dalil adalah apa yang difirmankan Allah Ta’ala dan RosulNya Shollallahu ‘alaihi wa sallam.
          kedua jika yang disampaikan demikian berarti ilmu yang dia dapatkan belumlah menjadi ilmu yang bermafaat baginya karena belum berbuah amal yaitu menjauhi larangan Allah.
          ketiga jika keadaannya demikian apakah dia bisa aman dari hadits berikut??
          إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا، أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا العَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ المَنْطِقُ، والقلب تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ كُلَّهُ وَيُكَذِّبُهُ

          “Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
          Sekali-kali tidak akan bisa wahai sahabatku. Allahu a’lam

  4. anik
    Feb 19, 2013 @ 12:56:35

    assalamu’alaikum.. bagaimana pendapat anda apabila hanya saling mengetahui perasaannya saja??? tetapi tidak pacaran,setelah tau kita mencoba untuk menjauhi semua larangan termasuk smsan (kecuali sms penting), terakhir sms kami hanya saling memberikan kepercayaan tentang perasaan saja??? dosa tidak???

    Reply

    • Aditya Budiman
      Feb 20, 2013 @ 02:47:25

      Alaikumussalam wa rohmatullah.
      awalnya pacaran sesama orang yang kita katakan ‘masih kenal’ agama memang seperti itu, tetapi kami katakan dan saksikan bahwa belum ada yang benar-benar bisa menjaga dirinya seperti yang mereka pikir. oleh karena itulah sebenarnya itulah tipu daya syaithon yang menghias-hiasi sesuatu yang haram agar terlihat indah di mata kita.
      dalam tulisan ini jika kita teliti dengan cermat sebenarnya sudah dapat menjawab pertanyaan anda saudaraku.. mudah-mudahan anda dikuatkan Allah untuk tidak menempuh jalan pacaran.. Allahu a’lam

      Reply

  5. Linda
    May 25, 2013 @ 12:31:50

    assalamualaikaum,,,
    jika pacaran itu di larang dan tidak di pandang baik oleh agama ataupun orang-orang yang paham denga islam,,bagaimana jika kita mempunyai rasa terhadap sesorang dan seseorang itu pun mengatakan hal yag sm terhdp kita,apa yg hrus di lkukan jk qta pcran tdk blh di lkukan???dan bagaimana cara ta’aruf qta jka qta ingin mengenal pasangan qta itu??

    Reply

    • Aditya Budiman
      May 27, 2013 @ 03:02:51

      Alaikumussalam
      cara tersimpel sepengatahun kami yang sedikit adalah dengan bertanya langsung kepada mahromnya. bisa jadi dengan ayahnya (ibu jika yang bertanya perempuan), kakak (abangnya jika yang bertanya laki-laki).
      itulah bukti keseriusan kita. bukan dengan sms, pacaran dan lain-lain. Allahu a’lam

      Reply

  6. Affan
    Jun 16, 2013 @ 16:44:17

    assalamualaikum.
    gimana kalau kita pacar sekedar pangkat? gimana kalo pacaran tersebut juga bukan karena nafsu? terus pacaran tersebut juga selalu mencari tempat yang ramai agar terhindar dari zina, gimana kalo pacaran tersebut tanpa memanggil kata “sayang”? gimana kalo pacaran tersebut tanpa menyentuh 1 bagian tubuh pun?
    terus kalo langsung kita nikah tanpa mengetahui watak pasangan, apa ngga kecewa setelah mengetahuinya? contoh: ooo, ternyata suami/istri saya selalu kasar sama saya, ooo ternyata suami/istri saya selalu bla bla bla bla….

    saya pernah baca artikel lain, PACARAN NGAA HARAM KOK
    dari definisi di atas arti kata pacaran juga saya kurang setuju. Pacaran yang dikenal secara umum adalah suatu jalinan hubungan cinta kasih antara dua orang yang berbeda jenis. brati kkalo kita udah nikah ngga boleh pacaran sama suami/istri kita ya? setahu saya pacaran hukumnya SYUBHAT.
    sesuatu yang belum jelas halal haramnya

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 18, 2013 @ 01:03:29

      Alaikumussalam,
      tetap saja haram.

      Reply

    • farhan
      Jul 04, 2013 @ 14:43:54

      Waalaikum sallam

      Sama saja haram, kalau kita sabbar menunggu pasangan hidup kita datang, allah akan memberikan yang terbaik pasangan hidup untuk anda,tetaplah berdoa karena allah akan memberkian yang terbaik bagi hambanya..

