بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Tafsir Surat Al Kahfi (1)
Segala puji yang disertai pengagungan seagung-agungnya hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perendahan diri kita yang serendah-rendahnyanya hanya kita berikan kepadaNya Robbul ‘Alamin yang telah menurunkan Al Qur’an sebagai petunjuk. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam, istri-istri Beliau, Keluarganya, para Sahabatnya dan ummat Beliau yang senantiasa meniti jalannya dengan baik hingga hari kiamat.
Pada edisi kali ini kami akan mencoba Insya Allah untuk menyajikan tafsir surat Al Kahfi pada setiap hari kamis sehingga ketika kita membacanya di hari Jum’at lebih bisa mendapatkan manfaat dan mudah-mudahan termasuk dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,
مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْن
“Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi di hari Jum’at maka ia akan mendapatkan cahaya diantara dua Jum’at”[1].
Surat Al Kahfi merupakan surat yang termasuk golongan surat Makkiyah. Walaupun sebagian ulama ahli tafsir mengecualikan sebagaian ayat-ayatnya. Diantaranya ayat 1-8, 28, 107-110 merupakan golongan surat Madaniyah. Akan tetapi pengecualian ini membutuhkan dalil khusus untuk menunjukkan hal itu. Sedangkan hukum asalnya surat golongan Makkiyyah merupakan surat Makkiyah seluruhnya, surat golongan Madaniyah termasuk golongan surat Madaniyah seluruhnya. Sehingga jika anda berpendapat adanya pengecualian sebagaimana pendapat di atas maka dibutuhkan dalil yang menunjukkannya.
Adapun surat Makkiyah adalah surat yang turun sebelum hijrahnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ke Madinah. Sedangkan surat Madaniyah adalah surat yang turun setelah hijrahnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ke Madinah walaupun turunnya bukan di kota madinah semisal firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah aku sempurnakan agama kalian dan telah aku ridhoi islam sebagai agama bagi kalian”. (QS. Al Maidah [5] : 3)
Ayat ini turun di Arofah tahun dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melaksanakan hajji wada’ (haji perpisahan).