      Reply

    • ukhty
      Jun 09, 2014 @ 15:53:37

      Pacaran gak haram apabila dilakukan setelah pernikahan, yaitu dengan suami/istri kita nanti. Allah ga menyusahkan hamba-Nya untuk menaati aturan-Nya . Segala macam cara manusia untuk beralasan , bentuk serta tindak tanduk manusia untuk berprotes. Karena ia tidak mengetahui apa yang Allah telah tetapkan dan rencanakan dari seluruh aturan yang menurut manusia itu berat termasuk haramnya pacaran sebelum pernikahan. :)

      Reply

  7. novitasari
    Jun 17, 2013 @ 07:52:46

    as.wr.wb..
    apakah yang kita katakan jika seseorang mengatakan cintanya pada kita ? lalu ia menginginkan pacaran tanpa ketemuan ? apakah ini di perbolehkan dalam islam ?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 18, 2013 @ 01:05:10

      Alaikumussalam wa rohmatullah wa barakatuhu
      tetap saja tidak boleh

      Reply

  8. ary bin mulyan
    Jul 10, 2013 @ 00:42:33

    Wahai kaum yg berakal, bukankan telah jelas larangan syari-at.
    Pacaran definisinya utk yg blm menikah, jika sdh nikah tdklah pas gelar pacaran disematkan kpd mereka tetapi disebut pasutri (bukan maksud sy asal-asalan atau terkesan memaksakan).
    Bukankah kita sdh sangat familiar dgn kata pacaran, yg kita jg mengetahui bhw perbuatan bathil ini dilakukan sblm nikah (ajang utk menyalurkan syahwat yg belum halal bg kita).

    Pacaran jelas perilaku orang kafir2, kebiasaan kafir yg terbukti tiada ilmu atas mereka (krn kekafiran mereka), ilmu yg dimaksud ilmu agama, ya islam, walaupun ilmu dunya mereka kuasai.

    Apakah belum jelas bagimu wahai orang2 yg memperturutkan syahwat kpd selain yg dihalalkannya untukmu (istri/suami utkmu).
    Tidakkah engkau sadar bhw engkau telah menjadi budak nafsu, dan dgn disadari atau tdk, tabungan dosamu sudahlah sangat banyak, sebanyak buih di lautan yg tdk terhitung banyaknya.

    Dikatakan pacaran itu jika ada 2 perkara:
    1. Berdua-duaan (khalwat).
    2. Bersentuhan.
    Jelas khalwat dan bersentuhan dgn yg bukan mahromnya, ini yg disebut pacaran.
    Jika khalwat dan bersentuhan dgn mahrom (dgn istri/suami) maka tiada mengapa (tdk ada dosa).
    Atau khalwat dan bersentuhan dgn adik/kakak kandung dgn tdk bersyahwat tentunya jg tdk berdosa, jika sebaliknya maka berdosalah ia.

    Wahai kaum yg berfikir, jika engkau berniat membela perbuatan zhalim ini (tetap setuju) dgn pacaran yg telah jelas larangan atasnya.
    Dan engkau masih membantahnya (mengingkarinya dan tetap jd pelaku pacaran) setelah jelas datangnya ilmu kepadamu.
    Kemudian dgn berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar alasan yg engkau bela demi ini (tetap mau pacaran tapi tidak begini tdk pula begitu).
    Ada saja alibi yg engkau perjuangkan, sungguh itulah kehebatan syaithon menjeratmu dan menipumu (lihat QS.An-Naas).

    Dan engkau tetap meremehkan perkara haram ini, gpp kok pacaran, dgn bangganya, yg penting tdk smp zina (iya kalau blm),
    ketahuilah disitu jugalah letak kemenangan musuhmu (syaithon tertawa berhasil menambahkan saldo tabungan dosamu).

    Ketahuilah betapa bodohnya engkau dan betapa lemahnya imanmu, betapa gampangnya engkau ditipu dan lebih parah lg betapa hinanya&rendahnya dirimu.

    Bagi mereka yg masih berjuang, dgn menjauhi pacaran, bershabarlah, semogalah diberikan pendamping yg terbaik menurut Rabb Azza wa Jalla.
    Dan untuk kita semua orang2 yg mau berubah meniti jalan salaf,
    dan hanya mengharap perjumpaan wajah dgn Rabb-nya kelak, Amin.

    Mohon maaf jika ada kata2 yg tdk berkenan di hati.
    Wahai saudaraku, menikahlah.

    Notice: utk penulis tetap tawakkal, wa Barakallaahu fiyk.

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jul 10, 2013 @ 02:49:18

      jazakallah khoir atas do’anya. wa fika barakallah

      Reply

  9. dewi pati
    Aug 23, 2013 @ 16:32:37

    Mengapa pacaran haram ya

    Reply

  10. dede2008
    Aug 30, 2013 @ 13:34:09

    Klo kata kurikulum 2013, Memiliki perilaku menghindarkan diri dari pergaulan bebas dan perbuatan zina sebagai implementasi dari pemahaman QS. Al Isra’ (17): 32, dan QS. An Nur (24):2, serta Hadits yang terkait, apa maksudnya?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Sep 02, 2013 @ 01:54:47

      sudah jelas, coba baca ulang ayat-ayat tersebut dan baca tulisan ini pelan-pelan kemudian renungkan maknanya.

      Reply

      • ienah
        Sep 20, 2013 @ 05:33:24

        smisal kita cma sms’an aja gak pernah ketemu dan gak pernah bersentuhan apakah itu bisa di namakan pacaran,,?

        Reply

        • Aditya Budiman
          Sep 23, 2013 @ 08:32:59

          sama saja lambat laun juga akan ketemuan

  11. fiaione
    Oct 02, 2013 @ 12:18:07

    saya bingung mengakhirinya, gak tega klo memutuskanx soalx udah terlanjur pacaran, dan dia adl. Cinta pertama saya. Kita jarang ketemu. Kita jg jrang tlf, kita cman smsan dan jg saling mengingatkan untuk sholat, dan ingat akan ALLAH. Bagaimana ? Apa saya harus memutuskannya?

    Tolong di jawab. Terimakasih

    Reply

    • Aditya Budiman
      Oct 03, 2013 @ 01:10:15

      segera nikahi apabila sholehah, jika belum sanggup maka putuskan saja insya Allah akan digantikan dengan yang halal dan lebih baik. Allahu a’lam

      Reply

  12. Genie Neo
    Oct 21, 2013 @ 03:08:07

    Alhamdulillah sampai usia saya sekarang ini (24th) tidak pernah berpacaran. Dan entah nanti apakah ada seorang perempuan yg mau menerima jika tiba2 langsung saya lamar.. Tanpa saling mengenal terlebih dahulu. Mungkin sistem “dijodohkan orang tua” itu bisa menjadi alternatif, dan lebih baik.. Pokoknya tau2 nikah gitu aja..
    Oiya bagaimana hukumnya dengan orang yg tidak ingin menikah?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Oct 23, 2013 @ 08:13:14

      kenalan ya boleh saja namun yang namanya kenalan kan tidak harus pacaran atau dengan orangnya langsung. bisa melalui orangtuanya, kakak atau adik. tentang orang yang tidak ingin menikah harus dirinci, apa sebabnya ia tidak ingin menikah. Allahu a’lam

      Reply

  13. Tiara
    Oct 22, 2013 @ 14:14:24

    Assalammu’alaikum
    saya pernah baca bersalaman dengan lawan jenis itu juga haram?
    apakah itu benar?
    jika hanya sekedar teman
    bagaimana?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Oct 23, 2013 @ 08:10:29

      Alaikumussalam… benar. sama dengan teman juga tidak boleh. Allahu a’lam

      Reply

  14. Lulix Preneur
    Nov 10, 2013 @ 13:53:28

    Kita hidup di dunia modern , entah itu dikampus , lingkungan yg mau ga mau mesti ketemu lawan jenis
    //apakah kalau ngobrol dengan lawan jenis Haram karena memperundingkan sesuatu ???

    //Jadi cara yg benar mengetahui sifat calon pasangan kita bgaiman kl ga blh pk sms atau ngobrol apapun ???

    Reply

    • Aditya Budiman
      Nov 12, 2013 @ 07:00:51

      tanyakan pada orang yang tahu calon anda sejak lahir hingga sekarang, siapa itu ? orang tuanya.

      Reply

  15. indira
    Nov 20, 2013 @ 08:40:09

    assalamualaikum,

    saya mau tanya, jika berpacaran di kalangan remaja,terutama SMP, tetapi tidak bersentuhan,berdua-dua an, atau semacam nya, hanya lewat chat saja, apakah diharamkan berpacaran di kalangan remaja?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Nov 20, 2013 @ 10:25:56

      tetap sama

      Reply

      • duff mckagan
        Nov 22, 2013 @ 09:20:19

        GARA-GARA PACARAN !

        Gara-gara pacaran = Ibu jadi terlupakan
        Gara-gara pacaran = Ibadah jadi
        berantakan
        Gara-gara pacaran = Duit jadi kehabisan
        Gara-gara pacaran = Banyak
        menghabiskan waktu dengan SMS-an
        Gara-gara pacaran = Bertambah pula kemaksiatan
        Gara-gara pacaran = Semakin dekat dengan penyesalan

        Mulai dari sekarang. Hentikan pacaran..

        Reply

  16. heryy
    Nov 27, 2013 @ 06:55:16

    kenpa sihh..? pacaran itu diharamkan.

    Reply

  17. wiedya
    Dec 08, 2013 @ 01:08:47

    assalamu’alikum…..dulu sy prnh pcaran ….tapi sy merasa yg sy lkukan ini bertolak dg hati, sy langsung bilang kpada dia “nikahi sy kalau perasaan itu serius” tapi dia jawab “dia harus selesaikan kuliah dulu” …….sya putuskan dia…apa ini salah…???? sy tkut ini akan menyakitkan bwt dia….. syukron…:)

    barakallahu fika yaa akhi…
    semoga kita tidak termasuk dari golongan-golongan umat yang lalai kepada Allah …semoga Allah lindungi kita semuanya..

    Reply

    • Aditya Budiman
      Dec 12, 2013 @ 01:33:55

      Alaikumussalam… tidak salah, mudah-mudahan Allah gantikan dengan yang lebih baik. wa fik barakallah

      Reply

  18. tiyas wulandari
    Jan 17, 2014 @ 10:10:07

    asalamualaikum
    saya mau tanya ,, saya kan belum lama putus sama pacar saya ..
    dulu dia pernag bilang sama orang tua saya kalau ingin menjalain hubungan serius dengan saya tapi pada akhirnya dia meninggalkan saya ..
    kedua orangtua saya sangat kecvewa dan saya pun sampai saat in blum bsa trobati rasa sakit hti saya ..
    prtanyan saya , apa dia berdosa atau tidak ?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jan 20, 2014 @ 02:03:32

      alaikumussalam. siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, insya Allah akan diganti dengan yang lebih baik.

      Reply

  19. Rizka Fazrani
    Jan 18, 2014 @ 13:16:14

    Assalamu’alaikum.
    akhi ana mau tanya.
    begini. Ana mengagumi seseorang yg pastinya bukan mahram ana. Dalam kegiatan sosial kami sering bertemu. Rohis misalnya. Kami juga sering bertukar pikiran lwt sms/bbm. Tidak rutin, namun bs dibilang sering. Hal yg kami bicarakan terutama mengenai agama. Beliau mengajarkan ana, memberitahu ana ttg hadist ataupun ayat al-qur’an yg blm ana baca/ketahui.
    hingga suatu ketika ana tahu bahwa beliau merasakan hal yg sama. Ana tahu bahwa sekadar berkomunikasi yg sering itu juga termausk zina. Lalu ana coba untuk menjauhi beliau. Hal yg biasanya kami lakukan melalui sms/bbm ana tidak pernah lakukan lagi. Dalam kegiatan rohis pun ana mengambil waktu yg berlainan dgn beliau.
    tapi suatu hari ana teringat beliau. ana baca pesan terakhir beliau “bukankah memutuskan tali silaturahim dgn sesama umat beragama itu dilarang?”
    ana bingung akhi. ana harus bagaimana. mohon pendapat akhi

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jan 20, 2014 @ 02:02:41

      Alaikumussalam… nikahi atau menjauh saja..dan sibukkan dengan hal yang bermanfaat.
      kalimat semisal ini “bukankah memutuskan tali silaturahim dgn sesama umat beragama itu dilarang?” pada konteks di atas bisa jadi termasuk perangkap syaithon

      Reply

  20. amalia
    Jan 30, 2014 @ 09:51:37

    bagaimana kita menghindari dari orang yang ngajak untuk pcran?

    Reply

  21. zarfia
    Jan 30, 2014 @ 12:18:53

    assalamualaikum,,,,
    saya mau tanya,,
    jika setiap kita bertemu dgn pacar masing” membawa mahram dgn kata lain pcaran yg kita jalani ini hanya semata-mata untuk mengenal satu sama lain dlm arti sifat masing-masing ,, ,, apakah ini juga termasuk haram ?? dan apakah ada dalil yg bisa menjelaskan hal ini,,, sebab ada bnyak yg trjadi disekitar saya yg nikahnya melalui ta’aruf tapi berakhir krn tdk adanya kecocokan,,, trima kasih,,

    Reply

    • Aditya Budiman
      Feb 03, 2014 @ 03:34:12

      Alaikumussalam…
      pada dasarnya mahrom kita juga tidak boleh melihat calon kita
      kalau kondisi yang kami tangkap dari pertanyaan saudari, dikhawatirkan malah jadi terlalu banyak bertemu..
      sebaiknya kenali dulu sifat calon dari mahromnya baik-baik baru kemudian bertemu langsung.
      yang paling mendasar ketika hendak ta’aruf adalah niat memang ingin mencari jodoh yang sudah bulat karena Allah. bukan ingin ‘sekedar coba-coba siapa tahu cocok’. Allahu a’lam

      Reply

  22. yufi hasanah
    Feb 06, 2014 @ 08:07:59

    hmm tau kok pacaran tuh haram,,,
    tapiiii kalau ketemu nya jarang gimana tuhhhh,,,,

    Reply

    • Aditya Budiman
      Feb 07, 2014 @ 01:33:27

      sama saja… malah lebih parah karena sudah tahu hukumnya masih dilangggar. Allahu musta’an.

      Reply

  23. Zhepta
    Feb 07, 2014 @ 03:06:01

    Assalamualaikum
    Saya ingin tanya, kan kita sbgai pelajar pasti bertemu dengan lawan jenis di sekolah. Lalu bagaimana jika kita mempunyai seorang sahabat/teman akrab namun dia wanita.
    Itu gimana ? Tolong pencerahannya, Terima kasih

    Reply

    • Aditya Budiman
      Feb 10, 2014 @ 01:49:07

      Alaikumussalam
      hindari berurusan dengan lawan jenis jika tidak perlu. untuk teman atau teman dekat untuk ber’curhat’ sebaiknya adalah teman sejenis atau malah anggota keluarga kita yang lain. Allahu a’lam

      Reply

  24. Enhy Nasyitah
    Feb 09, 2014 @ 12:01:42

    Assalamu’alaikum.. Sya mau tanya, kalo nggak boleh pcaran. Trus gmana caranya ngenal calon pasangan..? Trus kalo pacaran cuma status, nggak brlebihan boleh nggak ?
    Tolong di jwb ya ,, terimakasih
    Wassalamu’alaikum…

    Reply

    • Aditya Budiman
      Feb 10, 2014 @ 01:47:32

      Alaikumussalam
      cara tersimpel sepengatahun kami yang sedikit adalah dengan bertanya langsung kepada mahromnya. bisa jadi dengan ayahnya (ibu jika yang bertanya perempuan), kakak (abangnya jika yang bertanya laki-laki).
      itulah bukti keseriusan kita. bukan dengan sms, pacaran dan lain-lain.
      adapun jika pacaran ‘cuma status’ maka kami khwatirkan ini adalah langkah pertama syaithon supaya kelak kita terjatuh dalam jurang kemaksiatan yang lebih parah. Allahu a’lam

      Reply

  25. Firdaus Ridwan Syam
    Apr 23, 2014 @ 13:00:04

    Assalamualaikum Ustadz,
    Saya sangat berterima kasih dengan ulasan Ustadz di atas tentang pacaran, dengan umur saya yang cukup tua ini (21)saya menjadi semakin tercerahkan kalau memang benar pacaran itu adalah hal yang di larang.

    Namun ada yang ingin saya tanyakan Ustadz, begini diatara banyaknya teman saya, ada dua orang teman saya yang laki-laki, mereka berdua tidak pernah pacaran selama masa pemudanya, kebetulan kedua teman saya usianya yang satu baru 23 tahun dan yang satunya lagi berumur 45 tahun.

    Teman saya yang berumur 45 tahun itu belum pernah pacaran sampai sekarang pun belum juga berpacaran, namun keinginan untuk menikah dia sangat kuat, tetapi karena dirinya sudah terbilang agak tua jadi perempuan-perempuan yang dia dekati semuanya malah menjauh.
    Bagaimana tanggapan Ustadz untuk orang ini yang dari dulu tidak pernah mendekati wanita manapun sehingga sampai sekrang un dia tidak berani mendekati wanita yang menjadikannya tidak menikah-menikah?
    Apa yang sebaiknya dia lakukan?

    Kemudian teman saya yang berusia 23 tahun itu, dia selalu bergaul dengan wanita, saya pikir dia berdosa karna dia berlebihan dengan yang dia lakukan tetapi setelah sekarang saya tahu ternyata dia itu seorang Homoseksuan, dia seorang laki-laki dan memiliki pacar laki-laki dan mohon maaf bahkan dia bersetubuh dengan sesama jenisnya itu
    Apa yang seharusnya saya laukan Ustadz untuk menghadapi hal ini.

    Terima kasih Ustadz, mohon doakan teman saya itu semoga Allah normalkan lagi dirinya.

    Reply

  26. Mulyo
    Apr 25, 2014 @ 02:15:42

    assalamuyalaikum wr.wb. saya dalah salah satu korban pacaran. hal inisaya lakukan karena saya merasa kurang perhatian dari keluarga,di saat yang tepat pula si Dia datang dan memberikan prhatian ke saya.Saya juga sudah berniat menikahinya 3 tahun lagi setelah kuliah saya selesai. Apa tang saya lakukan ini salah?
    Trus bgaiana cara saya menuju jalan yang benar?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Apr 25, 2014 @ 04:30:16

      alaikumussalam warohmatullah wa barakatuh.
      kalau anda sudah mampu maka nikahi segera namun jika komunikasikan ‘putus’ dan sibukkan dengan sesuatu yang bermanfaat secara dunia dan akhirat.
      sibukkan diri dengan ilmu.

      Reply

  27. Idham
    May 24, 2014 @ 21:51:31

    Assalamualaikum, mau bertanya pak! kalo memang untuk saling mengenal harus melalui org2 trdekt masing2, bgmn hukumnya sebuah pertemanan antara pria dan wanita sebagaimana yg umum terjadi, sampai manakah batas2nya. jika memang komunikasi antara keduanya memang bgt dibatasi bukankh sulit mlakukan kerjasama untuk mencapai suatu tujuan termasuk dalam jalan kebaikan.

    Reply

    • Aditya Budiman
      May 26, 2014 @ 00:54:18

      Alaikumussalam.. komunikasi sebatas yang diperlukan saja tidak lebih dari kebutuhan tanpa ada bumbu basa basi dst. Allahu a’lam

      Reply

  28. Izal Fais
    Jun 03, 2014 @ 05:58:06

    Assalamualaikum wr.wb …
    saya mau bertanya;
    “bukankah kata pacaran itu tak pernah di kenal umat islam di zaman dulu sewaktu umat islam masih dalam kekhalifahan.??”
    “bukankah pergaulan bebas laki2 dan Pr di kalangan umat islam itu baru muncul pada abad modern ini.??”
    “bukankah itu merupakan budaya yahudi untuk menghancurkan iman dan moral umat islam?”
    menurut saya pribadi:
    “yg namanya jenis pacaran baik itu gak ngapa2in spti yg di katakan teman2 saya, menurut saya itu tetap tidak di bolehkan. hukumnya tetap haram. gak ada konsenkuensi apapun untuk menghalalkannya. krn perbuatan yg pd dasarnya buruk akn tetap hasilnya buruk. cinta bukanlah di salurkan lewat pacaran. menikah tidak mesti di awali dgn pacaran. saya ingat kisah2 sahabat Rasulullah dan kisah2 para tabi’in dlm meminang seorg wanita untuk di jadikan istri. tidak ada kata pergaulan di antara mereka sebelum menikah kecuali hanya mengenalnya saja. sungguh sayang bahwa banyak umat islam yg terpengaruh budaya yahudi, bkn hanya itu saja, mereka berani membantah larangan Allah dgn memutar balikkan hukum demi mencapai hawa nafsunya. MASYAALLAH …

    Reply

  29. Izal Fais
    Jun 03, 2014 @ 06:19:42

    KEHIDUPAN SEKARANG SUDAH SANGAT SANGAT JAUH MENYIMPANG DARI KEMURNIAN ISLAM …
    ISLAM SEKARANG TIDAK LAGI KAFFAH …
    BAHKAN SUDAH MELIPUTI SEGALA ASPEK KEHIDUPAN.
    BAIK SOSIAL,EKONOMI,POLITIK,DAN MILITER.
    SEMUANYA SUDAH MENYIMPANG…
    HUKUM ALLAH SUDAH DI BUANG, AL-QUR’AN DAN HADISH HANYA UNTUK DI BACA SEINDAH2NYA SAJA TANPA DI AMALKAN ISI KANDUNGANNYA LAGI. PERGAULAN BEBAS MEREBAK DI SANA SINI …
    TAKWA TAK ADA LAGI DIHATI KEBANYAKAN PARA INSANI.
    ITU KARENA MEREKA SUDAH MENCINTAI DUNIA DAN SEISINYA TANPA MEMIKIRKAN TTG KEHIDUPAN AKHIRAT. ITULAH SEBABNYA UMAT ISLAM TERTINGGAL JAUH DARI ORG2 BARAT YG KAFIR.
    KITA KALAH TELAK, ITU SEMUA KRN KESALAHAN KITA SENDIRI.
    KITA TELAH MENINGGALKAN KEMURNIAN ISLAM.
    KITA TELAH MENINGGALKAN ALQUR’AN DAN AS-SUNNAH.
    KITA TELAH MENINGGALKAN BUDAYA ISLAM YG SEBENARNYA.
    SUNGGUH BODOH DIRI KITA, PERADABAN ISLAM KITA HANCURKAN SENDIRI …
    SAYA SEDIH DAN MENANGIS SAAT SAYA MEMBACA TTG BAGAIMANA AGUNGNYA DAN INDAHNYA PERADABAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH DAN PARA SAHABAT, MASA BANI UMAYYAH, BANI ABBASIYAH, DAN BANI USTMANIYAH. SUNGGUH AGUNG DAN DAMAI. SUNGGUH DEKAT DENGAN ALLAH. HUKUM ALLAH DI TEGAKKAN.
    UMAT ISLAM TAHU DIRI, TAKUT DALAM MELANGGAR KETENTUAN AGAMA YG DI TETAPKAN SYAR’I.
    TIDAK SALAH SEPERTI YG DI SAMPAIKAN RASULULLAH:
    SEBAIK-BAIK MANUSIA ADL GENERASIKU (SAHABAT), GENERASI SESUDAHKU (TABI’IN), GENERASI SESUDAHNYA PULA (TABIUT TABI’IN), DAN SALIFUS SALEH.
    YA ALLAH, KEMBALIKAN KEJAYAAN ISLAM, KEMBALIKAN KEMURNIAN ISLAM, KIRIMLAH PADA KAMI MUJTAHID MU YG AKAN MEMPERBAHARUI AGAMAMU INI. JANGAN CAMPAKKAN WAHN KEDALAM HATI KAMI YG MEMBUAT KAMI MENCINTAI KEHIDUPAN INI DAN TAKUT AKAN KEMATIAN KAMI. JAUHKAN SEMUA ITU DARI HATI KAMI.

    Reply

  30. astuti
    Jun 13, 2014 @ 10:01:57

    assalamualaikum…ustad…maaf sbelumnya saya curhat dulu…
    begini ustad,,dari dulu hingga skarang saya gak perna pacaran…yang dekat sih ada tapi sya menolaknya..awalnya sya gak pacaran itu krena takut mama saya tau…apa lagi melihat kondisi orang tua saya,,saya gak tega.lama kelamaan rasa takut terhadap orang tua saya hilang krn sya mulai berhijab.. saya takut sama allah itu yang mulai saya sadari… setelah sekian lama saya selalu menolak orang yang mau pacaran ma saya..mama saya tanya..”kenapa gak ,mau pacaran..apa kamu gak mau menikah..
    saya gak menjawab pertanyaan mama saya
    tapi teman-teman ku sering ngejek aku “kamu gak normal kali, masa gak pacaran..ini sdh zaman modern..mau nunggu org lamar gak mungkin..
    karena semua yang sebaya atau pun adik” saya sudah pada pnya pacar..
    terus saya hanya jawab”ini sdh jalan yang saya pilih.
    mama saya terus tanya hal yang sama..akhirnya saya jawab..
    “saya hanya mau yg menghormati saya.dan mengajari saya klw saya tidak tau..dan menghargai saya sbgai wanita
    mama saya hanya diam dan tersenyum..katanya”aku senang mendengarnya

    dengan kepribadian saya yang berbeda dgn teman saya dan lingkungan saya..saya harus bersikap bagaimana,, saya benar-benar takut jadi lalai, terkadang saya lupa dgn shalat saya…saya ingin sekali mencari suasana yang sesuai dgn keinginan saya..tapi bagaimana dgn org tua saya..aku terlalu sayang pada mereka

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 23, 2014 @ 01:21:42

      Alaikumussalam
      maaf lama respondnya. kamaren ada urusan mendesak.
      Ini adalah sebuah permasalahan klasik yang dihadapi orang yang memilih jalan orang-orang yang di atas kebenaran namun terllihat asing dari lingkungannya.
      Jadi yang perlu anda tingkatkan adalah taqwa anda kepada Allah. inilah solusi dari segala masalah. Cara untuk menggapai hal itu salah satunya adalah sering-sering mendengar dan menghadiri majelis ilmu di kota anda. namun hal terpenting adalah mintalah kepada Allah ketaqwaan dan hal yang terbaik di waktu-waktu mustajab do’a semisal : http://alhijroh.com/adab-akhlak/keutamaan-hari-jumat/
      atau malah di bulan Romadhon : http://alhijroh.com/fiqih-tazkiyatun-nafs/ada-apa-dengan-bulan-ramadhan-dan-do%E2%80%99a/
      Allahu a’lam.

      Reply

      • astuti
        Jun 23, 2014 @ 04:10:19

        terima kasih

        Reply

    • yuri boyka
      Jun 29, 2014 @ 08:53:37

      adakala baiknya anda minta izin dari kluarga tuk masuk pesantren & brkumpul brsma2 tmen yg bsa 1 jlan dngn qm…jln mnuju ridha allah

      Reply

  31. Edi Suhendra
    Jun 23, 2014 @ 15:37:26

    Ass……..
    Sekarang itu saya punya pacar,dan saya tahu kalau pacaran itu di larang dalam agama islam,Saya juga baru tahu nya setelah saya pacaran,nah sekarang saya bingung mau kayak gimana?
    Mau saya putusin gak tega,karena udah sama sama synk,dan dengan saya pacaran juqa,saya bnyak dapat dorongan buat ibadah dari pacar saya,,,
    karena saya juga baru baru ini memperdalam soal agama,,

    mohon di penjelesanya,,
    di tunggu….
    terima kasaih

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 24, 2014 @ 06:48:02

      Alaikumussalam
      Masalahnya sudah jelas. bahagia itu terletak di tangan Allah dan tidak dapat diraih melainkan dengan keta’atan kepadanya.
      Pacaran berarti tidak ta’at.
      Allahu a’lam

      Reply

  32. test name
    Jun 26, 2014 @ 14:54:33

    hukum pacaran di rohis gmn ya? sama apa hukum menghisap dji sam soe dalam islam?

    Reply

  33. adel
    Jun 28, 2014 @ 11:33:49

    hukum merokok dalam islam apa ya?

    Reply

  34. acehbaru
    Jun 29, 2014 @ 06:53:21

    pacaran setelah nikah lebih indah..

    Reply

  35. Ulfa Ariyah
    Jun 29, 2014 @ 07:24:34

    sholat hajat itu kan agar keinginan tercapai, apabila berdoa agar pacar kembali tapi berjanji akan menjalaninya secara islami apakah itu dosa? mohon dibalas..

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jun 30, 2014 @ 02:10:04

      sama saja. tidak ada pacaran islami kecuali pacaran setelah nikah

      Reply

  36. Haryono
    Jul 14, 2014 @ 17:35:01

    Salahkah jika hanya memberi perhatian kepada istri orang,perhatiannya sekedar mengingatkan supaya dia selalu bersabar atas keluarganya yg tidak harmonis,supaya dia tidak terjerumus akan perbuatan zina…yang seakan akan dia mau blas dendam trhadap suaminya yg tlah melakukan perbuatan zina.,.
    Apakah perhatian ini termasuk perbuatan dosa karna tlah mencampuri rumah tangga orang?
    Sedangkan perhatian ini dilakukan ingin menjauhkannya dari perbuatan zina?
    Akankah perhatian ini hiasan syaithon?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Jul 15, 2014 @ 02:10:15

      Allahu a’lam. Alangkah bagusnya jika niatan kita untuk memperbaiki keluarga fulanah tsb ditindaklanjuti dengan berdiskusi dengan suaminya atau saudaranya yang dekat dengan si fulanah.

      Reply

  37. Dindi Akhlakul Karimah
    Jul 24, 2014 @ 08:53:16

    AssalamuAlaikum wr.wb
    Saya mau bertanya. Sy pnya pacar dan kami hampir 2tahun bersama .. Dan baru sekarang saya mengetahui kalau pacaran itu haram.. Saya ingin memutuskannya tapi saya tdk tega dan kami jg sudah berjanji utk saling menyayangi .. Apa yg sebaiknya saya lakukan terhadap pacar sy ? ..

    Tolong diberi saran
    WassalamuAlaikum wr.wb

    Reply

    • Aditya Budiman
      Aug 06, 2014 @ 01:38:55

      alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh… jawaban dari pertanyaan saudari sudah ada di atas. silakan dilihat pada comment sebelumnya

      Reply

    • Aditya Budiman
      Aug 06, 2014 @ 01:44:43

      alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh.
      jawaban pertanyaan anda sudah ada di comment di atas.

      Reply

  38. Panji
    Jul 28, 2014 @ 15:53:51

    Ass….
    saya mau tanya apakah merokok itu diharamkan dalam islam dan apa alasannya serta adakah hadistnya…terimaksih

    Reply

  39. test name
    Aug 04, 2014 @ 14:05:15

    apa hukumnya dalam islam menghisap dji sam soe, sampoerna mild dan lain-lain?

    Reply

    • Aditya Budiman
      Aug 06, 2014 @ 01:33:44

      jika yang dimaksud dengan yang anda tanyakan adalah merokok maka hukumnya harom

      Reply

  40. Hakim
    Aug 06, 2014 @ 15:36:36

    Assalamualaikum Warahmatulohi Wabarokatuh
    saya sudah ada hampir setahun ini pacaran, dan setelah membaca artikel ini saya langsung memutuskan dia. Meskipun sampai saat ini dia masih tidak rela untuk melepas saya karena saya dianggap main-main dalam pacaran. Bagaimana ini ustad, sedangkan saya sudah tau bahwa yg kami lakukan ini salah. Padahal alasan dia suka saya karena saya bisa membimbing dia kepada agama. Apakah ini tipu muslihat syaiton? bagaimana cara saya menjelaskan kepadanya? Sukron..

    Reply

    • Aditya Budiman
      Aug 07, 2014 @ 07:43:15

      Alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh
      nikahi jika belum mampu maka jelaskan hukumnya bisa melalui artikel ini insya Allah.

      Reply

  41. Arifin
    Aug 08, 2014 @ 03:34:16

    harus di perhatikan….hukum pacaran

    jangan sekali2 melakukan hal2 yang mendekati zina..

    Reply

  42. Inarbi
    Aug 14, 2014 @ 13:24:34

    Assalamualaikum..
    saya dulu sering sekali pacaran,karena menurut saya itu sudah hal biasa dan biar lebih mengenal si laki-laki. tapi setelah saya mendengar ceramah dari salah satu ustad,saya tidak berniat pacaran. tapi bagaimana hati saya seperti sepi karena belum terbiasa,terus tidak ada perhatian dari siapa2 sepertinya. apalagi dengan diolokin jomblo kasian,dibilang nanti gak ada yang lamar ntar. seperti apa ya menyikapinya? terimakasih

    Reply

    • Aditya Budiman
      Aug 15, 2014 @ 01:57:28

      Alaikumussalam
      Alhamdulillah syukurilah nikmat Allah. mengenai omongan orang yang tidak tahu maka biarkanlah seperti angin, nanti juga berlalu… Insya Allah

      Reply

  43. widiati
    Aug 29, 2014 @ 02:12:55

    cinta pada ALLAH adalah cinta yang abadi :)

    Reply

Leave a Reply